Bismillah
Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih 💚
*****************
Setelah pertengkaran hebat tadi malam. Sari memilih tidur di kamar belakang menghindari pertemuan dengan sang suami.
Tak berselang lama, Sari mendengar suara motor keluar dari garasi samping rumah. Dia melihat dari celah jendela, ternyata sang suami memilih menemui wanita itu daripada menjelaskan semuanya.
Baiklah keputusaanya sudah tepat. Besok pagi dia akan ke rumah bapak untuk berpamitan bahwa ada urusan ke luar kota. Dia ingin tenang dulu, dia ingin mencari ketenangan Dan mengambil keputusan bagaimana harusnya dia bersikap untuk pernikahan mereka.
*******
Dilain tempat kini Agus sampai di rumah yang dia beli beberapa waktu lalu. Dia berbohong tentang mencarikan kontrakan, menurutnua daripada menyewa mahal sekalian dibeli saja mungkin nanti akan berguna untuk investasi.
"Lho mas, malam-malam kok nyampek disini?"
"Iya di rumah sumpek dek"
"Maaf mas, diluar saja ndak enak laki-laki malam-malam masuk rumah janda."
"Walah, iso wae guyone."
"Kenapa, ada apa?"
"Aku habis bertengkar sama Sari, dia ndak tau apa masalahku. Tiba-tiba menuduh sana sini."
"Lha kamu cerita ndak apa masalahmu?"
"Ndak, Tak pikir nanti kallau sudah beres baru Tak kasih tau."
"Mas kunci hubungan itu komunikasi, bagaimana Sari tahu kalau kamu ndak cerita."
"Iya,"
"Lha apa pengalaman sama aku, sama mantan istri belum cukup buat pelajaran? Apa mauengulang kesalahan yang sama."
"Ya ndak lah."
"Makanya jangan sampai diulangi, dijelaskan."
Agus akhirnya menceritakan semuanya tanpa ditutup-tutupi sesikitpun.
"Lha, kalau kamu cerita Gini aku yakin sari ndak bakal marah mas."
Wanita ini menyadari bahwa Agus masih menyimpan rasa padanya. Kemunculannya membawa malapetala untuk pernikahan mantan yang sekarang dianggap saudara ini.
Secepatnya dia akan meninggalkan rumah ini, dia tidak ingin ada masalah dengan pernikahan Agus.
Dia baik, selalu membantuku saat sudah jangan sampai aku membuat pernikahan mereka dalam bahaya.
Besok aku harus meninggalkan rumah ini.
"Sebentar mas, aku angkat telfon dulu dari ibu."
"Iya."
Telfon itu sebenarnya bohong, dia hanya ingin mencari alasan agar dia bisa perrgi dan masalah Agus tidak berlarut-larut.
"Mas, ibuk telfon katanya aku harus segera pulang ke Makassar."
"Lho, kenapa mendadak sekali. Kan baru saja pindah."
"Ya gimana mas, aku ndak berani melawan ibuk."
"Kapan berangkatnya?"
"Besok pagi."
"Harus banget besok pagi, mau naik apa?"
"Semua sudah ibuk atur mas."
"Nanti kalau kamu pergi aku cerita semuanya pada siapa?"
"Ya istrimu mas, jangan seperti ini. Ini salah mas, jangan sampai sampean menyesal."
"Ndak, aku sudah belajar."
"Ya sudah mas pulang, ndak usah kesini lagi."
"Kenapa?"
"Ya jelaskan sama Sari, besok aku pergi aku pamitan sekarang saja. Takutnya besok ndak sempat."
"Aku benci perpisahan ini, jangan putus komunikasi ya."
"Aku minta maaf mas, kalau merepotkan Dan aku muncul dengan tiba-tiba membawa masalah buat rumah tangga mas. Perbaiki semuanya sebelum terlambat."
"Iya"
Hanya itu yang dapat Agus katakan. Bagaimana lagi orang yang sangat dia cintai akan pergi lagi, padahal baru beberapa minggu bersama.
Rasanya nyaman sekali bercerita padanya. Dia dewasa, selalu bisa menempatkan diri, anggun, tidak mudah tersulut emosi intinya dia adalah wanita idamnku. Sayangnya kami tidak berjodoh.
Sudahlah, sekarang tugasku menjelaskan pada Sari. Tentang semuanya tanpa aku rahasiakan lagi. Benar kata dia, jangan sampai aku mengulangi kesalahan yang sama.
"Pulang mas!"
"Iya, hati-hati besok pulangnya. Terimakasih sudah menjadi wanita terbaik yang pernah aku temui, jika berkunjung ke jawa jangan lupa mampir ke sini. Rumahku masih sama alamatnya, aku ingin mengatakan sesuatu sebelum kita berpisah dek."
"Katakan mas jika itu membuatmu lega."
Ya Allah kedewasaanya itu loh yang membuat aku kagum, pengertian, dan selalu tahu bagaimana suasana hatiku.
"Aku sayang banget sama kamu, andai saja kamu muncul lebih cepat aku pasti akan menikahimu tapi sepertinya Kita memang ditakdirkan untuk menjadi sahabat. Terimakasih banyak atas semuanya dek, doakan aku bisa menjadi laki-laki yang baik ya, jaga diri disana semoga kamu juga menemukan jodoh lagi."
Aku menangis mengatakan itu semua, apa yang aku pendam aku ungkapkan sekarang.
"Sini peluk, ini untuk terkahir kalinya. Nanti pelukan ternyaman harus sama istri bukan orang lain."
"Kamu masih sama dek, perhatian, pengertian, act of service, aku cinta kamu dek."
"Iya aku tau. Sudah pulang sana mas!"
Dengan berat hati aku melangkah menaiki motor untuk meninggalkan orang yang sangat aku sayangi ini.
Aku benci perpisahan, karena dulu waktu aku berpisah dengannya rasanya juga seperti ini.
Ahhh, sesak sekali dada ini. Tapi hidup harus tetap berjalan. Jangan sampai aku melukak hati banyak orang hanya untuk memenuhi ambisiku sendiri.
***
Haii, part ini khusus untuk perpisahan Agus dengan sangat mantan Kekasih ya.
Coba bayangin kalau kalian diposisi Sari, apa yang akan kalian lakukan??
Kalau aku sih pergi, hahahaha
Jangan lupa vote dan komen....🥰🥰🥰🥰
Terimakasih
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sang Duda (Terbit)
RomansaCERITA INI AKU REVISI!!!! Alur cerita tetap sama ya, tetapi ada tambahan cerita agar lebih nyambung. Saran kalian di kolom komentar juga jadi bahan pertimbangan revisi, selamat membaca kembali... Usia hanyalah angka nyatanya yang lebih tua paham car...
