26

5.1K 133 2
                                        

Bismillah
Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih 💚

*************

Sari merasa sangat bahagia dan lega karena bisa menjalani pernikahan yang penuh kasih sayang dan kebahagiaan. Dulu, ia khawatir bahwa pernikahannya akan berjalan menyakitkan dan tidak bahagia, seperti yang ia lihat pada beberapa pasangan lain.

Tapi, kenyataannya sangat berbeda. Agus ternyata menjadi suami yang sangat baik, yang selalu mendukung dan mencintainya. Ia merasa sangat beruntung memiliki Agus sebagai pasangannya.

Sari juga merasa bahwa pernikahannya telah membantunya menjadi lebih dewasa dan mandiri. Ia telah belajar untuk mengelola rumah tangga, memasak, dan melakukan tugas-tugas lainnya dengan baik.

Tapi, yang paling membuat Sari bahagia adalah kasih sayang dan perhatian yang dia terima dari Agus.

Sambil menunggu Agus pulang dari sawah, Sari mau membuka belanjaan online yang dipesannya kemarin.

Dia membeli peralatan masak dan hiasan lucu-lucu buat dipajang di kamarnya.

Dulu dia sangat ingin membeli perintilan seperti ini tapi karena harganya lumayan jadi dia harus menunggu dulu. Kalau sekarang sudah punya suami jadi bisa beli apapun yang dia mau.

Terdengar suara motor dari luar, ternyata Agus sudah pulang dari sawah.

"Lho kok cepet mas?"

"Iya tadi hanya ngawasin sedikit, ini apa kok banyak banget."

"Belanjaanku kemarin"

"Dipakek semua lo tapi dek, kan sudah dibeli jadi harus dipake"

"Siap, kan yang aku beli yang aku suka jadi pasti kepake semuanya."

"Beli online gini nggak takut salah pilih dek?"

"Nggak, kan belinya yang jangan beresiko aja. Kayak ini parutan keju, cetakan roti, kalau barangnya yang sampek nggak sesuai kan nggak rugi banget."

"Ini mau dipasang dimana?"

"Itu mau aku pasang di kamar mas, nanti tolong pasangin ya."

"Bagus-bagus dek, nanti beli lagi lah buat dipasang di ruang tamu."

"Eh mas, kan mas pernah nawarjn renovasi rumah. Nanti kalau ada uang renovasi rumah ya?"

"Kenapa? Ada yang nggak cocok sama desain rumahnya?"

"Nggak sih, tapi aku mau dapurnya dibikin kayak punyak bulek. Nanti bagian depan dicat dengan warna lebih modern mas."

"Itu aja? Kamar mandi atau kamar nggak mau di renov sekalian"

"Nggak, semua sudah bagus cuma mau ganti cat aja sih."

"Ini uangnya baru dipakek buat tanam, ada sebenarnya tapi nanti nunggu hasil panen musim ini ya dek"

"Siap bos"

"Mau makan nggak mas, atau mau nonton?"

"Masih kenyang, nonton aja ayuk"

"Sebentar ini aku beresin mas tunggu di ruang TV aja."

"Nanti jangan lupa bawa cemilan ya dek"

Beginilah kegiatan Sari jika tidak ada kegiatan dia akan menonton film bersama Agus.

Agus tidak pernah komplen tentang pekerjaan Sari di rumah. Selagi tidak membuat lelah Dan semua sudah beres dia membebaskan Sari mau ngapain aja.

"Mas, aku mau nanam bunga di teras boleh ndak"

"Bunga apa?"

"Ya banyak, kayak mawar, anggrek banyaklah"

"Sudah beli bibitnya?"

"Belum"

"Kok tiba-tiba, kenapa?"

"Tadi habis lihat video, rumahnya bagus banget mas ada bunga, sayuran kelihatan asri gitu."

"Kita di desa dek, tanpa bunga juga sudah asri"

"Tapi nanti buat aku kegiatan gitu kalau pas mas keluar, biar aku nggak bosen"

"Ya kalau bosen ikut sama mas"

"Itu mah maunya mas"

"Lho kamu ndak mau?"

"Ya kan nggak setiap hari mas, kalau berkebun kan setiap hari"

"Mas mau kok diikutin setiap hari sama adek"

"Eh mas aku kok belum hamil ya?"

"Tugas kita hanya berusahadek, anak itutitipan. Jadi jangan terlalu dipikirkan ya dek"

"Aku serius mas, Kita sudah menikah hampir 2 tahun kok belum ada tanda-tanda."

"Kita kan baru dek, sudahlah kita nikmatinmasa-masa ini dulu."

"Tapi aku takut mas, nanti kalau nggak bisa hamil gimana"

"Dek, tugas Kita hanya berusaha dan soale anak itu rejeki. Kalau sudah rejeki ya akan jadi milik Kita, kalau belum ya Kita berusaha agar bisa menjadi orang tua biar diberi kepercayaan"

"Tapi mas nggak masalah?"

"Apa masalahnya? Kita menikah untuk saling membahagiakan, jangan sampek hanya karena anak Kita jadi tertekan. Biasa saja mengalir gitu dek."

"Ihhh, serius juga."

"Jadi nanem bunga nggak? Besok kita ke kota beli bunga dan alat berkebun ya"

"Tapi nanti kalau mati gimana?"

"Nanem aja belum dek, sudah mati"

Ketakutan setiap pasangan yang sudah menikah lama tapi belum dikaruniai anak adalah takut tidak bisa memberikan anak untuk suami. Padahal tujuan menikah bukan untuk melahirkan keturunan, itu hanya salah satunya saja banyak tujuan yang lebih penting dari itu.

**********

Jangan lupa vote dan komen yaaaa 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

Nantikan kejutan dipart-part berikutnya

Terimakasih




Cinta Sang Duda (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang