83.

116 2 0
                                        

Selamat hari raya Idul Fitri 1446 H
Minal aizin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏



Devian dan tuan David pulang menuju mansion keluarga Mahawira, sedangkan Arunika masih berada di restoran bersama si kembar Rania dan Tania.

"Pah, bisa jelasin maksud papah tadi itu apa?". Tanya Devian setelah mereka duduk di ruang keluarga.

"Ya gitu". Jawab tuan David sambil mengangkat bahunya cuek.

"Devian tau papah gak mungkin tiba - tiba mindahin Arunika gitu aja kalo tidak ada alasannya, apalagi ini juga menyangkut hubunganku dengannya". Kata Devian menatap papahnya dengan serius.

"Papah hanya ingin memberi sedikit pelajaran agar kamu tidak mempermainkan anak gadis orang". Jawab tuan David yg membuat Devian mengernyitkan dahinya bingung.

"Maksud papah gimana?, Dev gak pernah mempermainkan gadis manapun Pah". Bantah Devian. Devian merasa tidak pernah mempermainkan perasaan cewek manapun, karena dia langsung menolak kejam siapapun yg ingin berdekatan dengannya selain Arunika tentunya.

"Kamu yakin?, bukannya kamu dulu pernah mempermainkan Arunika hingga menjadikannya bahan taruhan dan mengabaikannya". Kata tuan David yg membuat Devian menegang di tempat.

"Pa-papah tau dari mana?". Tanya Devian tergagap. Devian bingung sekaligus cemas jika hubungannya dengan Arunika akan ditentang oleh Papahnya karena di rasa dia tidak pantas bersanding dengan Arunika.

Tuan David yg melihat wajah cemas putranya pun menjelaskan awal mula dia tau cerita itu, tuan David juga meminta Devian agar tidak salah paham dengan Arunika karena dia dan Oma Renata lah yg memaksa Arunika untuk bercerita bukan Arunika yg ingin bercerita sendiri.

"Awalnya Papah marah dan kecewa sama kamu tapi setelah tau jika Arun sudah memaafkan kamu dan mendengar alasan kamu Papah jadi ingin memberimu sedikit pelajaran agar ke depannya kamu tidak mengabaikan kekasihmu lagi demi wanita lain apapun itu alasannya". Ujar tuan David pada putranya.

Devian mengangguk setuju, "Devian janji itu yg pertama dan terakhir kali Dev ngelakuin hal bodoh Pah", Devian menghela nafasnya sambil menatap Papahnya dengan penuh keseriusan " Lagian Dev sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan kedua dari Arun dan Dev tidak akan menyia - nyiakan kesempatan itu". Tekadnya. Tuan David menepuk pundak sang putra, "Buktikan kalo kamu pantas bersanding dengan Arunika dan kamu tulus mencintainya". Lanjutnya sebelum beranjak pergi ke lantai atas masuk ke dalam kamarnya.

"Baik pah, Dev akan lakuin yg terbaik bukan hanya untuk diri Dev pribadi tapi untuk Arunika juga". Ucapnya mantap.

Tuan David yg sudah menaiki tangga pun menoleh sejenak kearah putranya, "Papah percaya kalo kamu bisa, semangat.. Papah selalu berdo'a yg terbaik untukmu". Setelah memberi semangat pada putranya, tuan David melanjutkan langkahnya menuju kamarnya yg berada di lantai dua, begitupun Devian yg bergegas pergi ke kamarnya untuk membersihkan badannya.

***

Berbeda dengan di Restoran, Arunika masih asyik berbincang - bincang dengan Rania dan Tania untuk melepas rindu.

"Guys gue ke toilet dulu ya". Kata Rania beranjak dari duduknya pergi ke toilet.

"Apa lo udah bisa ngelupain dia Tan?". Tanya Arunika pada Tania. Dulu semasa Arunika masih kuliah di new york Tania sering pergi ke new york untuk menemui kembarannya dan Tania juga sering meminta pendapat kepada Arunika bahkan curhat tentang masalah asmaranya pada Arunika. Tania dulu memilih kuliah di Berlin karena disana dekat dengan Oma'nya yg asli Jerman.

"Belum, susah ngelupain dia apalagi dia adalah cinta pertama gue". Jawab Tania sambil menatap ke depan dengan pandangan kosong. Dia jadi teringat kenangan - kenangan manisnya bersama sang mantan kekasih yg baru saja putus. Tania putus dengan kekasihnya bukan karena selingkuh atau di selingkuhi tapi dia putus karena perbedaan keyakinan yg tidak akan bisa membawa hubungan mereka ke jenjang yg lebih serius meski mereka berdua saling cinta.

"Yang sabar aja, jika memang dia jodoh lo pasti kalian akan di persatukan kembali". Arunika mengelus bahu Tania untuk memberinya kekuatan, "Tapi jika tidak berjodoh, secinta apapun kalian berdua pasti akan tetap berpisah terlebih ada tembok yg tinggi diantara kalian". Sambung Arunika. Arunika merasa kasian terhadap Tania dan mantan kekasihnya, mereka berdua saling cinta dan sudah berkomitmen sejak lama tapi harus di paksa berpisah karena beda keyakinan.

"Oh ya dari dulu lo belum jawab pertanyaan gue siapa nama mantan lo itu?". Tanya Arunika lagi.

Tania menghela nafasnya panjang, hatinya sesak saat menyebut nama sang mantan kekasih yg masih bertahta di hatinya sampai saat ini, "Namanya Riko, dia juga berasal dari Indonesia lebih tepatnya dari jakarta". Jawaban Tania membuat tubuh Arunika menegang di tempat.

Deg

Pikiran Arunika berkelana kemana - mana, mendengar Tania menyebut nama Riko Arunika jadi teringat dengan Riko sahabat Devian yg juga teman semasa SMA'nya. Arunika menggelengkan kepalanya, dia mencoba menampik apa yg baru saja di pikirkan karena menurutnya Riko di Indonesia maupun di Jakarta tidak hanya satu, ada puluhan bahkan ratusan Riko di Jakarta jadi tidak mungkin Riko mantan kekasih Tania itu adalah Riko yg sama dengan sahabat Devian.

"Lo kenapa Run?, apa lo kenal dengan Riko?". Tanya Tania yg penasaran saat melihat perubahan dari wajah Arunika.

"Kalo boleh tau siapa nama lengkap mantan lo itu?". Tanya Arunika sambil menatap Tania intens.

"Nama lengkapnya adalah Riko...". Belum sempat Tania menyeleasikan ucapannya, ponselnya tiba - tiba berbunyi, ada panggilan masuk dari seseorang di seberang sana. Saat melihat siapa yg menelponnya raut wajah Tania berubah menjadi sendu, Tania menghela nafasnya kasar dengan mata berkaca - kaca, tanpa berlama - lama Tania me reject panggilannya dan men nonaktifkan ponselnya.

"Kenapa gak lo angkat Tan?, apa itu dia?". Tanya Arunika yg di jawab anggukan oleh Tania.

"Yasudah gak usah lo ladenin dari pada lo tambah sakit hati dan gak bisa ngelupain dia, mending sekarang habisin makanan lo setelah ini kita jalan - jalan ke mall mumpung lo ada di jakarta". Tania menurut apa yg di ucapkan oleh Arunika, mereka melanjutkan makannya sambil menunggu Rania yg masih berada di toilet.

"Sorry guys lama, antri tadi". Ucap Rania sambil mendudukkan pantatnya di kursi, "Kalian sudah selesai?". Tanya Rania saat melihat makanan di piring saudara kembarnya dan Arunika sudah ludes.

"Hmm.. Cepat habiskan makanan lo setelah itu kita ke mall mumpung Tania di jakarta kita girls time bareng". Ucap Arunika yg di angguki Tania.

Sepuluh menit berlalu, mereka keluar dari restoran setelah membayar makanannya dan menuju ke mall seperti yg sudah di rencanakan, namun saat perjalanan menuju mall Arunika melihat seseorang yg mirip dengan salah satu sahabatnya di kantor sedang berbicara dengan pria berbaju hitam dengan wajah yg di tutup masker dan kaca mata hitam, Arunika mengernyitkan dahinya, untuk apa sahabatnya itu bertemu dengan orang misterius di saat jam kantor walaupun jarak taman dengan kantornya tidak terlalu jauh dan bisa di tempuh hanya dengan jalan kaki. Arunika meminta Rania yg sedang mengemudi mobil untuk menepikan mobilnya sebentar, Arunika dengan perlahan mendekat kearah seseorang yg dia duga adalah sahabatnya di kantor. Arunika bersembunyi di balik pohon besar yg tidak jauh dari taman, dan saat di lihat dengan cermat ternyata itu memang benar sahabatnya.

"Apa yg harus gue lakukan selanjutnya?". Tanya sahabat Arunika itu.

"Tunggu perintah dari gue, dan jangan bertindak gegabah agar mereka tidak curiga". Jawab pria misterius itu.

"Baiklah, kenapa lo yg nemuin gue?, dimana si boss?". Tanya sahabat Arunika lagi.

"Boss sedang ada urusan, lebih baik sekarang cepat kembali masuk ruangan jangan sampai ada yg tau lo ketemu dengan gue". Ucap pria misterius itu yg di angguki oleh sahabat Arunika. Setelahnya mereka berdua pergi meninggalkan taman, dan tanpa mereka tau jika ada orang lain yg mendengar perkataannya.

"Siapa laki - laki itu?, apa urusannya dengan Tika?". Tanya Arunika dalam hati. "Gue harus menyelidikinya, jangan sampai Tika terjerumus ke jalan yg sesat".

Arunika melamun sambil menatap punggung Tika sahabatnya yg semakin menjauh, hingga..

"Arun Ayo nanti keburu sore". Teriak Rania mengagetkan Arunika.

Arunika beranjak dari tempat persembunyiannya lalu masuk ke dalam mobil Rania dan mereka melanjutkan perjalanannya menuju mall.

My CEO is My Ex (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang