7

10.1K 271 8
                                        

Bismillah

Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih 💚

*********

Hari ini tepat dilaksanakannya pernikahan Agus dan Sari. Semua anggota keluarga menyaksikan janji suci yang akan diucapkan dihadapan orang tua dan tuhan.

"Bagaimana mas, sudah siap?" Tanya penghulu kepada Agus.

"Siap." Jawab Agus dengan tegas.

"Ndak perlu tegang kan bukan yang pertama." Guyon penghulu mencairkan suasana.

"Hehehe." Kelakar Agus.

Setelah pemeriksaan data selesai dan sesuai dengan data yang tercatat. Kini ijab kabul akan digantikan oleh wali hakim karena bapak Sari tidak berani mengakadkan mereka.

"Baik, wahai Agus Priyanto bin Suprapto alm. saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Sari Purwati binti Suprianto dengan maskawin uang yunai 10 Juta rupiah dibayar tunai."

"Saya terima nikah dan kawinnya Sari Purwati binti Suprianto dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Jawab Agus dengan satu tarikan nafas.

"Bagaimana saksi, sah??" Tanya penghulu kepada saksi nikah.

"Saah." Jawab kami keluarga dengan kompak.

"Alhamdulillah."

Acara ijab qobul telah selesai sekarang waktunya resepsi keluarga.

Banyak sekali tamu undangan kali ini karena semua anggota keluarga dekat maupin jauh datang untuk menyaksikan pernikahan anak bungsu ini.

Tamu silih berganti bersalaman untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.

"Weeh, slamet yo gus gek belah duren." Guyon salah satu tamu.

"Siap." Jawab Agus.

"gadis impian nih." Timpali teman yang lainnya.

Dan masih banyak lagi candaan yang membuat Sari kurang nyaman.

"Mas, besok dirumahe sampean juga ada acara seperti ini?" Tanya Sari

"Ndak, cuma ngunduh mantu biasa. Acarane Dadi siji ndek sini, makane temenku Tak undang ke sini semua. Kamu ndak nyaman karo omongane mereka ya?" Agus taku candaan mereka membuat Sari tidak nyaman.

"Ndak, aku hanya lelah. Ndak mbayangno lek besok dirumah masih ada acara lagi Kyo opo kesele." Keluh Sari.

"Besok kita pulang dirumah hanya makan-makan bersama keluarga." Jawab Agus.

"Mas ndak capek?" Tanya Sari.

"Kamu capek, Kita istirahat dulu makan nanti setelah itu dilanjut lagi." Agus membawa Sari turun pelaminan untuk makan dan istirahat.

Kedewasan, kepekaan dan engertian agus membuat sari sangat tersentuh. Sebagai perempuan pasi akan tersentih dan merasa dicintai. Terlihat sederhana namun penuh perasaan.

*****

Acara sudah selesai tapi sampai tengah malam kini belum ada yang tidur. Padahal Sari sudah sangat mengantuk dan tidur.

Agus yang duduk disamping Sari menyadari bahwa Sari sudah sangat mengantuk, melihat hal itu Agus bergegas ijin kepada semua jika dia mengantuk dan ingin tidur duluan.

"Pak ijin mau masuk duluan, sudah ngantuk." Pamit Agus sembari menuntun Sari masuk kamar.

"Helaahh manten anyar wes ndak sabar, pokok ojo banter-banter." Kelakar anggota keluarga Sari.

Mendengar guyonan itu Sari sebenarnya malu, dia bukan anak kecil yang tidak tau apa yang dibicarakan mereka. Karena sudah gantuk dan capek dia tidak menggubris hal tersebut.

Sesampainya di kamar tidak ada kegiatan apapun diantara mereka. Karena sudah lelah dengan acara dari pagi sampai malam.

"Ndak ganti baju dek?" Tanya Agus.

"Iya." Sari bergegas mencari baju yang pas digunakan untuk tidur.

"kenapa? Malu?"

"Ndak, kan kita juga baru kenal mas. Aneh aja kalau kita akrab." Jawab malas Sari yang sudah mengantuk.

"Yo wes tidur sini."

"mau ngobrol dulu atau mau langsung tidur?"

"capek, tidur aja langsung ya. Ngobrolnya besok atau kapan-kapan aja."


Hai...🥰🥰🥰🥰Apa kabar??? Sedikit cerita tentang Agus ini semoga mengobati kangen kalian pada kelanjutan cerita ini.

Diusahakan setelah ini akan rajin up ya teman-teman.

Jangan lupa vote dan commentnya.


Cinta Sang Duda (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang