19

7.6K 196 7
                                        

Bismillah
Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih 💚




*************

Pagi hari ini Sari memasak lumayan banyak ada bakso, mie ayam dan rawon. Karena sudah lama ingin memasak menu itu, Agus tidak pernah protes dengan apapun yang dimasak oleh Sari.

"Mas, sarapan sudah siap."

"Iya dek, sebentar."

Ini yang Agus rindukan selama tidak ada Sari, sarapan pagi, perhatian sederhana dan pelukan hangat yang selalu membuat Agus nyaman berlama lama di rumah.

"Tak tunggu di meja makan."

"Waah, menu hari ini banyak banget dek. Tumben"

"Aku sudah lama nyimpen resep ini, terus tadi pas lihat bumbu dan bahannya pas buat semua ini jadi ya masak sekalian aja."

"Enak, pinter banget kamu dek."

"Iyakah?? Nanti kapan-kapan aku mau masak lagi ah kalau mas suka."

"Oh iya, kita sudah lama ndak main ke rumah bapak."

"Nanti setelah makan ini main ke sana ya mas, sudah rindu di gembul aku."

"Sarapan dulu dek"

Sebelum ke rumah bapak nanti Agus berencana menjelaskan semuanya. Agar tidak semakin lama dia memendam semuanya.

"Sudah dek, biar aku yang cuuci piring"

"Nggak usah mas, aku aja"

"Kan kamu sudah masak, mas yang cuci gantian."

"Ya sudah hati-hati jangan sampek ada yang pecah, aku ke depan dulu."

Acara cuci mencuci sudah selesai. Sari sedang emonton tv sambil nyemil jajan yang dibelinya dari kota kemarin.

"Dek, mas mau ngomong"

"Apa mas?"

"Mas kemarin kan sudah janji mau menjelaskan semuanya, tolong jangan dipoting ya."

"Siap, sambil rebahan aja ya."

"Ya sudah sini, Tak peluk"

*Flashback on*


Aku adalah anak tunggal, tidak memiliki saudara atau sepupu yang sepantaran. Makanya aku lebih sering bermain ke rumah teman daripada menghabiskan waktu dirumah.

Setiap hari aku senang sekali bermain ke rumah wanto, sahabatku. Aku mengenalnya saat kami masih duduk dibangku SD sampai kini aku duduk dibangku SMK.

Dia selalu diberikan tugas untuk membantu ibunya momong sang adik. Karena orang tuanya sibuk disawah sepulang sekolah kami selalu bermain dengan bayi lucu itu.

Aku juga ingin punya adik, aku selalu minta adik pada ibu. Dan jawabannya sama, kan sudah ada adik wanto kalian bisa main bersama.

Bahkan aku menganggap adik wanto sebagai adikku, karena dia lucu sekali.

Tidak terasa kini aku sudah tamat SMK, aku harus melanjutkan Pendidikan di kota agar nanti aku bisa mengelola kebun milik bapak.

Pilihanku jatuh pada jurusan pertanian di salah satu kampus di Jogjakarta, sebenarnya aku sangat sulit jauh dari ibu. Tapi demi kebaikanku keddepannya aku harus pergi.

"Wanto, aku harus kuliah ke Jogjakarta. Aku titip adikku ya, jangan dibuat nangis dia."

"Ceelah, dia adikku kali. Semoga sukses calon juragan, nanti jangan kecantol mbak-mbak jogja"

"Ya kan aku sudah bilang, nanti aku hanya mau menikah dengan adikmu"

"Halah, lihat saja nanti, hati-hati ya Gus di kota itu banyak godaannya. Jangan sampai salah pergaulan"

"Siap, titip ibuk dan bapak ya. Nanti kalau ada apa apa kabari aku langsung."

"Siap juragan"

Kenapa aku ingin menikah dengan adik wanto? Karena dia lucu, apalagi kalau lagi marah beehh cantik sekali.

Singkat cerita kini kuliahku sudah sampai di semester 4 aku mengenal wanita yang sangat baik sekali, bahkan jauh lebih pengertian dari ibukku sendiri.

Kami satu organisasi, jadi kami sering menghabiskan waktu bersama. Bahkan mereka sering menganggap kami pacaran padahal tidak.

Kami menjalaninya sebagai sahabat, tapi apakah ada persahabatan antara lawan jenis. Jawabannya tidak, disini akulah yang berharap dan menaruh rasa pada wanita anggun ini.

Hingga kelulusan tiba, tidak ada kemajuan dari hubungan ini aku takut mengungkapkan karena takut merusak hubungan.

Akhirnya karena kebodohanku aku kehilangan dia, dia pulang ke luar jawa. Untuk melanjutkan kehidupannya.

"Mas, aku pamit ya. Terimakasih sudah menemani masa studiku di Jogjakarta ini dengan baik."

"Wah, langsung pulang setelah wisuda ini?"

"Iya, sekalian bareng mama papa. Jangan mikirin karir terus, cari wanita sana agar tahu rasanya jatuh cinta."

"Sabar dulu napa neng"

"Ya sudah aku mau berangkat, hati-hati ya mas, jaga kesehatan kalau ada apa-apa aku siap mendengarkan semuanya."

"Hati-hati dek"

Seketika air mataku luruh, aku kehilangan kesempatan untuk mengatakan cinta. Dia pergi, aku masih mengingat kenangan kebersamaan kami waktu kuliah rasanya berat sekali.

Setelah wisuda aku memutuskan untuk pulang kampung dan mengabdi di desa saja daripada terus teringat dia kan. Sudah hampir 2 tahun setelah kepergiannya, tapi aku masih mencintainya.

Aku mengambil keputusan untuk menikah Dan meminta pada ibukku untuk dinikahkan saja, daripada terus begini keadaanya.

Akhirnya aku menikah dengan wanita pilihan ibukku, dia cantik, baik, sayang sekali dia tidak pengertian dan perhatian.

Pernikahan kami hanya bertahan 2 tahun setelah itu aku memutuskan untuk menggungat cerai dia, karena cinta Tak kunjungi tumbuh dan komunikasi diantara kami sangat minim.

Setelah itu hidupku berantakan, ibukku sakit sakitan kemudian berpulang beberapa bulan setelah menderita sakit. Satu tahun kemudian disusul ayah yang ikut pergi meninggalkan anak tunggal ini.

Aku menjalani semuanya dengan hati yang masih berkecamuk, hingga suatu hari aku melihat wanita cantik.

Bukankah itu adikku, sudah lama sekali aku tidak melihatnya. Ternyata dia sudah berubah menjadi wanita yang sangat cantik, mungkin ini yang namanya jodoh dengan siapapun aku menikah akhirnya akan bermuara pada cinta sejatiku.

Aku bertekad untuk mendekatinya San menikah dengan adik kecil menggemaskan ini.

*Flashback off*

"Jadi mas sudah kenal aku dari aku kecil??"

"Iya, kamu dulu gemoy sekali dek"

"Iyalah, Sari gitu loh"

"Sudah kan, semua sudah jelas. Maafkan semua kesalahanku dek, ternyata aku belum selesai dengan masa laluku yang membuatmu merasa tersakiti. Setelah ini mari membangun rumah tangga yang sehat Dan bahagia. Aku janji akan mencintaimu dan tidak mengulangi semuanya dek."

"Aku butuh bukti jangan hanya janji,"




Ahhh, Ini part terpanjang sepertinya.

Awas saja aku sudah ngetik panjang kalau kalian nggak vote🥴🥴🥴

Jangan lupa vote dan komen 🥰 🥰 🥰 🥰 🥰

Terimakasih








Cinta Sang Duda (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang