•Elemental Adventure•
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
°Fanfiction Boboiboy°
Tebak-tebakan pelaku?
Tulang-tulang manusia ditemukan di rumah terbengkalai. Mayad demi mayad ditemukan di sebuah kota yang kini dilanda teror mi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
28 oktober 2024,
Selamat memperingati hari sumpah pemuda.
.
.
.
Happy Reading...
Malam hari yang tenang dengan sinar rembulan beserta dengan butiran bintang yang amat sangat banyak membuat langit malam hari menjadi sempurna.
Terlihat seorang pemuda terduduk termenung di taman belakang rumahnya sambil menatap langit malam hari.
Tidak lama kemudian ada pemuda lain menghampiri pemuda yang terduduk tersebut. "Taufan, sedang apa kamu disini?"
Pemuda itu tersadar dari lamunannya dan melihat sosok di sampingnya. "Eh Gempa maaf aku tidak sadar kau disana."
"Aku hanya memikirkan sesuatu.. " Taufan kembali memandang langit malam.
Gempa berjalan mendekati Taufan dan duduk disamping nya. "Memikirkan apa?" Tanya Gempa menatap Taufan.
Taufan merenung lalu mulai berbicara. "Semua kejadian yang kita alami, itu semua disebabkan oleh diriku hanya karena diriku-" Gempa menyentil dahi Taufan.
"Jangan bicara begitu, itu semua takdir tidak ada yang disalahkan entah atau dirimu atau orang lain." Gempa menatap Taufan dengan tatapan santai.
"T-tapi jika bukan karena aku yang mengajak kalian liburan kesini pasti semua kejadian itu tidak akan terjadi." Taufan menunduk.
Gempa menghela napas. "Sudah kubilang kejadian yang kita jalani selama ini itu adalah takdir kita juga tidak tau semua itu akan terjadi kan? Jika kita tau pasti kita akan menghindari nya kan, jadi sudah lah jangan terlalu dipikirkan yang malah membuat kamu pusing memikirkan nya." Gempa mengelus kepala Taufan dan membalasnya dengan senyuman.
"GEMPAA!! Dimana hoodie ku yang ada gambar ayam nya?" Teriak Blaze dari dalam rumah.
Gemoa menghela napas panjang. "Coba cari di lemari!"
"Nggak ada!"
"Coba cari yang bener!"
"Nggak ada loh, udah dicari di lemari!"
Gempa kembali menghela napas dalam-dalam. "Taufan aku kedalam dulu, jika udara semakin dingin cepatlah masuk oke?"
"SIAPP KAPTEN!" Melakukan hormat kepada Gempa dengan senyuman lebar.
Gempa tersenyum dan berdiri lalu berjalan ke dalam rumh untuk membantu Blaze mencari hoodie nya.
Taufan menatap kepergian Gempa lalu mengalihkan pandangan nya kembali ke langit malam lalu menutup matanya dengan menerima terpaan angin malam yang pelan.