Bismillah
Jangan lupa vote dan Komen
Terimakasih 💚
************
Sepasang suami istri itu sudah sampai di rumah. Sari sangat rindu dengan suasana rumah ini, kesejuukan dan kehangatan keluarga yang dia rasakan sangat menyiksanya ketika jauh dari keluarga.
"Mas ini rumah kenapa Kotor banget, nggak baca pesanku kemarin."
"Aku jarang dirumah dek, paling dirumah sebentar ke sawah pagi sampek sore malamnya main. Pulang sudah gelap. Jadi nggak kelihatan kotornya."
"Ya sudah sekarang kamu hubungin istringa Pak min, minta tolong untuk bantuin bersihun ini rumah capek aku."
"Nggeh ndoro"
Setelah dibersihkan rumah itu kembali rapi dan besih. Kini hari sudah gelap, Sari baru bangun tidur karena lelah sekali setelah perjalanan, Agus tadi tidak ikut karena harus memantau sawah yang gagal panen di desa sebelah.
"Sudah bangun, makn dulu ini."
"Baru pulang?"
"Iya, kerugiannya lumayan dek"
"Kamu sih mas nggak fokus ngurusnya,"
"Ya kan karena kamu tinggal dek, jadi berantakan semuanya"
"Jadi salahku gagal panen itu?"
"Nggak, bukan"
"Sana mandi, aku tunggu di ruang tv. Aku mau mendengarkan penjelasan mas tentang semuanya."
"Iya"
Agus bergegas mandi, sambil berfikir apakah nanti akan dia ceritakan semua tau hanya sebagian atau ahhkkk. Dia paling malas mengingat masa lalu, tapi demi keberlangsungan hubungan mereka harus deh kayaknya.
"Mas, tadi ada Pak RT bilang katanya suruh kumpulan di balai desa."
"Lah kok mendadak dek"
"Ya ndak tau, sana buruan berangkat"
"Janji dek akan aku jelaskan, sabar."
Agus melihat raut kecewa diwajah Sari. Karena dia tau Sari sudah menunggu momen ini dari kemarin tapi harus terus tertunda.
**********
Di balai desa sedang membahas pemilihan dan pencalonan kepala desa. Agud dilipih menjadi salah satu kandidat calon kades.
Dia sudah sempat menolak dengan berbagai alasan. Tapi bapak bapak kekeh ingin mencalonkan dirinya.
"Pak, saya ndak usahlah. Yang lain aja"
"Kan ini hasil usulan semuanya."
"Nanti Tak tanyakan nyonya dulu, karena tadi kan bilangnya rapat biasa."
"Iya, semoga boleh ya Pak. Desa ini butuh orang loyal seperti bapak."
Rapat itu berlangsung lama, Agus sudah tidak nyaman disini. Sebenarnya dia sudah lama mendapatkan tawaran ini, tapi dia menolak. Eh sekarang ditawarin lagi.
Mengapa dia kekeh untuk menolak, karena dia ingin santai. Kerja tidak terikat waktu Dan dia merasa belum mampu saja memimoin satu desa.
"Gus, kamu kenapa to dari dulu ditawarin seelalu nolak?"
"Takut aja"
"Takut istri ndak setuju?"
"Ndak, kalau jadi kades kan kerjanya harus ekstra berangkat pagi pulang sore. Waktu sama keluarga juga tebagi"
"Ya kan mengabdi Gus"
"Nggak sanggup aku, enakan di sawah aja. Kalau rugi nggak ada yg nyalahin."
"Lah, ki bocah enek ae alasane."
"Kalau kades kan salah sitik waah rame, abot tanggung jawabnya"
"Lah kalau kamu dipilih, ya berat dianggao mampu. Yang bisa lihat Kita itu orang lain, bukan dirinya sendiri."
"Wes tah, nggak usah mekso. Males aku."
"Mutung Wong e"
"Piye sawahmu? Rugi okeh ketok e ki"
"Iyo"
"Makane to, lek bojone Ra ng omah ki ojo stress ae."
"Lah halah, kok ngandani"
"Kapan-kapan lek cacah dolan melu, saiki wes Ra tau dolan kok cah iki"
"Repot, okeh penggawean."
"Halahhhh"
Tidak tau saja itu temanya, karena ikutan main ke kota kemarin huru hara rumah tangga tercipta.
"Leren aku saiki wes an"
"Wes mari rapate, moleh yoh. Bareng aku"
"Yoh"
Ketika pulang rapat, Agus melihat wajah tenang Sari saat tidur merasa sangat bersalah.
Kasihan sekali anak yang biasanya dimanja kini harus menghadapi masalah sulit bersamanya, jika dulu semua keinginan kebutuhan selalu tercukupi, tidak ada air mata tapi kini semua berbanding terbalik dek.
Kamu hebat, bisa melalui ini semua. Menikah dengan orang yang baru dikenal, mencoba menjadi istri yang baik, menerima semua keadaan. Rasanya aku semakin bersalah saja melihat wajah damai ini.
Teringat masalah beberapa minggu ini, dia merasa malu. Dia harus menjadi laki-laki yang baik setelah ini.
Aku janji setelah ini tidak ada air mata mengiasi wajah ayumu ini dek, akan aku usahakan semua demi kebahagiaan Dan ketentraman keluarga Kita.
Aku sayang kamu dek
"Mas, sudah dari tadi?"
Sari merasa tidurnya diusik orang lain, pipinya dielus, dipeluk dan dicium ubun-ubunnya.
"Ndak, masih malam ini tidur lagi yuk"
"Ndak lapar mas?"
Perhatianmu dek, membuatku semakin merasa mencintaimu saja.
"Ndak, aku amu langsung tidur saja. Yuk pejamkan matanya, selamat tidur mimpi indah cantik."
*************
Melihat sikap Agus sepertinya bau-bau part ending sudah mulai Terasa nih,
Jangan khawatir nanti akan ada kejutan dari mimin buat kalian, jadi tunggu saja ya.
Jangan lupa vote dan komen 🥰 🥰 🥰
Terimakasih
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sang Duda (Terbit)
RomansCERITA INI AKU REVISI!!!! Alur cerita tetap sama ya, tetapi ada tambahan cerita agar lebih nyambung. Saran kalian di kolom komentar juga jadi bahan pertimbangan revisi, selamat membaca kembali... Usia hanyalah angka nyatanya yang lebih tua paham car...
