89.

95 1 0
                                        

Dirgahayu Republik Indonesia ke - 80.




Di dalam kantor polisi Tika di interogasi oleh Raka dan Raditya, awalnya Tika berkata bohong namun berkat desakan dan sedikit ancaman dari Raditya akhirnya Tika mengatakan motifnya ikut bergabung bersama Rio dan Miranda karena dia ingin merebut Devian dari Arunika dan benci dengan Arunika. Tika berkata jika dia mencintai Devian dan ingin memilikinya, makanya dia meminta bantuan Rio yg juga menaruh rasa pada Arunika, lebih tepatnya mereka berdua sama - sama terobsesi dengan Devian dan Arunika. Tika juga memohon kepada Raka dan Raditya supaya tidak memasukkannya ke dalam penjara, namun dengan tegas Devian menolaknya dan tetap akan memproses kasusnya ke jalur hukum. Devian ingin membuat Tika jera supaya ke depannya tidak mengulangi perbuatannya lagi karena tidak hanya sekali Tika mencoba mencelakai Arunika walaupun usahanya bisa di gagalkan oleh anak buah Devian.

Sesuai kesepakatan Tika, Ali dan beberapa anak buah Rio  saat ini menjadi tahanan sementara sampai proses sidang selesai dan di jatuhkan hukumannya. Devian juga sudah menyerahkan semua bukti kepada pihak berwajib, dan saat ini mereka tinggal mencari keberadaan Miranda yg berhasil kabur.

"Bagaimana rencana selanjutnya?". Tanya Devian sambil menatap Raka dan Raditya. Mereka bertiga saat ini berada di apartement Raditya.

"Untuk saat ini kita sulit menemukan jejaknya, tapi gue sudah menugaskan tim intel lainnya untuk berpencar mencari keberadaan Miranda, semoga sebelum perayaan ulang tahun perusahaan MW Group dia sudah tertangkap". Jawab Raka sambil mengotak - atik ponselnya mengirim pesan kepada rekannya yg tersebar di berbagai wilayah.

"Ya semoga saja, kalo gitu gue pamit dulu Bang, Dit". Pamit Devian yg di angguki oleh Raka dan Raditya.

Devian beranjak dari duduknya, dia ingin pergi ke kantor mengecek keadaan kekasihnya serta menceritakan perihal Tika kepada Arunika. Bagaimanapun juga Arunika berhak tau kelakuan busuk wanita yg sudah di anggapnya sahabat itu.






                               ***




"Arun bisa ke ruanganku sebentar". Ucap Devian melalui sambungan telepon saat dia sudah sampai di ruangannya.

Tok tok tok

Arunika masuk ke ruangan Devian setelah mendengar jawaban dari dalam.

Dengan lirikan matanya Devian mengkode Arunika untuk duduk di sofa.

"Ada apa kamu memanggilku?". Tanya Arunika saat Devian mendudukkan pantatnya di sampingnya.

Devian menghela nafasnya panjang, sebelum menjawab Devian mengotak - atik ponselnya lalu menyodorkan kearah Arunika, "Kamu liat dulu video itu baru nanti aku jelasin". Ujar Devian.

Arunika yg penasaran pun menurut saja, dia terkejut saat melihat rekaman video itu, disana terlihat jika wanita yg selama ini dia anggap sahabat telah bersekongkol dengan musuhnya dan mencelakainya, Tika juga membuat pengakuan jika dia benci Arunika dan ingin merebut Devian darinya. Tanpa sadar tangan Arunika terkepal erat hingga buku jarinya memutih, pada 'Dia marah Tika yg berhianat padanya. Apa salah dia sampai Tika membencinya', ucap Arunika dalam hati.

Dengan wajah merah padam Arunika menatap Devian, "Dimana wanita itu sekarang?". Tanya Arunika berapi - api. Ingin rasanya Arunika menampar wajah sok polos Tika.

"Dia berada di penjara, aku tadi malam sudah memberinya sedikit pelajaran sebelum menyerahkannya pada pihak berwajib". Jawab Devian.

"Kenapa kamu tidak pernah bilang kalau Tika itu jahat dan berniat ingin mencelakaiku?". Protes Arunika lagi dengan wajah kesalnya.

"Karena waktu itu aku belum cukup bukti, takutnya kamu tidak percaya dengan ucapanku". Jawab Devian lagi lalu menatap intens wajah cantik gadis di sampingnya ini, "Asal kamu tau dia sudah beberapa kali mencelakai kamu namun aksinya bisa di gagalkan oleh anak buahku yg berjaga di sekitarmu". Lanjutnya sambil mengelus surai hitam kekasih pujaannya itu.

Arunika syok mendengar penuturan Devian, begitu kejamnya Tika sampai tega mencelakainya padahal setaunya dia tidak melakukan kesalahan besar pada Tika.

"Apa aku boleh menemuinya?". Arunika ingin melihat wajah terakhir mantan sahabatnya yg berkhianat dan memakinya sepuas hati.

"Boleh, tapi kamu jangan terkejut kalo melihat wajahnya berubah menjadi menyeramkan". Kata Devian sambil tersenyum tipis. Dia puas teringat kemarin bisa melanjutkan kesenangannya mengukir karyanya lagi di pipi Tika sebelah kanan setelah Raditya menghentikan aksinya sejenak, alhasil wajah Tika terlihat seperti monster yg menyeramkan.

Arunika mengernyitkan dahinya, apa yg di perbuat pria tampan di sampingnya ini hingga membuat wajah Tika menjadi seram, jangan bilang jika Devian...

Arunika menggelengkan kepalanya, tidak mungkin Devian tega melukai wanita yg masih berstatus sebagai karyawannya meskipun wanita itu sudah berbuat jahat. Tanpa Arunika sadari apa yg sedari tadi dia pikirkan itulah kenyataannya.

Setelah sepakat akan mengunjungi Tika sehabis pulang dari kantor akhirnya Arunika kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya yg tertunda. Arunika akhir - akhir ini juga sangat sibuk menghandle acara perayaan ulang tahun perusahaan MW Group yg akan di gelar minggu depan.





                               ***






Saat jam istirahat tiba, seperti biasa Arunika bergabung dengan Ayu dan Johan yg telah menunggunya di kantin.

"Guys.. Ada yg tau gak dimana Tika sekarang?, pasalnya dari tadi malam dia tidak pulang ke kostnya". Suara Ayu memecah keheningan karena Arunika dan Johan sibuk dengan makanan di depannya.

Arunika yg mendengar pertanyaan dari Ayu pun mengangkat bahunya acuh, dia pura - pura tidak mengetahui keberadaan Tika sekarang.

"Napa gak lo telepon Tika aja". Usul Johan santai yg mendapat timpukan tissu dari Ayu.

"Kalo handphone'nya aktif gue gak akan nanya lo bod*h", kesal Ayu pada Johan yg suka bicara ceplas - ceplos.

"Santai aja kalee.. Mungkin aja Tika sedang ada acara keluarga hingga tak sempat mengabari kalian". Kata Johan yg menangkis timpukan tissu dengan kedua tangannya di depan wajahnya.

"Tapi gue curiga deh sama dia yg akhir - akhir ini sering bertemu dengan orang asing yg berpakaian serba hitam". Ayu mengeluarkan unek - uneknya yg sedari kemarin dia simpan.

Arunika mendengar ucapan Ayu pun langsung menatap sahabatnya itu serius. "Lo liat dia dimana?". Tanya Arunika.

"Gue liat dia pergi kearah taman belakang kantor, apa lo juga pernah mergokin dia Run?". Ayu balik bertanya pada Arunika.

Arunika menghela nafasnya panjang sebelum menjawab pertanyaan Ayu, "Kalo kalian penasaran tentang Tika, kalian bisa ikut gue sepulang dari kantor nanti". Ucap Arunika dengan nada datarnya.

Ayu dan Johan mengernyitkan dahinya bingung, "Memang kita mau kemana?, lo tau sesuatu?". Johan memicingkan matanya curiga menatap Arunika.

"Nanti kita bahas di luar, gak enak kalo di bahas di kantor apalagi sekarang kita sedang berada di kantin, gue gak mau ada yg mendengar percakapan kita". Arunika berkata lirih sambil menatap sekitar yg ikut menatap kearah mereka karena penasaran dengan suara Johan yg agak keras tadi.

Ayu dan Johan pun mengangguk setuju meskipun sebenarnya mereka berdua sangat penasaran dengan apa yg akan Arunika tunjukkan pada mereka.

My CEO is My Ex (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang