Bismillah
Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih 💚
***********
Pagi hari ini aku diajak Bude ngirim ke aawah karena mas Agus sedang diluar kota buat ngurusin pembelian pupuk dan benih makanya aku dimintai menggantikannya.
Acara I rumah mas agus hanya berjalan secara sederhana tidak ada acara seperti di rumahku.
"Wes alhamdulillah saiki Agus enek sng ngurusi, ndak dewean maneh. Pie Agus ndak aneh" kan nduk?" Tanya Bude dengan lembut.
"Mboten Bude, mas Agus gemati sama sari." Jawab Sari dengan sopan.
****
Tepat hari ini pernikahan kami telah berjalan selama 2 bulan. Tidak ada pertengkaran yang berarti, hanya terkadang aku marah karena mas Agus sangat sulit dibangunkan kalau pagi.
Mas Agus benar-benar melaksanakan apa yang Kita bicarakan diawal pernikahan.
"Agus tambah ayem semenjak rabi, Bude melu seneng." Jawab Bude.
"Pangestunipun Bude." Sarienjawab sekenanya.
Kegiatanku masih sama yaitu membawakan makanan ke sawah utuk mas agusdan para pekerjanya.
Seperti saat ini aku menemani bud eke sawah. Sesampainya kami di sawah Mas Agus masih mengawasi pekerja. Panen musim ini sedikit berbeda karena padi kami diserang hama tikus, jadi panennya menurun drastis padahal modalnya besar tapi hasilnya sedikit.
"Mas, neduh dulu ini sarapannya." Sari memanggil Agus untuk menenduh di saung sawah.
"Iya dek, sebentar tak cuci tangan." Agus mencuci tangan di sungai dekat sawah.
"Waah, enak ki ketok e. Apa menunya dek?" Tanya Agus.
"Seperti mintane mas semalam kan." Semalam Agus ingin dimasakkan ikan dengan kuah pedas.
"Enak dek, kapan-kapan masak Gini lagi ya. Enak masakanmu." Puji Agus, meskipun diawal Sari sempat bilang ndak bisa masak sekarang sedikit-sedikit belajar masak dengan budhe.
"Tapi jangan yg susah mintanya, yang sudah aku bisa aja ya." Jawab Sari.
"Siap."
Semua pekerja sudah sarapan, kini Sari dan budhe pulang.
Perlahan Sari sudah menjadi ibu rumah tangga yang sesungguhnya. Belanja, masak, bersih-bersih rumah hampir semua pekerjaan rumah sudah bisa dia lakukan. Awalnya dia malas tapi karena bosan dia mengisi hari-hari dengan beberaih rumah, melihat perubahan itu Agus merasa Sari sudah bisa menerima perannya sebagai istri yang sesungguhnya.
Meskipun belum memberikan hakku yang seharusnya dia berikan di malam pertama waktu itu, bagiku tidak masalah yang terpenting kita bahagia menjalani pernikahan ini.
"Dek, malam ini ada rapat RT pulangnya malam. Kunci saja pintunya aku sudah bawa kunci." Agus berangkat rapat rutinan RT.
"Iya, ndak usah pulang malem Mas." Sari mencium tangan Agus sebelum meninggalkan halaman rumah.
"Ya diusahakan." Jawab Agus.
******
Sudah dua bulan aku menjalani pernikahan dengan laki-laki yang asing menurutku. Dia selalu mengusahakan kebahagiaan, kenyamanan dan keinginanku. Tidak pernah membuatku marah, tapi anehnya rasa cinta ini belum tumbuh.
Dulu aku punya kriteria suami idaman, namun jodohku ternyata sangat jauh dari kriteriaku. Hal itulah yang membuatku sulit mencintai suamiku, ragaku memang berada di sini menjalani dengan canda tawa namun hatiku masih berada diawang-awang dipenuhi rasa bimbang.
Berdosakah diriku?? Berpura-pura bahagia namun hatiku sebenarnya sangat terluka. Mas Agus tidak pernah bercerita tentang keluarganya, mantan istrinya dan alasan mengapa dia memilihku menjadi istrinya. Sederhana tapi aku sangat ingin tahu, aku tidak mau bertanya karena seharusnya dia yang bercerita.
Akupun belum bemberinya nafkah batin, meskipun aku tahu dia sangat menunggu itu. Aku tidak ingin berhubungan dengan tidak berlandaskan cinta, aku harus nyaman dan bahagia lahir batin tidak seperti saat ini.
Akan aku jalani pernikahan ini dengan sepenuh hati sambil mencari kenyamanan, nanti pasti akan aku ceritakan kepada mas Agus tentang apa yang aku rasakan. Bukan sekarang.
Kira-kira apa yang membuat Sari belum mencintai Agus???
Cerita ini sudah mau masuk konflik jadi siap-siap kejutan masalah yang akan dihadapi mereka.
Jangan lupa vote dan komen🥰🥰🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sang Duda (Terbit)
RomansaCERITA INI AKU REVISI!!!! Alur cerita tetap sama ya, tetapi ada tambahan cerita agar lebih nyambung. Saran kalian di kolom komentar juga jadi bahan pertimbangan revisi, selamat membaca kembali... Usia hanyalah angka nyatanya yang lebih tua paham car...
