Deg
Tubuh tuan Bagas menegang di tempat saat melihat wanita cantik di depannya. Wanita yg dia kira sudah meninggal dunia puluhan tahun yg lalu saat kejadian di rumah sakit dulu, wanita yg sudah dia anggap sebagai adik kandung sendiri, wanita itu bernama Karina Wilson putri tunggal dari tuan Wilson pemilik perusahaan Wilson Corp.
Tuan Bagas mengucek kedua matanya berharap dia hanya salah melihat wajah seseorang di depannya ini, namun ternyata apa yg di lihatnya itu adalah kenyataan, Karina masih hidup dan dia masih terlihat cantik sama seperti dulu meski sudah berumur sama seperti dirinya.
"Ka-karina." panggil tuan Bagas tergagap.
"Haii mas Bagas, bagaimana kabarmu?." tanya wanita yg bernama Karina itu sambil berjalan mendekat kearah Tuan Bagas.
"I-ini beneran kamu, bagaimana bisa?, bukankah dulu kamu sudah.. ." tuan Bagas tidak melanjutkan ucapannya namun Karina mengerti apa yg akan di ucapkan oleh tuan Bagas selanjutnya.
"Ceritanya panjang, apa mas Bagas ada waktu sebentar biar aku ceritakan intinya dan kebetulan aku juga mau meminta bantuan sama mas Bagas." ucap Karina yg menatap tuan Bagas dengan penuh harap agar bersedia meluangkan waktunya sedikit untuk berbicara dengannya.
"Baiklah.. ayo kita mau ngobrol dimana, kamu tunjukkan tempatnya." kata Tuan Bagas menyetujui ajakan Karina dan mempersilahkannya untuk berjalan terlebih dulu.
"Kita ngobrol di cafe seberang sana saja, aku tidak mau jika ada yg melihat kita nantinya akan timbul gosip yg tidak - tidak." Karina menunjuk cafe seberang rumah sakit yg kebetulan pemiliknya merupakan teman baiknya. Karina berjalan terlebih dulu lalu di ikuti oleh tuan Bagas di belakangnya, mereka memesan private room agar bisa berbicara lebih leluasa tanpa takut di dengar oleh orang lain. Sebelum Karina pulang ke Indonesia, Karina telah mencari informasi tentang keberadaan tuan Bagas yg kini menetap di Indonesia bersama kedua anaknya, Karina juga sudah mengetahui penyebab mendiang istri Tuan Bagas meninggal dunia dan Karina sangat menyayangkan jika pelakunya adalah Marina yg dia kenal dulu wanita yg lugu dan baik.
Setelah memesan makanan, Karina menatap tuan Bagas dengan intens lalu menarik nafasnya dalam - dalam bersiap untuk cerita, sebenarnya Karina masih trauma jika di ingatkan tentang kejadian berpuluh - puluh tahun silam yg membuat hidupnya hancur karena kehilangan putri kandungnya hingga membuatnya depresi.
"Sebenarnya saat kejadian itu aku tidak meninggal, memang aku sempat kritis dan koma ketika putriku di culik oleh musuh ayah, namun ayah membawaku pergi berobat ke luar negeri sambil menggerakkan anak buahnya mencari keberadaan putriku, ayah jugalah yg telah membuat berita palsu tentang aku yg meninggal karena kehilangan banyak darah pasca melahirkan dan ayah juga yg membuat makam palsu atas namaku untuk mengecoh para musuhnya agar mereka percaya." Karina menatap kosong kearah depan mengingat betapa hancurnya hidupnya saat dia sadar dari komanya dan mendengar dari ayahnya jika putrinya di culik oleh musuh ayahnya dan belum di temukan sampai saat ini, apalagi dulu saat dia hamil muda sudah kehilangan sosok suami yg sangat di cintainya. "Dua tahun kemudian aku sadar dari koma dan mencari keberadaan putriku namun saat ayah berkata jika putriku hilang di culik oleh musuhnya dan belum di temukan membuat aku menjadi depresi berat bertahun - tahun hingga ayah membawaku berpindah - pindah tempat untuk berobat sambil terapi sekaligus menyusun rencana balas dendam pada musuhnya dan sepuluh tahun yg lalu aku di nyatakan sembuh total dari depresiku, saat itu aku memulai kembali mencari keberadaan putriku." lanjutnya lagi.
"Lalu apa kamu sudah bertemu dengan putri kandungmu?." tanya tuan Bagas penasaran.
"Belum, karena aku sulit untuk menemuinya dan hanya kamulah yg bisa membantuku bertemu dengannya." jawab Karina membuat tuan Bagas mengernyit bingung.
"Maksudnya gimana?, kenapa harus aku?, apa aku mengenalnya?." tanya tuan Bagas bertubi - tubi.
"Ya, karena putriku adalah sahabat baik putri kesayanganmu." jawaban Karina membuat tuan Bagas semakin penasaran. Melihat raut penasaran tuan Bagas Karina melanjutkan ucapannya, "Tentunya kamu pasti mengenal dengan gadis cantik ini." tunjuk Karina pada seorang gadis cantik di ponselnya.
"I-ini bukannya Kiara ya, sahabat Arunika yg sedari kecil tinggal di panti asuhan." perkataan Tuan Bagas membuat Karina tersenyum cerah.
"Tepat sekali, apa kamu tau tempat tinggalnya sekarang dimana?." ujar Karina bahagia, akhirnya dia akan bertemu dengan putri kandungnya.
"Kamu yakin dia putrimu, bagaimana kalo ternyata kamu salah orang." sanggah tuan Bagas yg tidak percaya dengan perkataan Karina.
"Apa kamu tidak bisa mengenali kemiripan pada wajah kami, sungguh keterlaluan kamu mas, kakak macam apa kamu ini hingga wajah adiknya saja kamu lupa." kata Karina yg jengkel pada tuan Bagas.
"Ya maaf.. aku tidak memperhatikan wajahnya dengan detail." ucap tuan Bagas sambil memperhatikan foto Kiara dan di samakan dengan wajah Karina yg duduk di depannya, ternyata memang mereka berdua terlihat mirip seperti kakak beradik. "Nanti aku coba minta tolong kepada Arun agar mengundang Kiara ke rumah supaya kamu bisa bertemu dengannya." Imbuhnya lagi.
Karina bahagia mendengar perkataan tuan Bagas, akhirnya usahanya bertahun - tahun kini membuahkan hasil dan Karina akan memberitahu kabar bahagia ini pada ayahnya tuan Wilson yg saat ini berada di luar kota.
"Terima kasih mas Bagas, memang dari dulu hanya kamu yg bisa aku handalkan."
Mereka melanjutkan acara makan siangnya sambil bertukar cerita selama tidak berjumpa. Setelah makanan mereka habis, tuan Bagas pamit lebih dulu untuk ke rumah sakit karena ingin membesuk Devian, sedangkan Karina juga menuju ke rumah sakit untuk cek up kesehatannya yg dia lakukan satu bulan sekali.
***
Ceklek
Pintu ruangan Devian di buka dari luar membuat Devian yg sedang terjaga menoleh kearah pintu.
"Bagaimana keadaan kamu Dev?, maaf ya Om baru bisa menjengukmu." kata tuan Bagas sambil mendudukkan pantatnya di kursi samping brankar tempat Devian.
"Alhamdulillah sudah membaik Om, tidak apa - apa Om Dev tau jika Om Bagas itu sibuk." jawab Devian sambil tersenyum tipis kearah tuan Bagas.
"Om kesini juga ingin mengucapkan terima kasih karena kamu sudah menyelamatkan nyawa putri Om dan malah membuat kamu celaka, Om berhutang nyawa sama kamu." tutur tuan Bagas. Tuan Bagas menjadi tidak enak hati dengan tuan David, karena menolong putrinya Devian harus berbaring di rumah sakit dan sempat mengalami kritis.
"Itu sudah menjadi tugas aku untuk menjaga Arunika Om, Om Bagas tidak usah merasa berhutang nyawa padaku karena aku tulus melakukan itu untuk melindungi Arunika." ucap Devian sambil menatap intens berusaha meyakinkan tuan Bagas.
"Baiklah kalau begitu." tuan Bagas manggut - manggut sambil menatap sekeliling mencari keberadaan putrinya. "Dimana Arun?." tanyanya.
"Arun sedang mengantar Oma dan tante Rini ke parkiran Om, hari ini Oma sudah di perbolehkan pulang oleh dokter." jelas Devian.
"Alhamdulillah kalo Oma Renata sudah sehat, Om ikut senang mendengarnya." kata tuan Bagas.
Tak lama kemudian pintu rawat inap Devian di ketuk orang dari luar, saat pintu di buka ternyata yg datang adalah Arunika beserta ketiga sahabatnya yaitu Clarissa, Mikayla dan Kiara.
Ya, ketiga gadis itu sengaja menyempatkan membesuk Devian di sela - sela jam makan siang dan memang kebetulan hari ini Clarissa dan Kiara mengambil libur di hari yg sama sedangkan Mikayla hanya mengikuti mereka berdua karena memang hari ini Mikayla tidak banyak pasien.
Tuan Bagas yg melihat sang putri kesayangannya datang bersama sahabat - sahabatnya pun pamit undur diri, setelah sebelumnya diam - diam memfoto Kiara dan akan dia kirimkan kepada Karina.
KAMU SEDANG MEMBACA
My CEO is My Ex (Tamat)
Fiksi RemajaBagaimana jadinya jika mantanmu adalah CEO di tempatmu bekerja, apalagi dia yg telah menorehkan luka di hatimu dan membuat kepercayaanmu hilang terhadap lelaki, hingga menganggap semua lelaki itu sama, seperti pepatah "Habis manis sepah di buang". ...
