Disclaimer!
• Narasi harap dibaca juga, agar paham alur dan karakter tiap tokoh.
• Komentar sesuai alur cerita, jangan bawa cerita lain.
Cerita ini diketik 7623 kata.
Happy Reading!
***
Selama masih dalam masa pemulihan, Dara kini terpaksa menuruti kemauan Alvaro untuk pindah lagi ke ruang rawat VVIP, agar lebih nyaman dan privasinya terjaga, katanya. Atas perintah dokter yang menangani Dara, wanita itu perlu waktu untuk dirawat selama dua minggu dikarenakan kini tengah mengandung.
Namun, yang membuat Dara terheran-heran saat sedang sarapan dan menonton film bersama Leon adalah sosok Alvaro yang muncul dengan dua koper besar itu masuk ke dalam ruang rawatnya dengan susah payah.
"Papaa!"
"Hei, jagoan! Bisa tolong bantu papa?"
Dara mengerutkan keningnya ketika Alvaro justru meminta bantuan pada anaknya? Namun, Leon yang begitu senang karena papanya datang lagi pun berlari menghampiri papanya meskipun anak itu sendiri keberatan mendorong koper besar dan sebenarnya tak membantu Alvaro juga.
"Huhhh! Papa ini kok belat banett cih, papa bawa lumah ya?" tanya Leon.
Alvaro tertawa seraya mengusap puncak kepala Leon gemas, "Ya enggak dong, papa bawa baju papa lah, sama satu koper lagi baju mama dan kamu. Papa satuin aja, soalnya ribet kalo dipisah."
"Ohhh gituuu ya pa," balas Leon.
Alvaro hanya bisa nyengir dengan kikuk saat Dara kini menatapnya dari atas ranjang. "S–saya cuma ngerasa ribet aja kalau harus bolak balik, jadi kayaknya harus bawa koper. Oh iya, saya bawain baju-baju kamu juga."
"Kamu ini cuma mau temenin aku, bukan mau menetap di rumah sakit, kenapa harus pakai koper sebesar ini?"
Alvaro menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "Y–ya soalnya kan dokter bilang, kalau kamu harus di rawat sampai dua minggu ke depan, jadi saya kosongin aja lemari kamu dan Leon."
Ingin marah juga tak ada tenaga. Dara hanya bisa menghela napasnya berat seraya menggeleng kecil, sebab tak habis pikir jika lemarinya benar-benar dikosongkan oleh pria itu, Alvaro benar-benar di luar dugaannya.
"Terserah kamu," balas Dara yang kini memilih kembali menyantap sarapannya yang begitu hambar, bersama Leon yang kini kembali fokus menonton serial upin ipin.
Merasa sedikit malu dengan Dara, Alvaro kini memilih duduk di samping ranjang, dan anehnya duduknya dekat sekali membuat Dara yang berada di atas ranjang mungkin bisa menggapai Alvaro dengan mudah.
"Saya sudah izin sama mama buat temani kamu disini selama dua minggu," ujar Alvaro.
Dara mengerutkan keningnya. "Emangnya kamu gak ada kerjaan lain, selain nemenin aku?"
"Bisa saya remote dari sini, kamu tidak usah memikirkan itu," balasnya singkat.
Ya sudahlah, lagi pula hadirnya Alvaro disini juga tidak memengaruhi apa pun. Setidaknya, pria itu bisa membantu Leon saat anak itu butuh sesuatu.
Selama Dara sibuk menonton bersama Leon, Alvaro sesekali mengalihkan pandangannya ke arah mantan istrinya, guna memastikan Dara baik-baik saja, dan Dara dapat melihat pergerakan itu lewat ekor matanya.
"Ya baik, untuk pengembangan resort bisa dilakukan—" penuturan Alvaro terhenti saat sedang meeting karena Dara sepertinya ingin turun dari ranjang sendirian namun, wanita itu justru meringis karena tubuhnya masih terasa sangat sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aldara 3
Romantik[Sequel Aldara] [Follow sebelum membaca] Cover by Sridewi [Instagram: @/sartgraphic_] (Nama, karakter, tempat dan peristiwa dalam cerita ini adalah fiksi) Perpisahan adalah kata paling tidak memungkinkan jika terjadi pada keluarganya. Tapi Dara meng...
