Chanyeol sangat bahagia hari ini dirinya begitu banyak tersenyum karena kencan pertama nya dengan Baekhyun. Bahkan saat akan masuk kamar hotel pun Chanyeol masih melihat isi galeri ponsel dan menatap gambar Baekhyun dan dirinya. Sesampainya di depan kamar hotel Chanyeol mengeluarkan keycard nya.
"Sepertinya aku terlalu khawatir" Mendengar suara yang familiar itu membuat Chanyeol mengubah ekspresinya yang tadi penuh dengan kebahagiaan menjadi datar. "Kau tersenyum menatap layar ponsel mu tapi tidak sekalipun kau membalas dan menjawab panggilanku"
"Wendy kapan kau datang?" Mendengar itu Wendy tersenyum kecut. Benar dugaannya jika Chanyeol mengabaikan pesannya.
"Kalau saja kau tidak mengabaikan pesanku" Wendy mengambil keycard yang ada ditangan Chanyeol kemudian membuka pintu kamar itu.
Wendy masuk kedalam kamar milik Chanyeol dan Chanyeol tidak punya pilihan lain sehingga ia mengikuti keinginan Wendy. Wendy mendekati Chanyeol dan memeluknya.
"Aku merindukanmu" Chanyeol langsung menolak pelukan dari Wendy.
"Wendy dengarkan aku"
"Kenapa menolak pelukan ku? Kau bahkan masih tunanganku"
"Aku ingin pertunangan kita dibatalkan" Seketika Wendy merasa hancur karena ucapan Chanyeol yang begitu tegas menusuk ke hatinya.
"Ini tidak mungkin" Wendy tidak mau percaya akan kalimat yang Chanyeol lontarkan. "Katakan padaku kalau kau berbohong aku mohon" Pertahanan Wendy melemah ia menjatuhkan dirinya dihadapan Chanyeol.
"Aku tau semua ini salahku tidak seharusnya aku memberikan harapan padamu-"
"Kau tau sendiri artinya apa bukan" Wendy memotong pembicaraan Chanyeol. "Jika pertunangan ini berakhir maka aku juga akan berakhir kau tau itukan Chanyeol!" Wendy seakan-akan terobsesi dengan Chanyeol.
Chanyeol mengerti kemana arah pembicaraan itu. Bahkan dulu Wendy melakukan hal yang nekat untuk mempertahankan pertunangan mereka. Chanyeol mengusap kasar wajahnya dan kepalanya tiba-tiba menjadi sangat sakit untuk menghadapi sikap Wendy.
"Dimana cincinmu?" Wendy yang menyadari kalau Chanyeol tidak memakai cincin pertunangan mereka. Wendy pun berdiri dan menarik tangan Chanyeol. "Aku tanya dimana cincinmu?!"
"Aku tidak memakainya" Wendy mulai dengan kegilaannya ia mengeledah kamar Chanyeol untuk mencari cincin itu. Bahkan Wendy mengobrak-abrik kasur Chanyeol sehingga kamar itu berantakan dibuat nya.
"Wendy tolong hentikan!" Dia tidak mendengar Chanyeol dan tetap mencari di setiap sudut kamar itu dan bahkan begitu banyak barang yang di rusak oleh Wendy karena amarahnya yg tidak terkontrol.
"Disini tidak ada"
"Son Wendy!" Chanyeol menghentikan Wendy yang begitu keterlaluan karena sudah mengobrak-abrik kamarnya sehingga terlihat seperti kapal pecah.
Chanyeol menarik telapak tangan Wendy dan meletakkan cincin itu di sana. Wendy benar-benar hancur melihat cincin itu tidak dipakai oleh Chanyeol melainkan dikembalikan padanya.
"Aku tidak bisa berpura-pura menerima pertunangan ini dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa mencintaimu jadi kau tidak perlu berusaha lagi"
#plaks
Wendy menampar pipi Chanyeol sekuat hatinya yang telah hancur karena ucapan Chanyeol. Chanyeol menerima tamparan itu karena memang secara tidak sengaja dirinya menyakiti Wendy.
"Aku sangat mencintaimu bahkan melebihi diriku sendiri aku selalu berusaha agar kau bisa melirikku tapi kenapa kau tega melakukan ini padaku kenapa kau selalu kejam padaku Chanyeol kenapa?" Chanyeol tidak menjawab ia hanya membiarkan Wendy berbicara. "Begitu banyak pengorbanan yang aku lakukan hanya agar bisa bersamamu dan bahkan sampai hari ini karena aku tidak mendapatkan kabar darimu aku bahkan rela datang jauh-jauh ke Jeju hanya untuk memastikan kau dalam kondisi baik tapi apa yang kau lakukan kau benar-benar menghancurkan hatiku saat ini rasanya sungguh sakit"
KAMU SEDANG MEMBACA
FRAGILE HEART
Fanfic"Lawan dari cinta bukanlah benci melainkan ketidak pedulian" Bagaimana rasanya membenci seseorang yang dicintai? Itulah cara Chanyeol agar bisa menghilangkan rasa cintanya pada Baekhyun. Namun Chanyeol keliru akan itu semakin ia membenci maka cinta...
