Bismillah
Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih 💚
**********
Setelah menjalani kehidupan rumah tangga yang lebih harmonis kini Agus dan Sari menjadi semakin dekat dan nyaman satu sama lain. Mereka tidak ada rasa canggung untuk menunjukkan kasih sayang satu sama lain.
Pagi ini Sari sedang masak, tiba tiba Agus datang kemudian memeluk Ayu dan mencium keningnya tanpa alasan hanya karena ingin menunjukkan kasih sayangnya.
Sari merasa sangat bahagia ternyata selama ini mereka hanya kurang terbuka saja. Setelah saling terbuka dan menerima hubungan suami istri memang sebahagia ini.
"Mas, geser dulu. Tadi katanya mau berangkat pagi ke sawahnya."
"Iya, tapi kamu wangi dek"
"Ya kan sudah mandi"
"Hmm, sarapannya aku tunggu di meja ya."
"Selamat menikmati mas"
Acara sarapan dipenuhi dengan canda tawa ditengah mereka. Sekarang Agus membiasakan diri untuk membicarakan hal hal sederhana dengan Sari agar merasa istrinya itu dilibatkan.
"Dek, tadi katanya mas wanto mau pinjam uang buat tanam di sawah."
"Ya terserah"
"Tapi lumayan jumlahnya, nanti uang belanjamu gimana?"
"Lah, uang mas kan banyak"
"Ya tapi untuk musim ini kan rencananya mau tanam mbako jadi uangnya butuh banyak dek"
"Pakai aja, yang penting harus disisain buat dana darurat"
"Aman, oh iya kemarin di tanyain orang-orang sawah katanya istri juragan kemana kok nggak pernah ke sawah"
"Panas mas kalau ke sawah, males aku"
"Mas kan nggak pernah minta kamu ke sawah, hannya nyampein salam"
"Eh mas tapi kemarin aku barusan belanja online banyak banget, terus katanya sawah juga perlu yang banyak. Tabungannya masih aman kan?"
"Lhah, tadi yang bilang mas kaya siapa?"
"Ya aku, tapi nanti takut uangnya habis"
"Ndak, semua sudah Tak bagi. Aku jamin jatahmu Dan rumah aman dek"
"Mas, kemarin bapak tlpn. Katanya suruh ke rumah."
"Ngapain? tumben"
"Katanya mau bahas pembagian warisan"
"Lhah kenapa kok mendadak dek?"
"Katanya mas wanto mau memulai fokus ke sawah bagiannya, mau mulai usaha kan anaknya juga sudah mulai besar butuhnya semakin banyak"
"Ya kalau aku ikut kamu dek"
"Lahh kok ikut sihh mas"
"Masalah warisan nggak usah dibahas terlalu bagaimana, uangku masih cukup buat nafkahin kamu dek."
"Tapi itu juga hakku"
"Paham, ingat jangan sampai bertengkar hanya karena warisan"
"iya mas."
"Sudah selesai, aku mau langsung berangkat"
"Hati-hati mas"
Sepeninggalan Agus, Sari melanjutkan kegiatan beres beres rumah.
Ternyata hubungan yang sehat dan bahagia hanya perlu menurunkan sedikit ego, mau mendengarkan Dan komunikasi yang sehat.
Dari kejadian kemarin banyak sekali yang dapat Sari jadikan bahan renungan untuk pernikahan mereka kedepannya.
**********
Siang ini Agus sengaja berkunjung ke sawah mertua Dan abang iparnya. Dia ingin melihat perkembangan sawah abang ipar sekaligus teman baiknya itu.
"Weehh, juragan tumben mampir."
"Iya, mumpung ada waktu nih mas"
"Ini yang jaremu mau ditanami mbako buat mulai usaha?"
"Heem, ternyata memulai itu sulit ya Juragan"
"Ya gitu diawal-awal nanti kalau sudah mulai nemu pasar pasti penak, proses mas"
"Rasanya berat banget, tapi kalau ndak dimulai dari sekarang mau sampai kapan terus kayak Gini."
"Wes to sabar aja dulu, dilakoni. Lagek wae lekas kok yo wes sambat wae mas"
"Hehe abott gustii"
"Kok Kyo karo sopo wae, lek enek opo-opo ojo sungkan ngomong."
"Siap juragan"
"Eh, Sari tadi pagi ngomongin warisan. Emang mau segera dibagi?"
"Iya, bapak mau membagi aja sekalian semuanya. Nanti kalau Sari ndak bisa nggarap, nanti Tak sewa atau gimana gitu."
"Walah iya, kenapa kok tumben bapak ngurusin harta benda. Biasanya nggak pernah"
"Kemarin sepupuku dari bapak habis berantem rebutan warisan Gus, bapak takut kalau Kita sampek seperti mereka makanya ndang dibgi aja."
"Owalah, bapak mana kok nggak ada?"
"Di rumah, katanya mau nanam sayur didepan rumah"
"Lhah, Wong sawahnya luas kok malah nanem dihalaman lagi Pak"
"Biasa, mari lihat tv katanya apik lek omahe ditanduri sayuran kayak di TV."
"Ada aja bapak iku mas,"
"Tapi beneran masalah warisan nggak usah dibahas terlalu dalam ya, aku juga ndak mau rame."
"Aman, eh tapi bocilmu kemana kangen nih"
"Kemarin kan baru ketemu, bikiin sendiri sana loh kok ngeyel kalo dibilangin"
"Sabar napa, kan anakmu sudah ada. Kalau nunggu bikiin lama"
"ada aja alsannya ya juragan ini"
Begitulah percakapan sahabat lama yang sekarang menjadi ipar itu. Tidak disangka ternyata dunia sesempit ini,
Wanto juga merasa tenang adiknya berradandi tangan yang tepat, meskipun dia tahu Agus lumayan bejat. Tapi aslinya baik, semoga adiknya selalu bahagia bersama lelaki pilihannya.
*****
Gimana puasanya???? Sudah bolong berapa, atau ada yang masih full.
Yang menjalankan puasa selamat menjalankan ibadah puasa, semoga lancar sampai Idul fitri
Jangan lupa vote dan komen yaa 🥰 🥰 🥰 🥰 🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sang Duda (Terbit)
RomansaCERITA INI AKU REVISI!!!! Alur cerita tetap sama ya, tetapi ada tambahan cerita agar lebih nyambung. Saran kalian di kolom komentar juga jadi bahan pertimbangan revisi, selamat membaca kembali... Usia hanyalah angka nyatanya yang lebih tua paham car...
