Bismillah
Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih 💚
*************
Suasana keluarga seperti inilah yang sangat dirindukan saat di rumah hanya berdua dengan sng suami. Kehangatan canda tawa dan celoteh anak kecil yang melengkapi keramaian ini.
"Sekarang lagi sibuk apa mas?"
"Mas siapa to?"
"Ya mas wanto, memang disini aku manggil siapa selain kamu."
"Kita sepantaran Gus, jangan panggil mas lah."
"Yo ndak sopan, Wong sekarang dia nikah sama adekmu."
"Iya wess, sekarang lagi sibuk di sawah biasa juragan."
"Setelah ini mau nanam apa?? Aku mau nanam mbako mau ikut ndak, sekalian Tak carikan benihnya nanti. Lagi bagus ini harganya."
"Beeh, biaya perawatane mahal juragan"
"Kan adekmu juragan mas, jangan khawatir."
"Nanti lihat dulu, ini semua sawahmu mau ditanami itu?"
"Iya, kemarin lihat harga pasar lumayan walaupun perawatannya juga sama"
"Bolehlah, nanti ditotal pas panen ya"
Obrolan terus berlanjut sambil sarapan, banyak sekali cerita dari keluarga ini.
"Oh iya, nanti kita nginep buk"
"Lah, tumben nginep sar? Tidur di depan TV berarti kan kamarmu buat gudang gabah."
"Laah, mosok aku tidur diluar Pak? Lagian itukan kamarku, kok dihadikan gudang sih"
"Lha kan kamu sudah punya rumah, sengaja biar ndak tidur sini."
"Ndak papa dek, nanti tidur bareng sekalian sama bocil"
"Enak aja, buat sana sendiri. Ini mah anakku"
"Ihh, nyebelin banget sih mas wanto itu Pak"
"Wes podo gede, ndak usah tukaran."
Setelah sarapan Agus dan mertuanya pergi ke sawah untuk melihat sawah karena tadi ada tetangga yang menawarkan dengan harga lebih miring.
"Waah ini bagus Pak lokasi sawahnya, tahun kemarin panennya juga bagus."
"Eman dadak dijual yo Gus"
"Tak beli aja ya pak, nanti bapak yang nggarap."
"Lah kamu seng tuku ya kamu sng nggarap kok bapak."
"Lha ini kan lumayan jauh dari rumahku Pak, nggak papa nanti panennya dibagi dua."
"Iya wes, daripada nanti keburu dibeli orang lain"
Akhirnya sawah itu dibeli dengan harga yang lumayan karena luasnya hampir 500 meter.
Menurut Agus tidak perlu takut uang habis buat beli tanah, karena tanah harganya selalu naik. Nanti juga pasti akan untung kembali.
****
Sementara dirumah Sari diceramahin habis-habisan sama ibuknya. Karena sampai saat ini belum hamil dan hubungannya sama Agus masih terlihat sangat kaku.
Mereka kini duduk di depan TV, sementara kaka Dan kakak ipar sedang pulang ke rumah mertua. Mumpung dirumah ada Sari, jadi bisa gantian yang nemenin bapak.
"Kamu itu piye to nduk sama Agus?"
"Gimana apanya ya baik buk"
"Tadi Tak lihat kok masih kaku"
"Lhah apa harus sayang-sayangan didepan kalian?"
"Ya tapi kerasa lho nduk hubungan ki lagi ada masalah atau nggak"
"Masalah apa to buk, aku sama mas Agus itu baik, akur dan bahagia"
"Kalau bahagia kok belum punya anak?"
"Ya kan bahagia nggak harus sama anak dulu buk, pacaran dulu."
"Pacaran kok lama banget, ini wes setahun lho kamu nikah."
"Lhah, temenku aja ada yang pacaran sampek 8 tahun buk."
"Ya mereka belum nikah to, kamu sudah nikah. Harapan dari orang menikah itu ya anak."
"Iya buk, mas Agus masih ingin Kita pacaran dulu."
"Agus atau kamu??"
"Maslah"
"Buat apa Agus kerja siang malam kallau bukan buat anak, buat apa kaya kalau ndak ada penerusnya. Eman nduk, rumah tangga akan asem kalau ada anak karena sng ngedem-ngedem atine wong tuo iku mung anak."
"Kalau sudah usaha, tapi belum dikasih ya apa itu salah sari juga buk?"
"Ya kan ibuk cuma nasehatin, rasanya akan lebih semangat kallau sudah punya anak. Masak untuk anak, kerja demi anak, pulang ke rumah lihat anak senyum bahagia, itu kebahagiaan suami nduk."
"Iya doakan ya buk"
"Wong tuo iku isone yo mung ndungakne karo ngomongi sng apik gawe anake, ora iso nguwehi opo-opo."
Untunglah bapak dan Agus pulang karena sudah mau duhur, ahhh lama juga tadi ibuk ceramahnya.
"Gimana juragan jadi dibeli sawahnya??"
"Nggeh buk, bagus loksinya harganya juga lumayan"
"Lha nanti siapa yang nggarap mas? Kan jauh dari rumah?"
"Biar digarap bapak sama mas wanto dek, nanti hasilnya dibagi dua."
"Tak kira kalau digarap sendiri, kan jauh"
"Nggak"
"Buk nanti mas wanto jadi nginep di rumah mertuanya?"
"Iya sar, jadi kamu ndak jadi tidur diluar tidur di kamar masamu saja, tadi ws pesen gitu."
"Iyo mumpung kamu main kesini, mbakmu sudah lama ndak nginep di rumah ibuknya. Paling kalau main ya setengah hari, kasian dia dek."
"Ya sudah, nanti kalau mbak mau nginep dirumah ibuknya suruh bilang aku aja buk. Nanti Tak gantian nginep disini, ya mas?"
"Iya, kami permisi mau istirahat dulu ya Pak buk"
Sari dan Agus pamit untuk tidur siang, Agus lelah karena sudah dari pagi keliling sawah Dan ngobrol dijalan bersama mertua.
****
Juragan kembali lagi nihhh, doakan semoga semakin rajin ya ini miminnya.
Jangan lupa vote dan komen yaaaa 🥰 🥰 🥰 🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sang Duda (Terbit)
RomansaCERITA INI AKU REVISI!!!! Alur cerita tetap sama ya, tetapi ada tambahan cerita agar lebih nyambung. Saran kalian di kolom komentar juga jadi bahan pertimbangan revisi, selamat membaca kembali... Usia hanyalah angka nyatanya yang lebih tua paham car...
