Situasi IGD benar-benar chaos karena begitu banyak pasien yang berdatangan. Baekhyun melihat kondisi mereka banyak yang mengenaskan. Bahkan ada yang tidak selamat dan dinyatakan meninggal dunia. Begitu banyak tangisan dari para keluarga dan kerabat atas kepergian salah satu keluarga mereka yang terkena kecelakaan akibat bangunan runtuh di taman hiburan itu.
"Appaaa!!!!"
"Yeobo bangunlah hisk jangan tinggalkan kami"
Seketika situasi ini membawa Baekhyun pada masa lalu. Baekhyun membeku tubuhnya bergetar ketika ia melihat korban yang dinyatakan meninggal dunia.
Flashback on
"Eomma"
"Appa"
Baekhyun mengikuti dua brankar yang didorong oleh tim medis menuju IGD. Baekhyun sendirian dengan beberapa luka kecil di tubuhnya. Sambil menangis dan bergumam memangil kedua orang tuanya.
"Eomma Appa jangan tinggalkan aku hisk" Baekhyun terus bergumam sambil melihat kedua orangtuanya yang berlumuran darah. Hingga mereka berpisah karena Baekhyun tidak diperkenankan masuk kedalam ruangan itu.
Baekhyun ketakutan dan sendirian ia tidak peduli dengan luka-luka yang ada di tubuhnya. Ia hanya ingin keselamatan untuk kedua orangtuanya nya.
"Eomma Appa jangan tinggalkan aku" Air matanya tidak berhenti mengalir. "Aku mohon jangan tinggalkan aku sendiri"
Baekhyun terus berdoa agar kedua orang tuanya baik-baik saja.
Disaat itu dokter keluar bersamaan dengan kedatangan haraboji nya.
"Keluarga pasien"
"Bagaimana keadaan putra dan menantuku dokter" Tuan Byun Hyunsoo langsung menghampiri dokter itu dengan penuh harapan akan kehidupan orang tua Baekhyun.
"Kami telah mencoba menyelamatkan pasien dengan semaksimal mungkin namun menantu anda dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit"
Seketika dunia Baekhyun menjadi sangat suram mendengar ibunya telah meninggal dunia.
"Eomma!!" Baekhyun berteriak tidak terima dengan kenyataan. "Tidak mungkin eomma hisk Tidak mungkin eomma jangan tinggalkan aku hisk.. hisk" Baekhyun seolah-olah terhukum oleh fakta kepergian ibunya.
"Agashi tenanglah" Hyenam asisten rumah tangga kepercayaan Tuan Byun itu memeluk Baekhyun yang meronta-ronta tidak rela ditinggal oleh ibunya.
"Lalu bagaimana dengan putraku Kyuhyun?" Tuan Byun Hyunsoo langsung menarik kerah Dokter yang menangani putranya itu. "Kau pasti bisa menyelamatkannya!"
"Tuan Byun tenanglah dulu" Dokter itu mencoba mencari kalimat yang baik untuk menyampaikan kabar duka. "Putra anda mengalami pecah pembuluh darah setelah istrinya dinyatakan meninggal dunia sehingga kami tidak bisa menyelamatkannya mohon maaf dan kami turut berdukacita yang sedalam-dalamnya"
Byun Hyunsoo tak sanggup lagi berkata-kata ia kehilangan putra semata wayangnya. Cengkraman pada kerah Dokter itu terlepas Byun Hyunsoo benar-benar kehilangan separuh hidupnya.
Baekhyun langsung berlari kedalam ruangan itu ia tidak sanggup menahan rasa sesak yang teramat di dalam dadanya. Bahkan untuk berteriak pilu pun tak sanggup semua tertahan karena ia kehilangan kedua orangtuanya di waktu yang bersamaan.
Baekhyun bersimpuh di hadapan jenazah kedua orang tuanya yang telah tertutup kain putih itu.
"Eomma hiskk Appa hisskk maafkan aku" Baekhyun menangis pilu. Ia kesulitan mengeluarkan suaranya karena tangisannya yang tak tertahankan.
KAMU SEDANG MEMBACA
FRAGILE HEART
Fanfiction"Lawan dari cinta bukanlah benci melainkan ketidak pedulian" Bagaimana rasanya membenci seseorang yang dicintai? Itulah cara Chanyeol agar bisa menghilangkan rasa cintanya pada Baekhyun. Namun Chanyeol keliru akan itu semakin ia membenci maka cinta...
