Bismillah
Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih💚
**********
Suasana begitu sepi. Di sini, kami menikmati suasana langit yang mendung. Angin berhembus kencang membuat pohon dan ranting bergoyang.
Hujan turun semakin deras. Petir menggelegar. Angin kencang membuat suasana menjadi lebih dingin dari sebelumnya.
"Ayo ke kamar, dek."
Dia memegang tanganku. Aku berjalan lebih dulu. Kulihat bapak dan ibuk tertidur di depan TV. Aku mengunci semua pintu dan menutup jendela.
Aku membuka pintu kamar, Mas Agus menutupnya pelan lalu menguncinya. Dia merebahkan diri di ranjang. Aku bergerak menutup tirai dan jendela sebab derasnya hujan membuat rintik air masuk ke dalam kamar kami.
"Gak usah ditutup jendelanya."
"Dingin, Mas."
"Enggak."
"Mas nanti masuk angin loh"
"Tadi katanya wes siap, kok malu"
Jelas aku malu sebab walaupun suami istri, tapi kami belum pernah seintim ini. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Aku sudah memutuskan untuk melayaninya. Aku juga harus memberi kesempatan padanya untuk menjalankan tugasnya sebagai suami.
"Hujannya makin deras, Mas. Bentar kututup dulu. Masuk angin nanti kita."
Dia tertawa lebar. Pasti dia tahu kalau hatiku berdebar. Aku gugup karena kupikir bukan di tempat ini kami menyatu, tapi di tamar kami.
Ternyata takdir membawa kami ke kamar sederhana ini, dengan suasana yang begitu tenang dan hujan yang semakin deras. Aku menatap wajahnya. Sepasang bola mata yang kutatap dengan penuh kekaguman. Senyumnya sangat meneduhkan.
Di dalam selimut kita saling mememahami perasaan. Mempelajari sentuhan demi sentuhan. Senyum dan tatapan mesra menghangatkan buaian. Tak perlu menunggu lagi. Kami berdua sudah siap untuk segalanya.
Namun, sebelum kami benar-benar melayang, dia berbisik.
"Kamu tahu kenapa aku nggak pernah minta dan memaksa?
Aku menggeleng pasrah dan menunggu.
"Kamu itu wanitaku, aku harus menepati kesepakatan antara kita dan menggaulimu dengan rasa saling cinta. Terimalah aku, Dek...."
Air mataku menetes menahan haru. Mas Agus memberikan seluruh kehangatan yang dia punya. Dia mengajakku terbang ke surga. Pelan dan semakin dalam. Suamiku ini memberi kenikmatan tiada tara. Semakin lama semakin indah. Kami berdua mereguk kenikmatan paripurna.
Hujan deras seperti dipersembahkan alam untuk kita. Dia tidak hanya menghadirkan rasa sejuk. Tapi gemericiknya meredam desah dan rintih kami yang menyeruak dalam kesunyian.
Kami bermandi peluh di tengah udara yang begitu dingin.
Aaahhh akhirnya,
hari ini aku double up ya. Karena mau kejar tayang
Semoga kalian suka, jangan lupa vote dan komen yaaaa 🥰 🥰 🥰 🥰 🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sang Duda (Terbit)
RomanceCERITA INI AKU REVISI!!!! Alur cerita tetap sama ya, tetapi ada tambahan cerita agar lebih nyambung. Saran kalian di kolom komentar juga jadi bahan pertimbangan revisi, selamat membaca kembali... Usia hanyalah angka nyatanya yang lebih tua paham car...
