Haii readers.. Karena author jarang update, hari ini author kasih bonus double update.
Semoga kalian suka.. Happy reading
Hari berganti hari, tak terasa sudah dekat dengan perayaan ulang tahun perusahaan MW Group.
Tepat H - 2, para karyawan beserta staf harus bekerja lembur karena persiapan untuk perayaan ulang tahun masih kurang 2%, mereka semua ingin menampilkan yg terbaik untuk perayaan ulang tahun perusahaan kali ini.
"Apa besok masih lembur juga Run?". Tanya Ayu saat mereka makan siang di kantin bersama Johan seperti biasa.
Arunika mengedikkan bahunya, dia juga tidak tau karena dari pagi belum bertemu dengan Devian yg sekarang masih rapat bersama Oma Renata, Tuan David dan Erick.
Arunika, Ayu dan Johan tiga hari yg lalu juga sudah mengunjungi Tika di dalam penjara, mereka kecewa saat mendengar alasan Tika menjadi penghianat, apalagi Arunika yg saat itu tidak bisa menahan amarahnya sempat melayangkan tamparan ke pipi Tika yg saat itu lukanya masih belum sembuh. Ayu juga memberi ultimatum pada Tika dan memutuskan persahabatan mereka, Ayu tidak mau memiliki sahabat seorang penghianat, di depan seperti malaikat tapi di belakang aslinya orang jahat.
Hukuman untuk Tika, Ali dan anak buah Rio pun sudah di putuskan setelah dua kali sidang, mereka di hukum 3 tahun penjara, sedangkan Rio dan partnernya beserta ketiga orang kepercayaannya di hukum 7 tahun penjara.
Devian dan yg lainnya merasa lega dan puas dengan keputusan hakim kemarin, meski Miranda belum di temukan setidaknya rekan - rekannya sudah mendekam di penjara semua.
Para anggota intel dan anak buah Raditya juga masih mencari keberadaan Miranda di tempat - tempat terpencil sekalipun, namun sampai saat ini belum membuahkan hasil.
Sedangkan Marina dan Marissa mendapat hukuman seumur hidup karena telah melakukan pembunuhan berencana terhadap mendiang Raline dan Kinara.
"Nanti gue tanyain ke Devian". Ucap Arunika setelah menelan makanannya, "Oh ya Jo, lo jadi resign bulan depan?". Tanya Arunika menatap Johan serius. Arunika mendengar kabar jika sahabat lelakinya ini ingin resign dan membuka usaha kecil - kecilan.
"Ya, dan pak Devian juga sudah menyetujuinya, mungkin setelah perayaan ulang tahun perusahaan pengganti gue akan datang". Jawab Johan. Sebenarnya Johan berat untuk resign dari perusahaan yg sudah membesarkan namanya. Dulunya dia tidak bisa apa - apa kini menjadi salah satu staf yg di andalkan di MW Group.
"Yah.. Gak seru dong kalo gak ada elo, ntar gue makan sendiri kalo di tinggal Arun berduaan dengan pak Boss". Keluh Ayu.
"Lo kan bisa makan bersama sahabat Arun yg sering kesini itu, siapa itu namanya Rinaya..". Kata Johan sambil mengetukkan jarinya ke dagu mengingat nama Rania.
"Rania bukan Rinaya". Sela Ayu, "Tapi kak Rania sibuk, apalagi sekarang dia bekerja full time mendesain gaun rancangannya untuk lomba fashion show minggu depan". Lanjutnya lagi.
"Iya ya.. Yaudah ntar kalo gue gak sibuk akan mampir kesini buat makan bareng". Ujar Johan yg membuat Ayu melengkungkan bibirnya tersenyum manis sambil menatap Johan malu - malu.
Arunika yg melihat kedua sejoli di depannya hanya tersenyum tipis, Arunika tau jika kedua sahabatnya ini saling memendam rasa namun tidak berani mengutarakannya karena takut bila rasa itu membuat persahabatan mereka rusak jika hanya mencintai sepihak.
"Kalian berdua cocok deh, kenapa gak jadian aja sih". Ucap Arunika sambil menaik turunkan alisnya menggoda kedua sejoli yg malu - malu kucing itu.
"Apaan sih Run, kita itu sahabat". Bantah Ayu berusaha menampik perasaannya, lalu menoleh kearah Johan, "Iya kan Jo".
KAMU SEDANG MEMBACA
My CEO is My Ex (Tamat)
Novela JuvenilBagaimana jadinya jika mantanmu adalah CEO di tempatmu bekerja, apalagi dia yg telah menorehkan luka di hatimu dan membuat kepercayaanmu hilang terhadap lelaki, hingga menganggap semua lelaki itu sama, seperti pepatah "Habis manis sepah di buang". ...
