85.

115 2 0
                                        

Hari - hari begitu cepat berlalu, saat ini kondisi kesehatan Miranda sudah pulih seperti sedia kala, Miranda juga sudah bertemu dengan anak buah Rio yg ikut mencarinya atas perintah Rio saat mereka membesuknya di penjara.

"Bagaimana rencana selanjutnya?, kata Boss Rio kita harus bisa mengecoh mereka agar bisa membebaskan Boss dan yang lainnya". Ucap pria misterius yg sering menemui Tika yg ternyata adalah wakil dari Rio di geng mereka.

"Kenapa gak kita manfaatkan Tika aja untuk mengecoh mereka, gue rasa mereka saat ini sudah mulai curiga dengan Tika yg bergabung bersama kita". Usul Miranda sambil meneguk minuman soda di dalam genggamannya.

Saat ini Miranda tengah berada di markas Rio bersama anak buah Rio. Miranda sengaja tinggal disana untuk bersembunyi dari kejaran polisi.

"Ide bagus, tapi kita suruh Tika ngapain agar perhatian mereka teralihkan?". Kata Ali wakil dari Rio. Jujur saja otak Ali pusing memikirkan cara supaya bisa membebaskan Bossnya, karena biasanya yg mengatur strategi itu Bossnya dan orang kepercayaannya, dia hanya menjalankan tugasnya saja.

"Tenang aja gue udah punya rencana brilliant yg pasti mereka tidak akan sadar jika itu hanya jebakan supaya mereka lengah". Miranda tersenyum smirk, "Lo tinggal suruh dia kesini sehabis pulang kantor nanti, kita susun rencananya bersama setelah gue kasih tau tugas yg harus di lakukan Tika". Lanjutnya.

"Oke, gue chat dia sekarang". Ali langsung mengotak - atik ponselnya untuk mengirimi Tika pesan.

"Jangan.. mending suruh salah satu anak buah lo menjemputnya langsung". Cegah Miranda.

"Kenapa?". Tanya Ali bingung. Baru saja dia akan menekan tombol send namun gerakannya terhenti oleh suara Miranda.

"Karena gue yakin ponsel Tika sudah di sadap oleh mereka, makanya rencana lo selama ini gak pernah berhasil". Tutur Miranda yg membuat Ali mengumpat, Ali tidak pernah kepikiran sampai sana, dia kira selama ini rencananya aman - aman saja dan mereka bisa menggagalkannya karena memang mereka memiliki otak di atas rata - rata.

"Shit.. Kenapa gue gak mikir kesitu sih, lo benar gue akan suruh anak buah gue aja untuk menjemputnya".

"Lakukan dengan rapi jangan sampai pihak mereka curiga, gue mau rencana kali ini berjalan dengan lancar supaya bisa secepatnya membebaskan Boss Rio". Tegas Miranda dengan semangat berapi - api.

"Lo bisa mengandalkan gue". Setelahnya Ali memerintahkan salah satu anak buahnya untuk menjemput Tika setelah jam pulang kantor nanti. Sedangkan Miranda yg memang tidak bisa keluar kemanapun menjadi pusing dan marah saat ingin menemui mamah kandung dan mamah angkatnya yg saat ini berada di dalam tahanan. Ya, Miranda sudah mengetahui dari anak buah Rio tentang Marina dan Marissa yg di jebloskan ke dalam penjara karena kasus 11 tahun silam, Miranda murka saat mendengar jika Marissa di ceraikan oleh Tuan David waktu masih terbaring lemah di rumah sakit. Pernah kemarin Miranda menemui papah kandungnya, dia meminta pada papahnya agar membebaskan mamahnya dari tahanan namun yg di dapat hanyalah kekecewaan, papahnya sudah tidak peduli dengan keadaan mamahnya lagi bahkan papahnya dengan bangga memperkenalkan kekasihnya kepada Miranda, dan itu membuat Miranda geram hingga mengucapkan sumpah serapah akan membalas perlakuan mereka semua terhadapnya, terutama kepada keluarga Mahawira yg sangat Miranda benci. Miranda tidak rela jika mereka bahagia diatas penderitaannya, bagaimanapun caranya dia akan membuat mereka merasakan apa yg saat ini dia rasakan.





                               ***



Seperti hari - hari biasanya Devian selalu mengantar jemput Arunika saat berangkat dan pulang kantor. Seperti saat ini mereka sedang berada di mobil untuk berangkat bersama menuju kantor.

My CEO is My Ex (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang