3

11.8K 313 4
                                        

Bismillah
Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih 💚

*******


Keesoakan harinya Agus meminta no HP Sari kepada Wanto untuk mengajak jalan- jalan.

"Wes, mugo-mugo lancar sampek rabi. Lumayan nduwe adik ipar Juragan, hahaha (Sudah, semoga lancar sampai menikah. Lumayan punya adik ipar juragan, haha)." Canda Wanto

"Delok wae ora ono sng iso nolak pesonaku, sesok Sari mesti demen karo aku (Lihat saja nanti, tak ada yang bisa menolak pesonaku. Besok Sari pasti cinta sama aku)." Yakin Agus.

Setelah mendapatkan no hp Sari, Agus berusaha mendekati Sari melalui chat dan kebetulan Sari meresponnya dengan baik.

Agus berhasil mengajak Sari keluar bersama, besok malam mereka berencana pergi main untuk mengenal satu sama lain.

Tibalah waktu yang ditunggu-tunggu Agus. Malam ini mereka keluar bersama.

Sebelum berangkat tadi Agus sudah meminta ijin kepada Bapak untuk mengajak Sari keluar malam ini sesuai rencananya kemarin.

Mereka sedang berada di mobil, Agus berencana mengajak Sari makan malam agar lebih nyaman ngobrol.

Sesampainya di rumah makan, Agus menawari Sari menu makan.

"Mau pesen apa Sar?" Tanya Agus.

"Samakan saja mas." Malas Sari.

Sari tidak banya bicara, hanya diam sepanjang perjalanan dan saat sudah tiba di rumah makan pun sikapnya masih sama.

"Ikan bakar mau?"

"Boleh."

"Minumnya apa?"

"Samakan aja"

Dalam hati Agus berguman, buset ini anak dingin banget ya sikapnya.

"Oke, ikan bakarnya 2 minumnya jus jeruk 2 mbak." Pesan Agus.

Selama menunggu makanan tidak ada percakapan diantara mereka. Karena Sari tidak tertarik dengan pertemuan dan hubungan ini.

Setelah makan nanti Agus berencana menjelaskan maksud dan tujuan lamarannya kemarin yang terkesan mendadak.

"Sar, aku mau ngomong sebentar sebelum pulang bisa?" Tanya ydengan hati-hati.

"Iya." Singkat Sari.

"Maksudku mengajak kamu makan malam ini aku mau ngomong tentang keinginanku menikah denganmu. Mungkin terkesan mendadak karena kita tidak mengenal sebelumnya, perkenalkan aku Agus Priyanto seorang yang duda belum punya anak. Aku sekarang tinggal sendirian karena orang tuku sudah meninggal dan aku anak tunggal. Sebelum menikah aku juga kuliah jurusan pertanian di UGM. Itu perkenalan singkatku, ada yang masih mengangganjal mungkin?" Agus coba mencairkan suasana karena Sari hanya diam saja.

"Hmmm, kalau boleh tau kenapa alasan mas bisa jadi Duda?" Sari takut menyinggung perasaan Agus.

"Tidak perlu takut, tanyakan apa saja yang membuatmu ragu, aku pisah dengan mantanku karena hubungan kami tertutup tidak ada komunikasi. Meskipun kita serumah kita jarang berbicara panjang lebar hanya berbicara seperlunya dan pernikahan kami hanya berlangsung setahun. Ada lagi?" Tanya Agus.

"Hmm, kenapa harus Sari?" Cecar Sari.

"Kenapa ya?? Karena aku sudah jatuh cinta pada gadis kecil yang dulu selalu aku gendong waktu main ke rumah temanku. Dia imut manis baik dan selalu manja padaku, ternyata gadis mungil itu kini sudah besar dan jatuh cinta padanya. Singkatnya begitu kalau mau lebih panjang nikah dulu, nanti tak kasih tahu alasan lebih penting dibalik kenapa kamu pilihanku." Jawab Agus.

"Tidak bisa sekarang?" Paksa Sari.

"Ndak, ini sangat rahasia dan boleh dikatakan kalau kita sudah menikah". Agus menjelaskan.

"Tapi kata Bapak aku boleh nolak kalau nggak setuju, bagaimana menurut Mas?" Bingung Sari.

"Apa to yang buat sampean ragu?" Bingung Agus.

"Ya, kita baru kenal. Aku ndak bisa masak, ndak bisa nyuci, nyapu dan masih banyak lagi. Kata ibuk kalau mau menikah harus serba bisa." Jawab sendu Sari.

"Kalau mau nikah sama aku itu semua ndak perlu, yang penting sampean mau belajar saja sudah cukup. Toh itu semua ndak njamin pernikahan awet, jadi ndak usah ragu. Nanti kita sewa mbak yang bantu-bantu, jadi kamu ndak usah masak cukup layanin Mas saja." Jawab Agus meyakinkan.

"Tapi aku masih takut Mas." Sari mengelak.

"Ndak perlu takut, kita belajar sama-sama. Mas dulu juga pernah gagal jadi nanti sebisa mungkin akan belajar dari yang kemarin. Kalau ada apa-apa sampean (kamu) ngomong, sudah itu saja seng tak minta." Jawab Agus.

"Mas ndak nuntut aku harus serba bisa kan?" Takut Sari.

"Ndak, kan wes (sudah) ngomong tadi. Seng penting kalau mau apa-apa sampean (kamu) ngomong,  iku wae." Jawab Agus.

"Baik aku setuju, tapi sampean (kamu) yang ngomong ke bapak. Aku malu, kan kemarin sudah nolak." Jawab Sari.

"Alhamdulillah, iya ndak papa nanti tak Mas yang ngomong."

Setelah percakapan panjang tadi, mereka memutuskan untuk pulang dalam perjalanan tidak ada percakapan diantara mereka karena Sari masih bingung dan shock dengan semua yang terlalu tiba-tiba.

"Dek, nanti setelah menikah kamu punya rencana apa gitu ndak?"

"Ndak, dirumah aja"

"Ndak pingin manfaatin ilmu kuliahmu?"

"Ndak, sebenarnya aku kuliah kan agar ndak disuruh nikah cepet aja mas"

"Ya sudah, tapi nanti kalau pingin apapun bilang ya dek. Misalkan mau nyalurin ilmu atau gimana"

"Iya, untuk saat ini sih mau rehat dulu mas. Capek belajar."

"Mana ada capek belajar"

"Ada, ini aku."

"Ini bapak dibawain apa?"

"Apa? Ndak usahlah, kan tadi cuma main sebentar"

"Ndak enaklah dek, ini beliin martabak sama gorengan aja ya."

"terserah mas ajalah."

Setelah acara perkenalan tadi mereka pulang. Dalam hati Agus berharap semoga rumah tangganya kali ini bisa berjalan dengan baik dan dipenuhi cinta serta ksih sayang didalamnya.

Cinta selalu datang dari arah yang tidak disangka. Siapa sangka gadil kecil yang dulu aku ajak main mammpu membuat hatiku bergetar dan ingin membina rumah tangga bersamanya. 




Terimakasih sudah membaca kisah cinta Juragan Agus.

Kritik dan saran bisa ditulis dikolom komentar,
terimakasih 🥰 🥰 🥰

Cinta Sang Duda (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang