10

8.5K 195 2
                                        

Bismillah
Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih 💚


***********

Musim panen telah berlalu, kini sudah memasuki musim kemarau. Berarti sawah hanya bisa ditanami palawija karena kebutuhan air palawija sedikit Maka cocok ditanam saat musim kemarau.

"Dek, musim ini benih jagung sulit dicari di desa Kita." Agus memulai cerita kepada Sari.

"Lha terus sawahnya gimana mas, kan eman kalau ndak ditanami." Saat ini mereka sedang bersantai di teras rumah sembari menikmati semilir angin sore.

"Rencananya mau ke luar kota buat mencari benih bareng-bareng sama oetani yang lain." Agus menjelaskan.

"Semua?" Tanya Sari.

"Ya ndak, perwakilan. Tapi ada Lima orang lebih rencananya satu Mobil."

"Yaudah kalau bareng-bareng, berangkatnya kapan?" Tanya Sari.

"Besok malam." Jawab Agus

"Mas, nanti kalau mas keluar kota kan aku ndek rumah sendiri. Gimana kalau aku nginep dirumah ibuk, sudah lama ndak berkunjuung ke sana."

Sari biasanya mengunjungi orang tuanya 2 minggu sekali, tapi karena kesibukan panen kemarin sudah lama belum berkunjuung.

"Iya, nanti mas anter." Jawab Agus.

*****

Pernikahan ini sudah berjalan sejauh ini. Tapi aku merasa sangat hambar, diantara kami hanya menjalankan kewajiban tanpa adanya cinta. Padahal aku sudah berusaha memberikan yang terbaik buat Sari istriku.

Aku sempat bertanya bahagiakan dia bersamaku selama ini?? Apakah dia merasa terpaksa dengan pernikahan ini?? Pertanyaan itu muncul saat melihat wajah damainya saat tidur. Disatu sisi aku berasa bahagia Karena bisa menikah dengan orang yang aku sayangi, tapi aku tidak mau membuat sedih orang yang aku cintai.

Jika aku boleh egois aku tetap ingin memiliki Sari. Kebahagiaan bisa diusahakan kan? Nanti akan aku tanyakan apa yang sebenarnya Sari rasakan.

"Dek, tolong nanti antarkan sarapan ke sawah ya."

"Iya mas."

Dia selalu patuh dengan perintahku, tidak pernah menolak. Tapi kenapa dia terlihat tidak bahagia.

Hanya satu penolakan yang membuatku terluka tapi masuk akal. Dimalam itu dia menolakku saat aku mengajaknya malam pertama, dengan alasan kami belum saling mengenal.

"Nanti pas pulangnya dari rumah bapak nunggu Tak jemput ya, soalnya pulangnya belum pasti."

Agus mengantarkan Sari ke rumah bapaknya karena dia akan lergi ke luar kota.

"Iya mas, mas hati-hati di sananya nanti." Pesan Sari.

Rombongan Agus sudah berjalan meninggalkan Desa. Mereka kebetulan adalah teman akrab mulai kecil hingga sekarang.

"Gus, kok ketarane ndak bahagia mari rabi."

"Iyo tak sawang-sawang Ra ayem blas." Komentar teman Agus

"Ora, aku ayem tentrem Wong dirumat bojo sng Tak senengi kok."

Agus berkilah, sejujurnya dia ingin sekali berrbagi tentang masalahnya. Tapi dia sadar bahwa aib rumah tangga tidak boleh keluar dari rumah.

"Mari nggolek benih, Kita dolan yok. Wes suwe adwe ora dolan bareng." Ajak mereka.

"Setuju, sedilut saja mumet ndek omah terus." Jawab Si A.

"Ya wes aku melu, tapi ijin bojoku disek." Agus ijin kepada Sari jika pulang lebih lama.

****

Sedangkan di desa sudah 3 hari Agus meninggalkan rumah, ada rasa kesepian dalam diri Sari ketika tidak menemukan suami di rumah. Karena biasanya setiap hati bertemu, ternyata Agus sudah menjadi candu bagi Sari.

Siang tadi Agus mengabari jika akan pulang lebih lama karena temannya mengajak untuk bermain ke tempat wisata.

Pikiran Sari berkelana ke mana-mana dia takut jika Agus menemukan orang lain yang lebih cantin dan bisa mencintanya.

Dia pernah mendengar jika laki-laki tidak cukup dengan satu wanita, dia takut ditinggalkan tapi dia tidak bisa mencintai Agus sampai saat ini.


Waah sungguh membagongkan ditinggal nyariin, waktu ada tidak dicintai. Sari jangan sampai menyesal yaa, karena kesempatan tidak datang dua Kali.


Jangan lupa vote dan komen 🥰 🥰 🥰

Terimakasih






Cinta Sang Duda (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang