Luhan tengah berbicara dengan Yifan dalam kamar hotel yang Luhan tempati selama di Jeju. Pembicaraan itu terlihat tidak baik dan berujung perdebatan.
"Aku ingin hubungan ini berakhir Yifan!" Luhan meninggikan suaranya.
"Tidak kau tidak bisa seperti ini Luhan!" Yifan juga meninggikan suaranya.
"Kenapa tidak? Hubungan ini sejak awal hanya untuk main-main aku tidak pernah mencintaimu begitupun denganmu"
"Main-main?"
"Anggap saja aku sedang melakukan pemberontakan kepada eommaku"Luhan memilih berbalik dan melipat kedua tangan di dadanya. "Pergilah!" Ketus Luhan sambil mengusir Yifan tanpa melihatnya.
Yifan merasa Luhan terlalu kasar padanya dan hal itu membuat perasaan Yifan terluka. Yifan pun menarik kasar tangan Luhan dan menghempaskan tubuh Luhan di kasur.
"Yak! apa yang kau lakukan!" teriak Luhan.
"Apa kau senang bermain-main denganku?" Yifan mulai mendekati Luhan yang berusaha bangkit namun Yifan lebih dulu menahannya.
"Menjauhlah dariku!" teriak Luhan sambil meronta-ronta.
Yifan tidak peduli dengan penolakan Luhan pada dasarnya ia sangat terobsesi dengan Luhan. Yifan dengan menggebu-gebu mencium bibir Luhan dengan paksa. Tidak hanya itu Yifan dengan kasar menyentuh Luhan.
"Berhenti!" Teriak Luhan ketika Yifan mulai menyentuh tubuhnya.
"Yifan!! akh!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Baekhyun yang baru menyelesaikan tugasnya tiba-tiba dihampiri oleh salah satu seniornya.
"Baekhyun antarkan makanan itu ke kamar nomor 485"
"Baik Sunbae" Seperti biasa Baekhyun tidak menolak kemudian ia berjalan mengantarkan makanan menuju kamar 485. Kamar itu seingatnya di tempati oleh Luhan sepupunya.
Sesampainya Baekhyun di kamar itu ia mulai menekan bel yang ada di samping pintu masuk. Namun tidak ada respon Baekhyun kembali menekan bel itu dan mulai mengetuk pintu.
Sedangkan di dalam sana Luhan masih berusaha agar bisa berlari menuju pintu. Namun Yifan tidak melepaskannya dan terus menyentuh tubuh Luhan. Luhan benar-benar ketakutan saat Yifan mulai merobek pakaiannya ia mulai panik dan menangis.
"Akh Yifann" Teriak Luhan saat Yifan mulai menyentuh buah dadanya. Yifan bagaikan binatang buas yang menerkam mangsanya tanpa ampun."Hentikan!!"
Baekhyun merasa aneh jika Luhan meminta room service seharusnya ia berada di dalam kamar namun Baekhyun masih berusaha untuk menekan bel dan mengetuk pintu kamar itu.
"Baekhyun" Mendengar namanya di panggil Baekhyun melihat ke arah sumber suara itu.
"Sonu"
"Apa Luhan tidak ada dikamarnya?" Sonu juga ingin bertemu dengan Luhan.
"Daritadi aku menekan bel dan mengetuk pintu tidak ada yang keluar"
"Apa kamar hotel ini memiliki kunci cadangan?"
"Biasanya bagian keamanan hotel memilikinya kalau begitu aku ambil dulu" Baekhyun bergegas menemui bagian keamanan itu entah bagaimana firasatnya sangat buruk. Sedangkan Sonu terus menekan bel dan mengetuk pintu.
Di dalam kamar itu Yifan merasa terusik karena bunyi bel dan ketukan pintu yang terus menerus. Meskipun ia tidak mempedulikan nya dan hanya menyentuh Luhan.
"Aish s**l" teriak Yifan dan menghentikan aktivitasnya. Luhan tidak hilang akal ia langsung menendang Yifan dan bergegas menuju pintu.
"Akh Luhan!" Yifan bergegas mengajarnya Luhan berusaha agar tidak tertangkap. Namun baru saja ia berhasil menyentuh gangang pintu tiba-tiba Yifan menariknya sehingga Luhan tidak sempat membuka pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
FRAGILE HEART
Fiksi Penggemar"Lawan dari cinta bukanlah benci melainkan ketidak pedulian" Bagaimana rasanya membenci seseorang yang dicintai? Itulah cara Chanyeol agar bisa menghilangkan rasa cintanya pada Baekhyun. Namun Chanyeol keliru akan itu semakin ia membenci maka cinta...
