Baekhyun menganti perban ditangan Chanyeol dengan hati-hati. Beruntunglah di dalam mobil itu ada kotak P3K. Chanyeol menatap Baekhyun yang hampir selesai membaluti tangan Chanyeol dengan perban. Chanyeol bisa melihat Baekhyun tengah menahan air matanya.
"Terimakasih Baekhyun" Ucap Chanyeol ketika Baekhyun selesai menganti perbannya.
Baekhyun tidak bisa menjawab apapun sedaritadi ia sudah berusaha menahan airmata nya agar tidak keluar. Baekhyun menatap kesamping karena ia tidak bisa menahan air matanya agar tidak mengalir. Baekhyun bergegas menghapusnya ia tidak ingin terlihat lemah namun pandangan Chanyeol tidak pernah lepas darinya sehingga Chanyeol tau kalau Baekhyun menangis.
"Maafkan aku tidak seharusnya aku seperti tadi" Chanyeol merasa bersalah karena tindakan impulsif nya tadi.
Baekhyun tidak menatap kearah Chanyeol sama sekali bukan karena benci Chanyeol. Tapi ia membenci dirinya sendiri kenapa begitu sulit untuk mengatakan kalau dirinya khawatir sehingga Chanyeol melukai dirinya seperti tadi.
"Baekhyun-" Belum sempat Chanyeol melanjutkan ucapannya Baekhyun lebih dahulu turun dari mobil itu. Baekhyun benar-benar tidak sanggup menahan air matanya dan berpura-pura kuat. Chanyeol mengikuti Baekhyun yang keluar dari mobilnya. Chanyeol tetap berada di belakang Baekhyun ia memberi ruang untuk Baekhyun.
Perasaan Baekhyun terhukum ia berusaha mengedepankan logikanya kalau apa yang dirasakannya itu salah besar. Baekhyun tidak ingin melakukan kesalahan untuk perasaan terlarang nya. Sekuat apapun ia menyangkal perasaan itu maka perasaan itu semakin bertumbuh dan Baekhyun sepertinya tidak mampu mengendalikannya. Baekhyun pun berbalik kemudian mendekati Chanyeol.
"Kenapa kau melakukan ini" Baekhyun memukul pelan dada Chanyeol. Chanyeol memilih bungkam dan membiarkan Baekhyun bicara.
"Bagaimana jika aku tidak khawatir apa kau akan menyakiti dirimu lebih buruk dari ini eoh?" Baekhyun kembali memuku pelan dada Chanyeol untuk yang kedua kalinya dan Chanyeol tetap bungkam.
"Aku benar-benar membencimu hiks" Kembali tangisannya pecah dan Chanyeol menarik Baekhyun kedalam pelukannya. "Aku benar-benar membencimu Chanyeol kenapa kau lakukan ini padaku hisk"
Chanyeol memeluk erat Baekhyun yang menangis dalam pelukannya. Baekhyun sangat tidak berdaya atas perasaannya. Dirinya begitu mengkhawatirkan Chanyeol namun logikanya selalu tidak sejalan dengan perasaannya. Sehingga pada akhirnya ia tidak bisa berbuat apa-apa meskipun dirinya takut hal buruk terjadi pada pria yang dicintainya.
"Kau boleh membenciku tapi tolong jangan tinggalkan aku Baekhyun" Baekhyun bungkam ketika ucapan Chanyeol itu sampai ke indra pendengaran nya. "Aku benar-benar tidak bisa kehilangan mu lagi"
Chanyeol menitihkan air matanya sambil memeluk Baekhyun erat seolah-olah dirinya tidak ingin melepaskan Baekhyun. Ia benar-benar tidak ingin kehilangan Baekhyun.
"Tolong jangan tinggalkan aku" Ucapan itu terdengar lemah namun masih bisa didengar oleh Baekhyun. Chanyeol merebahkan kepalanya di pundak Baekhyun ia merasa sedikit pusing. Seketika Baekhyun merasa suhu tubuh Chanyeol tidak lagi normal. Sepertinya Chanyeol mengalami demam Baekhyun pun melepaskan pelukan Chanyeol.
Chanyeol memijit dahinya ia merasa pusing dikarenakan suhu tubuhnya yang tinggi. Tangan Baekhyun pun terangkat dan ia meletakkannya di dahi Chanyeol. Perlakuan Baekhyun membuatnya menghangat dan Chanyeol suka itu.
"Sangat panas sekali" Baekhyun semakin khawatir pada kondisi Chanyeol. "Apa kau membawa obatmu?" Tanya Baekhyun sambil melepaskan tangannya dari dahi Chanyeol.
"Aku meninggalkannya di kamar hotel" Chanyeol tidak menyangka dirinya akan mengalami demam sehingga ia melupakan obatnya. "Tidak apa-apa aku akan meminumnya setelah kembali ke hotel"
KAMU SEDANG MEMBACA
FRAGILE HEART
Fanfiction"Lawan dari cinta bukanlah benci melainkan ketidak pedulian" Bagaimana rasanya membenci seseorang yang dicintai? Itulah cara Chanyeol agar bisa menghilangkan rasa cintanya pada Baekhyun. Namun Chanyeol keliru akan itu semakin ia membenci maka cinta...
