24

6.1K 167 0
                                        

Bismillah
Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih 💚


***************

Malam pertama yang ditunggu-tunggu telah berlalu, dan kini cahaya pagi menyinari kamar tidur pasangan suami istri itu, Agus dan Sari.

Agus memandang wajah istrinya dengan penuh kasih sayang. Ia merasa sangat beruntung memiliki Sari sebagai pasangannya.

Tidak sadar ternyata Sari sudah bangun.

"Mas jam berapa?"

"Jam 5 dek"

"Bangun mas di rumah bapak"

"Kok sampek lupa kalau di rumah bapak"

"Aku dulu atau mas dulu yang mandi"

"Barengan aja dek, dingin nanti kan masih pagi."

"Pilihanya nggak gitu mas, aku marah ya"

"Iya-iya, kamu duluan aja aku tunggu disini"

"Nanti sarapan di rumah aja ya mas, malu aku kallau disini begitu bapak bangun Kita langsung pamitan"

"Malu?? Habis ngapain dek??"

" Ya menurut mas? Pagi-pagi sudah kramas apa lagi yang ada di pikiran mereka."

"Ya kan sudah halal dek, masih malu aja"

"Ya sudah kalau ndak mau, aku bisa pulang sendiri."

"Huuh, lucunya istriku ini kalau ngambek. Apa sih yang nggak buat dek sari"

"Ya sudah, ini diberesin ya mas tolong."

"Siappp, terima kasih untuk yang semalam dek."

"Hemmm, malu mas"

Setelah mereka mandi subuh-subuh. Sari langsung mengipasi rambutnya agar kering, karena malu kalau ditanyain ibuknya nanti.

"Mas bapak dan ibuk sudah bangun, sana pamitan ihhh, keburu malu ini"

"Apa sih dek, santai aja kali."

Agus menuruti kemauan istrinya, daripada nanti akan ada masalah kan berabe nantinya.

*******

Pagi ini bapak merasa sangat bahagia sekali, karena anak Dan mantunya tidur disini. Sudah lama sekali dia kangen dengan Sari.

"Pak, lagi ngapain?"

"Ini lihat-lihat tanaman habis kehujanan segera lihanya juragan"

"Ibuk belum bangun Pak?"

"Sudah, di dapur masak wedang"

"Aku sama Sari mau pulang sekarang ya Pak, ada kerjaan mendadak Pak di sawah."

"Loh kok gitu padahal masih sediluk disini"

"Iya pak, tadi Sari Tak tanyain apa nunggu disini nanti Tak jemput pas sudah selesai. Katanya nggak mau ikut aja,"

"Ya sudah, hati-hati kalian ya."

Agus langsung masuk rumah Dan mengajak sari berpamitan kepada ibuk.

"Sudah pamit sama bapak tadi, sekarang sama ibuk"

"Lahh, kan mas yang pamitan"

"Dek, jangan bikin gemes ya"

"Mas, ini rambutku belum kering rambut mas juga. Nanti malu"

" Sana pakai krudung, susah banget sih dekk lagian ada suaminya juga."

"Massss"

"Anak gadis masih malu-malu ya,"

"Tapi nanti kalau ditanyain jawab apa mas?"

"Sudah ikut saja apa kata mas"

"Siap, nanti mampir cari sarapan ya. Setelah itu aku mau tidur seharian jangan diganggu"

"Banyak banget permintaanya"

"Aku masih ngantuk ya,"

"Ayok, katanya mau cepet pulang."

Ibuk dan bapak sedang ngopi di teras rumah, melihat pemandangannyang sangat Sejuk.

Sebelum pergi ke sawah mereka terbiasa untuk minum kopi dulu, jadi ini sudah menjadi kebiasaan mereka.

"Lho kalian kok rapi mau kemana?"

"Ada urusan mendadak buk, setelah hujan kemarin sawah ada yang harus dibenahi."

"Walaaahh, langsung pulang ini berarti?"

"Iya buk, nanti kalau siangan takut nggak keburu."

"Tapi ini masih pagi banget lho juragan"

"Iya lebih cepat lebih baik Pak"

"Sari, kenapa kok pakek krudung?"

"Dingin buk"

"Halah, Wong biasa kademen kok alasan dingin"

"Iya, kan habis hujan"

"Mripatmu masih merah lho itu nduk, asih ngantuk. Nggak di sini saja nanti siang atau sore biar dijemput Agus."

"Ndak buk, nanti lanjut tidur dirumah."

" Yo wes, kalian ati-ati."

Mereka memasuki Mobil Dan berjalan meninggalkan rumah Sari.

"Mass ngantuk, tapi lapar."

"Sabar dek, jam segini biasanya sudah ada sarapan di dekat rumah kan"

" Aku tidur dulu ya, nanti nggak usah dibangunin. Aku makan agak siangan aja, ini sudah ndak bisa ditahan"

"Iya-iya, tiduran aja nanti Tak gendong kalau ketiduran."

"Awas sampek ganggu tidurku, Kita musuhan."

"Ndak ndoro ayu"

Setelah pedebatan itu Sari langsung tidur, sesampainya di rumah Agus tidak membangunkannya karena nanti akan ngamuk kalau tidur kok dibangunin hanya untuk pindah tempat.

Kebahagiaan jelas terukir di wajah pasangan suami istri itu, semoga kebahagiaan ini berlanjut sampai nanti akhir hayat.

Haaii, gimana ni puasanya?? Tak Terasa sudah puasa hampir setengah saja.

Jangan lupa vote dan komen yaaaa 🥰 🥰 🥰 🥰 🥰 🥰

Terimakasih

Cinta Sang Duda (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang