Bismillah
Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih 💚
*******
Setelah proses perkenalan dan penjelasan Agus tentang tujuan pernikahan mereka. Agus sengaja mengajak wanto bertemu untuk membicarakan hasil kencan mereka semalam.
"To, adikmu setuju. Alhamdulillah to, akhirnya aku menikah juga."
"Lhah kok cepetmen?"
"Kan adikmu memang sudah dekat sama aku."
"Halah ndak usah ngada-ngada."
"Nanti sampaikan ke bapak ya, minggu depan akum au ke rumah mau lamaran resmi dan membawa keluarga. Supaya mereka nggak kaget."
"Iya, tapi nanti kalau kamu sampek buat adikku nangis, awas. Kalau ndak suka balikin, jangan disakitin."
"Siap, aku akan menjaga dia dengan sepenuh hati."
Malam ini rumah Sari sangat ramai karena saudara dekat dan tetangga berkumpul untuk menyambut kedatangan tamu yang akan melamar putri mereka.
"Pimana dek perasanmu? Mau dilamar pujaan hati nih?"
"Takut sih"
"Mbak dulu juga gini perasaanya?"
"Ndak, kan dulu aku sama masmu sudah pacaran sebelumnya jadi sudah kenal."
Karena semua keluarga dan tamu sudah datang. Sari disuruh keluar kamar untuk memulai lamaran ini.
"nduk, ayo keluar. Acaranya sudah mau dimulai."
"iya buk"
Dari mempelai lelaki diwakilkan oleh pakde Agus sebagai pembicara dan dari pihak sari diwakilkan oleh bapaknya sari sendiri.
"selamat malam semuanya, kedatangan kami sekeluarga yang pertama bertujuan ingin menjalin silatur rahmi dengan keluarga pak supri dan yang kedua kami ingin mengutarakan niat kami, yaitu ingin memulai hubungan baru untuk anak kami agus dengan mbak sari. Semoga pak supri dan keluraga berkenan menerima kami beserta rombongan."
"terima kasih semua rombongan telah berkenan menyempatkan waktu untuk berkunjung ke rumah kami, mohon maaf apabila ada sambutan atau suguhan kami yang kurang berkenan dihati kalian. Saya bapak sekaligus wali dari sari snagta Bahagia akan acara malam ini, akhirya anak kami ada yang melamar dan akan menikah. Sesuai hasilkeputusan kami Bersama kami menerima dengan baik iat nak agus beserta keluarga, semoga hubungan ini terus terjalin dengan baik sampai maut meisahkan."
Itusepenggal kaimat yang terdengar dari acara lamaran mala tadi, setelah serah terima kami makan Bersama dan berbincang membahas rencana pernikahan mereka.
Musayawarah dimulai dari menghitung hari lahirnya calon mempelai, nanti dumlahkan, dibagi dan dicari tanggal, pasaran dan bulan yang pas untuk acara mereka.
Kita sebgai orang jawa jangan sampai melupakan tradisi leluhur, tradisi seperti itu harus terus kita rawat agar anak cucu nanti masih bisa menikmatinya.
Setelah semua selesai kami menyepakati pernikahan dilaksanakan 3 bulan lagi, dimana akad akan dilaksanakan di rumah sari dan nanti acara ngunduh mantu sederhana ala keluarga 3 hari kemudian di rumah agus.
Raut kebahagiaan diwajah agus tidak adapat disembunyikan. Karena inilah wantu yang dinanti-nanti. Dimana rumah akan terasa hidup arena ada istri dan aka nada teman berccerita setaiap harinya.
***
Sebelum menikah Sari ingin menghabiskan waktu gadisnya ini dengan bermalas-malasan karena siapa tahu setelah ini dia harus rajin bangun pagi dan mengerjakan pekerjaan rumah. Meskipun dia tahu tidak akan seoerti itu.
"Nduk cah wedok lek isuk ndang tangi ngewangi ibune tandang gawe." Teriak ibu karena jam 07 Sari belum keluar kamar.
"Ah ibuk, aku mau malas-malasan dulu lah. Mau nikmatin masa gadis nanti nak wes nikah ndak bisa gini lagi." Tawar Sari.
"Hushh, pamali anak wedok ngomong gitu." Jawab ibu sambil menggedor pintu kamar Sari.
"Iya ini bangun lho buk." Sari keluar kamar.
"Iki direwangi masak terus diterne ke sawah, saiki wayahe tandur." Jelas ibuk.
"Biasanya juga mas Wanto sng ambil buk, panas kalau ke sawah." Sari menawar.
"Halah, Wong seh isuk ngene kok panas. Makane ayo ndang direwangi ben cepet rampung." Marah ibu.
"Iya-iya buk." Sari cemberut dari tadi dimarahin terus.
Setelah bersiap-siap ke sawah Sari bersiap memakai baju panjang Dan celana panjang untuk pergi ke sawah mengantar sarapan.
Sesampainya sari disawah ternyata disana juga ada Agus. Dia baru tahu jika setiap kebutuhan sawah bapak selalu memgambil bahan dari Mas Agus dan nanti yang menjualkan hasil panen jadi bapak hanya tinggal tanam serta merawat saja tanpa harus bingung cari keperluan sawah.
Sarapan sudah selesai karena sudah panas Sari berpamitan pada bapak untuk pulang.
"Pak ini sarapannya sudah selesai, Sari pulang dulu ya panas." Pamit Sari.
"Iya nduk, hati-hati." Jawab Pak Supri.
Melihat sang pujaan hati akan pulang Agus berencana mengantarkannya. Sekalian dia juga mau pulang karena dia hanya mengecek saja tidak ikut terjun ke sawah.
"Wah sudah mau pulang dek, mau sekalian tak anter ndak?" Tanya Agus.
"Lha mas sudah selesai di sawahnya?" Bingung Sari.
"Sudah, kan hanya memantau tadi jadi ndak lama." Jelas Agus.
"Iya boleh, bawa motor apa jalan kaki mas tadi." Karena Sari ke sawah tadi jalan kaki.
"Bawa motor iki, ayo sini Tak bonceng." Ajak Agus.
"Weenak ya kalau ke sawahnya bawa motor, ndak capek jalan." Cerita Sari
"Lha dek Sari mau jalan kaki?? Kan dirumah bapak ada motor kok jalan kaki." Bingung Agus.
"Ya karena aku ndak bisa bawa motor yang itu bisanya bawa motor bebek, makanya jalan." Cerita Sari panjang lebar.
"Lha mau Tak belikan po pie, daripada jalan kalau ke mana-mana." Beritahu Agus.
"Ndak ah, nanti saja nak ws nikah. Kalau saiki takut dimarahin bapak dikira minta-minta sama mas." Jawab Sari.
"Yo wes kalau ndak mau, tapi kalau mau pergi ndak ada yang anter telepon saja dek daripada jalan nanti kamu capek." Peringat Agus.
"Iya mas terima kasih tawarannya." Jawab Sari.
"Halah Kyo karo spo wae dek, jadi ndak sabar pingin cepet nikah kalau tiap ketemu disuguhi pemandangan kayak gini." Geriming Agus.
"gombal ya juragan?" Tanya Sari.
"Ndak, wes meh sampek iki. Ojo lali minggu ngarep adwe nikah dijogo kesehatane ojo sampek pas nikah sakit." Beritahu Agus.
"Iya mas, matur nuwun tumpangane."
Sari turun didepan rumahnya, Agus tidak bisa mampir karena mau mengurus berkas pernikahan.
Agus mempersiapkan keperluan pernikahan dengan sempurna, dia tidak ingin pernikahan pertama dan terkahir sang kekasih berjalan dengan biasa saja. Dia ingin membuat kenangan yang tidak akan terlupakan dab akan dikenang sepanjang hayat mereka nanti.
Terimakasih sudah membaca kisah cinta Juragan Agus.
Kritik dan saran bisa ditulis dikolom komentar,
terimakasih🥰🥰🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sang Duda (Terbit)
RomansaCERITA INI AKU REVISI!!!! Alur cerita tetap sama ya, tetapi ada tambahan cerita agar lebih nyambung. Saran kalian di kolom komentar juga jadi bahan pertimbangan revisi, selamat membaca kembali... Usia hanyalah angka nyatanya yang lebih tua paham car...
