Extra Chapter (2)

36.6K 1K 56
                                        

Asher dan Lily 2

***

"Hahh... capek banget," keluh Lily setelah menyelesaikan sesi pemotretan terakhir. Ia menyandarkan tubuhnya pada kursi depan meja rias, bersiap-siap untuk menghapus make-up nya.

"Ya kan??" pekik seorang staff yang terdengar girang saat berbicara dengan staff lainnya.

"Hooh, bagus banget." Balas temannya tak kalah girang.

"Katanya ya, kalau lo nembak atau lamar pacar lo disini, hubungan kalian bakal langgeng." 

Lily yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan itu merasa tertarik, ia menajamkan pendengaran untuk mengetahui pembahasan itu lebih jauh.

"Masa sih?" tanya temannya tak percaya.

"Iya, terus kalau udah jalan ke sana gak boleh muter balik dalam perjalanan, karena kalau mau hubungan kalian mulus, harus di lakukan dalam sekali jalan, gitu."

Katanya, ada sebuah kota kecil yang dikelilingi hamparan hutan pinus dan ladang teh, ada sebuah bukit yang dikenal dengan nama Bukit Senja. Di puncak bukit itu, tersembunyi sebuah batu besar yang dinamai oleh warga sekitar sebagai Batu Janji.

Konon katanya, pasangan yang saling mencintai dan datang ke sana untuk menyatakan cinta atau melamar akan diberkahi hubungan yang langgeng hingga tua. Tapi ada satu syarat: keduanya harus memegang Batu Janji tepat saat matahari mulai tenggelam, dan saling mengucap janji dari hati yang paling jujur. 

Orang-orang sekitar percaya, Batu Janji bisa merasakan kejujuran hati. Jika janji dibuat karena paksaan atau main-main, batu itu akan tetap dingin. Tapi jika jujur dan tulus, kamu akan merasakan kehangatan saat menyentuhnya, seolah bukit ikut merestui.

"Halah, mitos kayak gitu lo percaya." Timpal temannya sambil menggeleng kepala tak percaya.

"Yah, terlepas mitos atau enggak, tempatnya bagus kan? So romantic," Staff itu tersenyum lebar sambil berkhayal bahwa suatu saat nanti dia akan kesana dengan ke kasihnya.

"eh guys," Lily menyela pembicaraan, "Boleh liat gak?"

***

Senyuman Lily tak pernah luntur sejak Asher datang menjemputnya pagi-pagi sekali untuk bersiap pergi berlibur bersama. Semenjak pembicaraannya dengan para staff itu minggu lalu, akhirnya ia menetapkan keyakinan untuk melamar Asher dan disinilah dia sekarang.

"Udah gak ada barang yang ketinggalan?" Tanya Asher setelah menutup bagasi mobil.

Lily menggeleng, "Udah gak ada sayang." 

Asher tersenyum, begitu manis di mata Lily, "Berangkat?"

Lily mengangguk antusias, berlari masuk ke dalam mobil lalu disusul oleh Asher.

"Bi, jangan lupa kasih makan Abu yaa." Ucap Lily mengingatkan pada Bi Ratna yang mengantar kepergian mereka di depan rumah.

"Siap non, seneng-seneng ya non," Bi Ratna tersenyum bahagia melihat Lily yang terlihat sangat senang, "Tolong jagain non Lily ya, mas Asher."

Asher mengangguk sopan, "Siap Bi."

"Okedeh, let's go!!!" Pekik Lily bersemangat.

Asher menyalakan mesin lalu mulai melajukan mobil. Di sepanjang jalan, mereka menikmati segarnya udara pagi yang belum tersentuh polusi seperti biasanya di siang hari.

MEMORIA (COMPLETE) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang