12

6.8K 144 16
                                        

Bismillah
Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih💚



****************

Semenjak kepulangan Agus dari luar kota kemarin Sari merasakan ada yang beda dari sikapnya. Biasanya mereka akan mengobrol sebelum tidur, setiap pagi akan minta dimasakin menu, dan kemanapun Agus pergi pasti pamit. Tapi kali ini tidak, Agus akan pergi pagi sekali ke sawah pulang siang hari hanya untuk makan langsung berangkat pulang sore mau magrib, nanti malam jika tidak main hp sambil senyum akan pergi main ke rumah temannya. Sari merasa diabaikan, merasa kehadirannya tidak lagi dianggap ada.

Sari sudah mencoba bertanya apakah ada kesalahan yang dia perbuat atau ada hal lain yang membuat Agus bersikap demikian.

"Mas, kok berangkat pagi lagi, ada masalah disawah." Tanya Sari.

"Ndak, cuma mas ngawasin kerja mereka aja takut nggak sesuai." Jawab Agus.

"Bukannya mereka sudah biasa kerja sama mas, jadi ndak perlu ditunggu." Alasan sari.

"Wes, aku berangkat." Agus berangkat begitu saja tanpa pamitan.

"Nanti siang bekalnya Tak anter mas." Jawab sendu Sari.

******


Hari ini Agus sangat bahagia karena wanitanya akan pindah tempat tinggal di Desa dekat rumahnya. Sebelumnya mereka sudah saling kontak untuk menanyakan rumah Dan saling cerita tentang keinginan Agus.

Sudah seminggu ini Agus sibuk mencarikan tempat tinggal untuk wanitanya. Setelah Tanya sana sini akhirnya dapat rumah yang lumayan bagus dan nyaman untuk ditinggali.

"Dek, rumahnya sudah dapat." Kabar Agus.

"Dimanna mas, harganya berapa, kapan aku bisa pindah." Tanya dia beruntun

"Di desa sebelah, sudah aku bayar dek kamu tinggal terima beres. Lusa sudah bisa pindah." Jawab Agus.

"Lho kok dibayarin, kan yang mau tinggal aku. Ndak usah mas pokoknya aku mau bayar." Kekeh wanita itu.

"Iya dek, nanti kalau sudah pindahan Kita bahas lagi ya." Agus akhirnya mengalah.

Mereka mengakhiri percakapan itu, kini Agus meninjau rumah di desa sebelah memastikan tidak ada kekurangan dalam kebutuhan rumah itu.

Agus merogoh kocek begitu banyak untuk membeli kebutuhan rumah, tapi Tak jadi masaalah baginya. Toh ini juga akan berguna nantinya.

Sari hari ini mengantar makan ke sawah. Sudah lama tidak ke sawah akhirnya ke sawah lagi. Rindu rasanya dengan suasana sawah karena akhir-akhir ini dia malas ke sawah nanti ada pekerja yang mengambil ke rumah.

"Pak, mari makan dulu."

Perintah Sari pada pekernjanya saat sudah sampai di saung.

"Nggeh mbak, sedikit lagi." Jawab pekerja.

"Makan dulu sudah siang, dilanjut nanti lagi."

Perintah Sari dengan tegas.

"Lho mas Agus ndak ke sawah Pak? Tadi Tak lihat kok nggak ada motornya??"

Tadi Sari tidak melihat motor Agus di pinggur jalan biasanya morot itu terparkir disana jika Agus di sawah.

"Lhoo, sudah 2 minggu ini bapak ndak ke sawah buk. Malahan kerjaan diserahkan ke Pak Min untuk mengawasi kami." Jawab salah satunya.

"Owalah iya." Ada rasa curiga di hati Sari.

"Wah sudah lama ndak ke sawah ya buk, sibuk ya dirumah." Guyon mereka sembari makan.

"Iya bulek, biasa pekerjaan rumah ndak ada habisnya. Ini nanti kalau sudah tolong dicangkingkan ya Pak Min, aku mau pulang dulu tadi belum selesai nyuci." Pamit Sari meninggalkan saung.

"Iya buk." Jawab Pak Min.

"Dinikmati saja dulu istirahantnya, ndak usah kesusu kerja. Semangat ya bapak-bapak ibu-ibu." Peringat Sari sebelum pergi.

Ditengah perjalanan Sari berfikir kemana perginya Agus selama ini kalau ndak pernah ke sawah.

"Ndak mungkin ke rumah sodara Wong sodaranya rumhanya berjejer semua aku pasti tau" batin Sari.

Hari ini setelah mencuci Sari akan membereskan kamarnya yang sudah lama tidak dibereskan.

Semua sudah tinggal lemari tempat penyimpanan make up, dan perintilan lainnya yang belum dibereskan. Ahh lelah sekali rasanya.

"Lho pada kemana ini uangnya, perasaan uang panen kemarin banyak ada 20 jt lebih disini kok hilang." Monolog Sari.

Sari masih percaya kalau ada tuyul yang biasa ambil uang, tapi masak diambil semua. Nanti kalau mas Agus pulang coba Tak tanyakan.

Hari sudah larut tapi Agus Tak ku Jung pulang, ditelfon juga tidak bisa. Fikiran sari tambah kemana-mana.

Mulai tidak pernah ke sawah, pulang larut, sifatnya berubah, uang simpanan mereka hilang semua. Kemana perginya Agus?? Apakah mencari wanita lain??

Sari mulai berfikiran yang tidak-tidak.




Kira-kira kemana Agus pergi?? Tebak menurut kalian kemana Agus pergi.

Jangan lupa vote dan komen.....🥰🥰🥰

Terimakasih


Cinta Sang Duda (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang