Happy Reading
Setelah beberapa minggu di rumah Kuputri dan luka Taufan juga semakin sembuh, ia memutuskan untuk pulang walau dengan mental yang masih campur aduk.
Taufan berjalan mendekati Kuputri lalu duduk di dekatnya. "Tuan ku Kuputri saya ingin meminta izin untuk pulang ke tempat saya berasal." Ucap Taufan dengan nada pelan.
Kuputri menatap Taufan dan membelai nya, Kuputri tahu kalau sebenarnya Taufan belum siap bertemu dengan sahabat-sahabatnya dikarenakan Taufan sudah cerita kepada Kuputri dan Maripos dan untung saja mereka memberikan respon yang positif dan juga bisa mengerti Taufan serta melatih Taufan agar bisa mengendalikan dirinya.
Namun percuma walau dicegah juga pasti akan pergi juga. "Tentu saya pasti akan izinkan kamu Taufan, tetapi kamu yakin ingin kembali sekarang?" Tanya Kuputri kembali memastikan.
Taufan tersenyum tipis. "Tentu... saya sangat berterimakasih kepada kalian karena sudah mau merawat saya, suatu hari saya akan membalas jasa kalian!" Ucap Taufan dengan semangat.
Kuputri sangat tersentuh lalu memeluk Taufan. "Jaga Dirimu baik-baik okey? Jika ada masalah jangan ragu menghubungi kami.."
Taufan membalas pelukan Kuputri. "Tentu saja! Aku akan selalu menghubungi kalian!" Mata Taufan mulai berkaca-kaca.
Mereka pun melepaskan pelukan, Taufan mengusap pipinya. "Oh iya, tolong beritahu Maripos salam perpisahan ku-"
"Salam perpisahan apa? Kau mau kemana huh?" Ucap Maripos yang berada di depan pintu.
"Maripos? Sejak kapan kau pulang? Bukankah harusnya kau bertugas?" Tanya Taufan bingung.
Maripos hanya memasang ekspresi datar sambil berjalan mendekati Taufan. "Ah itu tidak penting, yang terpenting sekarang kau mau kemana sampai tak sempat mau memberitahu ku?"
Taufan mulai tersenyum canggung. "Ah- aku mau kembali ke para sahabat ku-"
"Dasar B0d0h, lo mau mental lo hancur lagi kah? Bisakah hidup lo ga ada masalah? Prasaan lo demen amat nyari masalah." Walau kata-kata Maripos nyelekit namun itu adalah bentuk kasih sayang nya kepada Taufan yang ia anggap sebagai sahabatnya atau lebih tepatnya saudaranya sendiri.
Taufan tahu Maripos khawatir kepada dirinya namun Taufan tak ingin juga selamanya bersembunyi dan menunggu saja, dan juga membebani Kuputri dan Maripos.
"Ciee khawatir nih ceritanya?" Ucap Taufan dengan nada meledek.
Maripos hanya memalingkan wajahnya. "Tch jangan Kepedean lo. " Sambil membenarkan posisi topinya dengan canggung.
"Sebenarnya aku ingin lebih lama bersama kalian tetapi aku sadar ada masalah yang harus ku urus," Taufan terdiam sejenak. "Kalian tahu sendiri kan rencana awal ku kesini hanya untuk berlibur saja tetapi malah seperti ini, memang benar jika hari esok tidak ada yang tau."
Maripos terdiam di tempat sambil menunduk. "Hati-hati... " Maripos kembali bicara kepada Taufan.
Taufan kembali menatap Maripos. "Hati-hati disana, jaga dirimu dan kesehatan mu itu! Jika ada masalah langsung saja hubungi kami." Ucap Maripos kepada Taufan.
Taufan terharu lalu segera memeluk Maripos, Maripos terkejut namun dengan pelan membalas pelukan Taufan.
Mereka pun menyudahi pelukan mereka, Taufan mengambil barang-barang nya dan keluar dari rumah tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elemental Adventure
Adventure•Elemental Adventure• °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° °Fanfiction Boboiboy° Tebak-tebakan pelaku? Tulang-tulang manusia ditemukan di rumah terbengkalai. Mayad demi mayad ditemukan di sebuah kota yang kini dilanda teror mi...
