16

7.5K 188 8
                                        

Bismillah
Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih 💚


*****************

Setelah merasa kesepian beberapa hari terkahir, Agus selalu main ke alon-alon kota untuk menghilangkan penat.

Dia sangat ingin mencari Sari, tapi dia tidak ingin menambah runyan dengan bertanya pada keluarga Sari.

Di tengah keramaian gemerlap ibu kota, dia sendiri. Berjalan keliling taman bermain banyak keluarga yang sedang mengasuh anak, muda-mudi bermesraan, orang tua berjulan, dan orang yang sendirian sama sepertinya.

Ternyata seperti ini rasanya sendirian di keramaian, seharusnya dia merasa senang karena bisa melepas penat. Tapi tambah sesak dengan melihat ini semua.

*********

Sudah 2 minggu Sari melalang buana di kota. Dia mengunjungi semua tempat yang dia kunjungi sewaktu masih kos, meskipun hanya lewat tapi sudah mampu mengobati semua kerinduan akan masa gadisnya.

Menyedihkan sekali rasanya, aku dulu bisa sebebas ini. Kemana-mana sendiri mau beli apapun bisa. Tanpa harus menjaga perasaan siapapun, tapi semua berubah dalam sekejab setelah kepulanganku ke desa.

Dia sadar menyesalpun tidak akan berguna, tapi ini akan membantunya mencari solusi apa yg harus dia lakukan saat pulang nanti.

Uang saku yang aku bawa tinggal 500 ribu, berarti tinggal beberapa lagi aku bisa tinggal di kota. Aku harus pulang, aku harus menghadapi semuanya cukup sudah dia menjadi pengecut kali ini.

"Ah, sebelum pulang main saja ke aloon-aloon kangen bakso di sebelah masjid aloon-aloon."

Setelah makan rencananya Sari akan main disini sampai malam, dulu dia bisa pulang jam 12 karena jam 10 malam biasanya ada live music.

Dari kejauhan Agus melihat Sari duduk menikmati live musik di pinggiran aloon-aloon.

"Ndak salah lihat? Itu beneran Sari?"

"Benar, ternyata kau baik-baik saja tanpa aku dek. Maafkan aku yang cerroboh kemarin. Setelah ini aku akan menjelaskan dan janji akan berubah."

Sari sangat kaget, tiba-tiba ada yang merengkuhnya dalam pelukan hangat.

Pelukan ini, sangat menenangkan Dan aku belum pernah merasakan pelukan ini selama menikah.

Setelah sadar dia memberontak.

"Mas Agus, ngapain disini?"

"Nyariin kamu toh dek"

"Kan aku sudah bilang jangan dicari nanti aku pulang sendiri."

"Kangen cerewetmu dek, sepi ndak ada kamu."

"Kan ada wanitamu itu."

"Siapa? Wanitaku kan kamu"

"Halah"

"Pulang yuk dek, nanti mas jelasin."

"Nggak"

"Jutek banget dek"

"Bodo"

"Kamu kalau ngambek tambak lucu loh"

"Mas Agus maunya apa sih?"

"Ya mau dek sari lah"

"Sana pulang masss, risih aku tuh."

"Nanti, pulangnya sama kamu."

"Aku nggak mau sama pembohong"

Hatinya Agus sangat terluka dengan kalimat yg diucapkan sari, tapi itu benar. Dia harus tahan dengan sikap Sari jika ingin mempertahankan semua.

"Ya nanti ndak bohong lagi, pulang yuk. Mas tadi bawa mobil jadi ndak usah nunggu angkutan."

Sari sebenarnya merasa kasihan dengan Agus. Suaminya terlihat sangat tidak terurus, kurus, lusuh kayak gembel aja dandanannya.

"Siapa suruh ke sini."

"Nggak ada, kan mau cari kamu."

"Ih modus."

"Kita belum pernah pacarankan dek, anggap saja malam ini Kita pacaran."

Kalau dipikir-pikir benar, tapi Sari gengsi. Tapi bodo amatlah, dia ingin belanja ke mall dari kemarin. Mumpung ada kesempatan manfaatkan saja ah. Nanti setelah ini bagaimanakan bisa dibicarakan wkwkwk

"Mau diajak kemana saja nggak?"

"Mau, adek mau apa? Kemana?"

"Belanja boleh?"

"Seepuasnya adek deh,"

"Bukan nyogok kan ini?"

"Hahahah mana ada dek, yuk belanja di mall aja ya."

Kebetulan di kota ada mall yang masih bukak jam segini, jadi lumayanlah.

"Dek nanti setelah ini pulang bareng mas ya"

"Tergantung"

"Loh kok gitu?"

"Terserah akulah"

Huuhh Agus harus lebih sabar menghadapi wanita ini, jangan sampai membuat masalah lagi.

"Iya, aku iku adek aja mau pulang kapan."

"Ndak dicariin pacarnya kan mas pergi sama aku?"

"Pacar??? Siapa??"

"Ya ndak tau"

"Ndak usah bahas itu dulu, sekarang Kita nikmati waktu Kita. Mas kangen lho dek, lihat sekarang aku kurusan semua berantakan nggak ada adek."

"Salah siap bertingkah"

"Iya, janji nggak lagi."

"Halah buaya"

Mereka kini sudah tiba di mall, Sari membeli apapun yang dia inginkan kan tadi boleh kata Mas Agus.

Hati Agus merasa sangat bahagia karena sudah bertemu sang istri, ternyata cintanya bulan lagi di masa lalunya tapi kini sudah berpindah ke sang istri.

Tidak apa menghabiskan sedikit uang untuk kebahagiaan istri. Uang bisa dicari tapi kalau istri minggat seperti ini dimana bisa cari.

"Mas ndak nyari aku ke rumah bapak kan?"

"Ndak, tapi sempet main ke sana."

"Ihh, kan aku sudah bilang jangan cari aku dirumah bapak. Nanti kalau nanti tau gimana?"

"Aku bilang kamu main ke kota, aman dek."

"Dasar pinter alasan."

Semoga setelah ini tidak ada masalah yang menghampir rumah tangga kami, semoga hanya ada kebahagiaan dan senyum bahagia diantara kami.






Akhirnya sadar juga si Agus, jangan bikun huru-hara lagi ya...🤗

Jangan lupa vote dan komen......🥰 🥰 🥰 🥰

Terimakasih





Cinta Sang Duda (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang