24

328 25 7
                                        

Sudah dua jam berlalu Wendy masih setia menunggu Chanyeol. Hingga penantiannya berakhir ketika ia melihat Chanyeol. Wendy pun bangkit dari posisi duduk dan bergegas menghampiri Chanyeol.

"Chanyeol bagaimana dengan tanganmu" Wendy menarik tangan Chanyeol. Chanyeol hanya memasang wajah datarnya dan menarik tangannya.

Wendy tau dirinya bersalah karena keegoisannya ia melukai Chanyeol.

"Aku minta maaf" Wendy menatap Chanyeol dengan sungguh-sungguh.

"Tidak perlu meminta maaf padaku" Chanyeol menatap datar Wendy karena memang dirinya tidak pernah bisa berpura-pura. "Aku yang menyakitimu sebaiknya jangan pernah memaafkan ku"

Chanyeol berjalan meninggalkan Wendy namun seketika langkah Chanyeol terhenti ketika Wendy buka suara.

"Siapa dia?" Chanyeol berbalik dan mereka kembali saling menatap. "Apa mungkin dia kembali"

"Aku tidak punya waktu lagi untuk melayani mu Wendy dan sepertinya semalam sudah cukup jelas kalau aku ingin pertunangan ini dibatalkan" Chanyeol tidak bisa lagi bertele-tele dengan Wendy karena ia sudah menegaskan sejak awal keinginan nya hanya satu pertunangan mereka batal.

"Byun Baekhyun wanita j*l*ng itu-" Wendy dengan kasarnya merendahkan Baekhyun dan itu membuat amarah Chanyeol terpancing sehingga ia memotong ucapan Wendy.

"CUKUP WENDY!" Mendengar bentakan Chanyeol membuat tubuh Wendy bergetar. Tebakan tentang kembalinya Baekhyun ternyata itu benar.

"Hah. Jadi itu benar" Wendy berusaha menahan air matanya yang berlomba-lomba ingin turun.

"Kau tidak berhak merendahkan wanita yang ku cintai dan sejak awal kau tau itu hanya Baekhyun yang ku cintai!" Chanyeol menghantam Wendy dengan fakta kalau tidak ada selain Baekhyun yang ia cintai.

Chanyeol memilih membiarkan Wendy yang terluka karena ucapan nya. Pertahanan Wendy pun hancur air mata yang mati-matian ia tahan akhirnya mengalir deras. Hatinya sangat hancur ketika ucapan Chanyeol terngiang dalam pikirannya.

"Aku tidak akan menyerah Chanyeol sampai kau menjadi milikku"

"Jika tidak bisa maka Baekhyun juga tidak boleh memiliki mu"

Wendy menatap punggung Chanyeol yang makin jauh kemudian ia menghapus airmatanya dan meninggalkan tempat itu dengan hati yang hancur.
.

.

.

.

.

.

.

.

Malam ini hujan turun sangat deras disertai badai membuat Baekhyun khawatir pada Chanyeol. Dua jam yang lalu Chanyeol mengirimkan pesan kalau dirinya dalam perjalanan.

"Hujannya sangat deras" Baekhyun begitu gelisah kemudian mencoba menghubungi Chanyeol. Namun ponsel Chanyeol tidak aktif.

"Kenapa tidak bisa dihubungi" Rasa khawatirnya makin menjadi-jadi ketika ponsel Chanyeol tidak aktif. Baekhyun terus mencoba menghubungi Chanyeol karena ia benar-benar khawatir.

Hingga Baekhyun tersentak mendengarnya pintu rumahnya di ketuk. Baekhyun pun bergegas menuju pintu dan membukanya.

"Maaf aku terlambat" Seketika perasaan lega mulai menyelimuti rasa khawatirnya. Melihat Chanyeol dihadapannya dalam keadaan baik-baik saja. Chanyeol menutup payung yang digunakannya karena mobil miliknya tidak bisa masuk sehingga Chanyeol menggunakan payung untuk menerobos hujan.

*Hugs

Baekhyun langsung memeluk Chanyeol yang berada dihadapannya itu.

"Ada apa eum?"Chanyeol tersenyum ketika Baekhyun spontan memeluknya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 24, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

FRAGILE HEART Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang