Seperti yg sudah Miranda rencanakan, Tika pulang dari kantor di jemput oleh anak buah Rio yg menyamar sebagai tukang ojek online. Tika yg mengerti dengan kode dari pria di depannya itupun langsung berpamitan pada dua sahabatnya untuk pulang terlebih dulu karena saat itu Tika keluar dari lobby perusahaan bersama Ayu dan Johan.
"Guys gue balik dulu ya udah di jemput ojol". Pamit Tika yg langsung berlalu tanpa menunggu jawaban dari kedua sahabatnya.
Ayu mengernyitkan dahinya heran, pasalnya tadi Tika bilang ingin nebeng dengannya karena tidak punya ongkos untuk naik ojek online, tapi sekarang dia malah pulang duluan bersama seorang pria yg di duga sebagai ojek online tanpa merasa bersalah dengannya yg telah menunggunya.
"Bukannya tadi kata lo dia mau pulang bareng ya Yu?". Tanya Johan yg tadi mendengar dari Ayu jika akan pulang bersama Tika.
Ayu yg di tanya hanya mengedikkan bahunya cuek, "Gue gak tau, dia yg mau nebeng malah dia yg ninggalin, dasar Tika awas aja kalo ketemu besok". Ayu jengkel dengan Tika yg secara tidak langsung sudah mempermainkannya, padahal tadi Ayu sengaja menunggu Tika menyelesaikan pekerjaannya yg lumayan lama tapi sekarang Tika malah pulang duluan meninggalkannya tanpa say sorry.
"Yaudah pulang bareng gue aja sekalian kita nongkrong di cafe". Ajak Johan yg membuat Ayu melengkungkan bibirnya.
"Oke let's go.. Lo yg boncengin". Ucapnya semangat sambil melemparkan kunci motornya kearah Johan.
Mereka berdua pulang bersama menuju cafe yg biasa di datanginya, namun di tengah perjalanan tak sengaja Ayu melihat sosok wanita yg dari belakang mirip dengan Tika yg menuju berlawanan arah dengan tempat kos Tika, Ayu menggelengkan kepalanya pelan, dia meyakinkan hatinya kalo wanita itu hanya mirip saja dan tidak mungkin Tika kelayapan tanpa tujuan yg jelas.
Sedangkan disinilah Tika berada, di depan markas Rio yg sudah beberapa kali Tika datangi. Tika mengelus dadanya pelan, dia tau jika tadi Ayu sempat menatap intens kearahnya waktu berpapasan di jalan, untungnya dia memakai masker dan jaket anak buah Rio jadi Ayu tidak bisa mengenalinya.
"Ada apa lo manggil gue Mir?, gue gak mau ya kalo lo perintah seenaknya, disini gue hanya akan patuh dengan Bos Rio bukan dengan lo ataupun Ali". Kata Tika angkuh sambil melipat tangannya di depan dada.
'Sombong banget nih curut, kalo gue gak butuh dia udah gue lempar dari tadi ke hutan biar di makan harimau'. Batin Miranda sambil mengepalkan tangannya menahan kesal.
"Justru itu gue panggil lo kesini buat menyusun rencana untuk membebaskan Rio". Ucap Miranda dengan datar, "Lo gue tugaskan mengecoh perhatian mereka supaya lengah dalam mengawasi Rio, gue udah dapat lokasinya yg jauh dari lapas dan sebisa mungkin lo ulur waktunya sampai gue dan yg lainnya bisa membebaskan Rio". Lanjutnya.
"Lalu apa yg harus gue lakukan agar perhatian mereka beralih ke gue semua?". Tanya Tika penasaran. Jujur, Tika tidak punya ide untuk hal seperti ini karena ini merupakan pertama kalinya dia ikut bergabung dalam aksi seperti ini.
"Gampang itu..". Miranda menjentikkan jarinya lalu mengotak - atik ponselnya dan tidak lama kemudian ponsel Tika berbunyi tanda ada pesan masuk.
"Mkasudnya apa lo kirim chat ke gue". Tika bingung dengan ulah Miranda, harusnya dia bicara saja dengannya tak perlu mengiriminya pesan, karena memang saat ini Tika sedang berhadapan dengan Miranda.
"Ternyata lo itu bodoh ya.. Lo gak sadarkan kalo selama ini ponsel lo itu di sadap oleh mereka, jadi siapapun yg menghubungi lo ataupun sebaliknya mereka pasti tau begitu juga sekarang, jadi tunggu aja mereka masuk ke dalam perangkap kita, yg penting lo bersiap akting semaksimal mungkin agar mereka percaya lo teraniaya dan tertindas, gue akan atur semuanya seolah - olah itu real". Miranda tersenyum smirk, dia sudah memikirkan rencana ini berulang kali dan dia yakin pasti rencananya akan berhasil. Miranda membuat seolah - olah disini Tika hanya di manfaatkan olehnya saja dan berakhir dianiaya serta di tindas karena tidak mau menuruti keinginannya untuk mencelakai Arunika. Semua itu Miranda lakukan agar Arunika dan yg lainnya percaya jika Tika berada di pihak Arunika bukan di pihaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My CEO is My Ex (Tamat)
Teen FictionBagaimana jadinya jika mantanmu adalah CEO di tempatmu bekerja, apalagi dia yg telah menorehkan luka di hatimu dan membuat kepercayaanmu hilang terhadap lelaki, hingga menganggap semua lelaki itu sama, seperti pepatah "Habis manis sepah di buang". ...
