Hari pertama Arunika masuk kerja di kantor lagi dia banyak mendapat lirikan sinis serta berbagai cibiran dari karyawan MW Group.
Para karyawan yg tidak suka dengan Arunika merasa iri karena bisa sesuka hatinya masuk kantor dan izin libur tanpa mendapat teguran dari atasan, bahkan ada yg julid jika Arunika sengaja menggoda Devian agar mendapat keistimewaan di kantor. Mereka juga menggosipkan kejadian minggu lalu saat Devian menyelamatkan Arunika, banyak berita simpang siur yg membuat Arunika semakin tidak nyaman saat masuk ke kantor untuk pertama kalinya setelah izin cuti. Berbagai tatapan sinis di layangkan oleh karyawan MW Group terutama kaum hawa yg sangat mengidolakan Devian, mereka tidak terima bila Devian terluka gara - gara menolong Arunika yg notabene'nya hanyalah karyawan baru.
Ayu yg mendengar banyaknya karyawan wanita menggosipkan sahabatnya pun menjadi marah, berulang kali juga Ayu memperingati mereka agar tidak berbicara sembarangan dan membuat gosip yg tidak - tidak, tapi mereka malah mengejek Ayu yg katanya sebelas dua belas dengan Arunika si wanita penggoda. Ayu yg di katai seperti itu ingin sekali merobek mulut mereka satu per satu namun itu tidak mungkin bisa dia lakukan karena dia hanya sendiri sedangkan mereka banyak. Saat Ayu sedang mati - matian menahan amarahnya agar tidak meledak tiba - tiba dia mendapat ide brilliant di kepalanya, Ayu tersenyum smirk sambil mengeluarkan ponselnya dari tasnya dan menyalakan rekaman suara tanpa mereka sadari. Ayu berlagak tidak mendengar apa yg mereka ucapkan tadi supaya mereka mengulangi cibirannya terhadap Arunika. setelah Ayu mendapat bukti suara mereka dengan segera Ayu beranjak pergi menuju ruangan Oma Renata yg kebetulan saat ini beliau datang untuk menyambut tamu dari Singapura.
Tok tok tok
Ayu mengetuk pintu ruangan Oma Renata dan setelah mendapat sahutan dari dalam barulah Ayu masuk.
"Permisi nyonya, maaf mengganggu waktunya." ucap Ayu yg berdiri di depan meja kerja Oma Renata sambil membungkukkan badannya sedikit tanda hormat.
"Ya, ada apa kamu keruangan saya." kata Oma Renata sambil membenarkan kaca matanya, menatap intens wajah Ayu yg tidak asing di ingatannya. Tidak lupa Oma Renata juga meminta Ayu untuk duduk di hadapannya.
"Maaf sebelumnya jika apa yg akan saya bicarakan bukan mengenai pekerjaan, tapi ini juga penting karena menyangkut nama baik seseorang." Ayu menjadi grogi saat di tatap intens oleh Oma Renata, namun dia membulatkan tekadnya untuk membicarakan hal ini pada Oma Renata agar bisa menindak lanjuti masalah ini.
Oma Renata mengangguk saat mengingat ternyata wanita di depannya ini adalah sahabat dari calon cucu menantunya, "Katakanlah."
Ayu mengotak atik ponselnya sebentar lalu di sodorkan kehadapan Oma Renata, "Saat ini Arunika banyak mendapat cibiran dari karyawan disini nyonya, bahkan tadi saya melihat ada yg dengan sengaja melempari Arunika menggunakan tepung namun kejadian itu tidak lama karena pak Erick datang dan membubarkan mereka." jelas Ayu saat Oma Renata telah selesai mendengar rekaman suara itu.
"Kurang ajar mereka, berani - beraninya mereka membully calon menantu keluarga Mahawira." Oma Renata marah mendengar suara - suara yg mencibir serta merendahkan Arunika, "Kenapa Erick tidak bicara apapun pada saya tentang ini." gumam Oma Renata yg masih bisa di dengar oleh Ayu.
"Maaf nyonya yg saya tau saat ini pak Erick sedang sibuk bersama Arunika sedang menyiapkan penyambutan untuk tamu kita dan materi yg akan di bahas nantinya." kata Ayu yg memang tau dari Arunika.
Arunika tidak mau menanggapi cibiran dari mereka - mereka yg tidak suka dengannya dan Arunika lebih memilih mengerjakan tugasnya yg menumpuk sambil menyiapkan materi untuk tamu pentingnya dari pada meladeni orang - orang yg tidak suka padanya. Karena prinsip Arunika 'tidak perlu menjelaskan apapun pada orang yg tidak suka dengan kita, cukup diam dan buktikan jika kita lebih baik dari mereka yg suka menghujat dan mencibir tanpa tau kebenarannya.'
Oma Renata menganggukkan kepalanya, lalu menekan tombol telepon yg tersambung ke ruangan Erick. "Erick cepat ke ruangan saya segera." perintah Oma Renata yg langsung menutup sambungannya tanpa menunggu jawaban dari Erick.
