Suho menatap Chanyeol yang tengah menyeduh kopi yang di sediakan di kamar hotel itu. Suho menatap heran pada Chanyeol yang tidak bereaksi.
"Sepertinya aku tidak salah lihat dia benar Baekhyun"
"Kau tidak salah lihat Hyung" Chanyeol menyeruput kopi yang dibikinnya tadi.
"Kalau dia benar Baekhyun aku tidak menyangka sama sekali kau akan bereaksi seperti tadi" Chanyeol meletakan kopinya dan menatap Suho yang tengah duduk di sofa kamarnya itu. "Tidak mungkin perasaan mu berubah setelah bertemu beberapa detik di tempat yang berbeda atau itu mungkin?"
"Lalu aku harus bagaimana? Dia yang meminta agar kami tidak saling mengenal"
"Ahh begitu"
"Aku tidak ingin dia melarikan diri lebih jauh lagi Hyung" Chanyeol tidak ingin Baekhyun kesulitan karena dirinya. Suho memilih memahami situasi Chanyeol.
"Baik kalau begitu istirahatlah" Chanyeol mengangguk dan Suho pergi meninggalkan kamar milik Chanyeol.
Chanyeol menatap kearah jendela disana terlihat pemandangan kota Jeju dan tentunya sebuah pantai yang sangat indah. Pikirannya kilas balik tentang pertemuannya dengan Baekhyun di lobby tadi. Wajahnya tidak menggambar hatinya sama sekali saat itu. Chanyeol sangat bahagia bisa melihat Baekhyun kembali dan tentunya ia sangat merindukan Baekhyun namun Chanyeol berusaha membatasinya agar ia tidak kehilangan Baekhyun kembali.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Malam harinya Suho mengajak Chanyeol untuk makan malam di restoran hotel mewah itu. Saat berjalan menuju restoran Chanyeol dan Suho berpapasan dengan Baekhyun yang tengah Menarik troli karena ia baru saja menyelesaikan pekerjaannya sebelum pulang. Baekhyun membungkuk dengan canggung karena bagaimana pun itu etika staf hotel apabila bertemu dengan tamu apalagi tamu VIP.
"Baekhyun" panggil Suho sehingga Baekhyun menghentikan langkahnya. Suho melirik kearah Chanyeol yang terlihat pura-pura tidak peduli.
"Iya ada yang bisa saya bantu?" Ucap Baekhyun dengan ramah pada Suho.
"Tidak ada hanya saja kau masih mengingatku dan Chanyeol kan?" Seketika Baekhyun bungkam ia tidak tau harus jawab apa. Chanyeol yang melihat Baekhyun bungkam memilih angkat bicara.
"Hyung ayo aku lapar" Ucap Chanyeol kemudian melanjutkannya perjalanannya.
"Kalau begitu kembalilah bekerja" Baekhyun membungkuk kemudian Suho mengikuti Chanyeol. "Park Chanyeol tunggu!" Suho mempercepat langkahnya karena ia ketinggalan beberapa langkah.
Baekhyun menatap punggung Chanyeol yang semakin jauh. Perasaan Baekhyun menjadi kacau melihat perubahan Chanyeol yang bahkan tidak menyapa nya sama sekali. Baekhyun mengerti sepertinya Chanyeol benar-benar menuruti keinginannya. Meskipun ia menerima itu namun tidak bisa dipungkiri ia merasa bersalah dan terluka dengan sendirinya.
Suho dan Chanyeol telah sampai di restoran mereka memesan makanan. Suho menatap kearah Chanyeol yang lebih sering melamun.
"Saranku saja kau boleh terima atau tidak sebaiknya bicarakan apa yang ada dipikiran mu pada Baekhyun" Suho tau Chanyeol sangat ingin bicara dengan Baekhyun.
"Bagaimana kalau dia kembali menghilang lagi?"
"Kesempatan tidak pernah datang dua kali dan kau bisa menyesal jika tidak menggunakannya"
Chanyeol mulai memikirkan perkataan Suho yang mungkin ada benarnya. Kesempatan memang tidak pernah datang dua kali.
"Baiklah" Chanyeol bangkit dari posisi duduknya dan membuat Suho terheran.
"Apa?"
"Aku akan bicara dengannya malam ini"
"Maksudku bukan malam ini juga kau bahkan belum makan malam"
KAMU SEDANG MEMBACA
FRAGILE HEART
Fanfiction"Lawan dari cinta bukanlah benci melainkan ketidak pedulian" Bagaimana rasanya membenci seseorang yang dicintai? Itulah cara Chanyeol agar bisa menghilangkan rasa cintanya pada Baekhyun. Namun Chanyeol keliru akan itu semakin ia membenci maka cinta...