Tidak lama Erick pun datang dan tanpa basa - basi Oma Renata menanyakan tentang kejadian saat Arunika di lempari tepung dan juga menyalakan rekaman dari Ayu. Erick menjadi terkejut karena Oma Renata dengan cepat mengetahui kejadian itu, sebenarnya tadi Erick memang ingin memberitahu Oma Renata tentang kejadian itu namun Arunika mencegahnya karena saat ini mereka sedang di kejar waktu untuk menyiapkan materi rapat dan akhirnya Erick setuju dengan perkataan Arunika agar tidak melapor pada Oma Renata, mungkin setelah rapat selesai Erick akan menceritakan kejadian tadi pada Oma Renata agar bisa di tindak lanjuti.
Oma Renata mengomeli Erick habis - habisan karena kurang tegasnya Erick sebagai asisten pribadi Devian, seharusnya tanpa memberitahu dirinya pun Erick bisa memberi sedikit pelajaran kepada mereka yg telah membully Arunika dan menegurnya agar tidak melakukan itu terlebih pada Arunika.
Erick yg di omeli pun hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya pasrah, disini dia juga salah karena kurang tegas dalam menyikapi masalah. Setelah Oma Renata selesai dengan omelannya, Erick memberanikan diri menatap Oma Renata dan meminta maaf pada beliau. Oma Renata menganggukkan kepalanya saja dan meminta Erick untuk memanggil para karyawan yg sudah membully dan menjelek - jelekkan nama Arunika.
Lima belas menit kemudian Erick dengan sigap membawa para karyawan wanita itu ke hadapan Oma Renata. Saat melihat lima wanita berjejer rapi di depannya dengan pakaian super ketat membuat Oma Renata menatap mereka dengan tajam, dan mereka yg di tatap pun menjadi ketakutan pasalnya Oma Renata mengerikan saat sedang marah.
"Apa kalian tau untuk apa kalian di panggil kemari?." tanya Oma Renata pada lima wanita itu yg sedang menoleh satu sama lain mencari jawabannya namun saat melihat ada Ayu di dalam sana kelima wanita itu malah menatap Ayu dengan tajam bak elang. Ayu yg di tatap sedemikian rupa hanya cuek saja.
Kelima wanita itu menggelengkan kepalanya sambil menjawab tidak tau, Oma Renata yg mendengar jawaban itu menjadi kesal dan dengan gerakan matanya Oma Renata mengkode Erick untuk memutar rekaman itu serta video yg di ambil dari cctv. Kelima wanita itu sontak terkejut hingga wajahnya pucat pasi, mereka menjadi gemetar ketakutan karena aksinya di ketahui oleh Bos besar mereka. Mereka meminta maaf pada Oma Renata dan berkata jika mereka khilaf, mereka hanya tidak senang bila Arunika mendapat perlakuan istimewa dari Boss mereka, padahal status Arunika itu sama dengan mereka, sama - sama karyawan. Oma Renata yg mendengar itu menjadi geram, mereka tidak menyesal dengan perbuatannya dan malah mengutarakan rasa iri'nya pada Arunika. Dengan menahan amarah Oma Renata memberi mereka SP 1 dan juga hukuman membersihkan toilet wanita dari lantai 1 sampai lantai 5 selama seminggu.
Oma Renata tidak serta merta menghukum mereka, Oma Renata hanya ingin membuat mereka jera dan tidak mengulangi kesalahannya pada karyawan yg lainnya di kemudian hari. Kelima wanita itu ada yg pasrah dan menerima hukumannya, juga ada yg mengumpati Arunika dalam hati dan ingin membalas Arunika dengan hal yg lebih keji lagi.
***
Hari weekend tiba saat ini Arunika berencana ingin mengajak Devian jalan - jalan ke taman kota, mereka menuju taman kota menggunakan mobil yg di kendarai oleh Arunika, saat tiba di taman kota Arunika mengajak Devian pemanasan terlebih dahulu sebelum berjalan cepat mengitari taman.
Setelah lima belas menit pemanasan mereka berjalan sambil menikmati sejuknya udara pagi hari. Belum sampai dua putaran, tiba - tiba di belakang mereka ada seorang pria tampan yg memanggil Arunika dengan cukup keras.
"Arun.. tunggu." teriak seorang pria yg berjalan mendekat kearah mereka. Dengan spontan Arunika beserta Devian menoleh kearah suara.
Arunika tersenyum manis saat melihat sosok pria tampan yg berada di depannya.
"Bisa bicara sebentar?." tanya pria tampan itu sambil menatap intens Arunika.
KAMU SEDANG MEMBACA
My CEO is My Ex (Tamat)
Roman pour AdolescentsBagaimana jadinya jika mantanmu adalah CEO di tempatmu bekerja, apalagi dia yg telah menorehkan luka di hatimu dan membuat kepercayaanmu hilang terhadap lelaki, hingga menganggap semua lelaki itu sama, seperti pepatah "Habis manis sepah di buang". ...
