"Kamu mencintai aku lebih dari aku mencintai diriku sendiri... dan aku mencintai kamu seperti kamu mencintai aku."
****
Asher menatap sebuah amplop coklat yang ada di tangannya dengan penuh keraguan. Informasi yang didapatkannya adalah amplop itu dikirim oleh Michella dan dititipkan di resepsionis rumah sakit. Kabarnya hari ini Michella pergi ke luar negri bersama ibunya. Yang mengejutkan, Michella tidak mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya telah diculik oleh Asher, melainkan justru menuduh Prana sebagai kambing hitam dalam kejadian tersebut.
Empat bulan lalu, setelah insiden penembakan yang melibatkan Asher, keduanya, Michella dan Asher, dibawa ke rumah sakit. Michella mengalami pukulan keras di kepalanya, yang membuatnya terbaring tak sadarkan diri selama beberapa hari. Sementara itu, Prana, yang sebelumnya disekap di ruang bawah tanah markas gengster Asher, kini telah dibawa ke kantor polisi dan dipenjara atas tuduhan perusakan, pengancaman, pembunuhan, serta penculikan terhadap Michella yang terjadi di masa lalu. Bukti-bukti yang Asher kumpulkan saat ini sangat berguna dalam persidangan yang melibatkan Prana. Kabarnya, Prana akan diberi hukuman mati, namun masih belum ada keputusan dari peradilan.
Asher menarik napas panjang sebelum akhirnya membuka amplop tersebut. Di dalamnya terdapat selembar kertas putih polos dengan tulisan yang sangat panjang.
Hai, ini gue Sela.
Melalui surat ini, gue mau minta maaf atas semua kesalahan dan kejahatan yang gue lakukan berulang kali.
Jujur, gue nulis surat ini, karena gak punya keberanian untuk nemuin lo dan Lily secara langsung. Gue malu, sekaligus masih belum tahu gimana caranya ngadapin kalian berdua setelah semua yang terjadi.Lo bener, Ash. Menyakiti Lily, dan orang-orang yang ada di sekitarnya, gak pernah bisa mengobati luka yang gue pendam. Berulang kali gue ngeliat Lily menderita, bahkan sampai batas yang nggak terbayangkan, dan gue pikir itu bisa ngasih gue kepuasan. Tapi nyatanya, itu semua cuma nambahin rasa kosong yang gue rasain. Dendam gue nggak pernah terbayar dengan cara itu. Malah sebaliknya, setiap kali gue nyakitin dia, gue justru makin merasa diri gue jadi monster. Kejahatan itu malah merubah gue jadi orang yang nggak gue kenal. Gue semakin jauh dari siapa gue sebenarnya.
Perkataan lo malam itu masih terus terngiang di kepala gue. Apa benar semua yang gue lakukan ini sia-sia? Apa pembalasan dendam yang gue cari nggak bakal pernah ngasih kepuasan yang gue harapin? Gue udah buat Lily menderita lebih dari yang seharusnya. Lalu, apa lagi yang gue kejar? Semua pertanyaan itu muncul begitu aja, mengganggu gue.
Keraguan itu menjadi kesadaran ketika Lily mendatangi gue beberapa bulan yang lalu. Gue sadar bahwa apa yang gue lakukan selama ini gak cuma ngancurin hidup orang lain, tapi juga hidup gue sendiri. Melihat Lily yang berlutut dan meminta maaf di hadapan gue untuk pertama kalinya. Gue ngeliat mata Lily yang penuh rasa sakit, dan gue bisa merasakan betapa gue udah kehilangan arah. Ada rasa penyesalan yang besar dalam diri gue. Gue gak bisa terus seperti ini.
Gue sadar, gue udah terlalu lama mengelak dari kenyataan. Gue selalu menutupi rasa sakit gue dengan kebencian dan dendam, tapi itu gak pernah ngasih gue kedamaian. Kini, gue tahu bahwa untuk berubah, gue harus mulai mengampuni—terutama diri gue sendiri. Gue gak bisa terus menuruti ego dan amarah yang cuma ngancurin semuanya.
Gue gak tahu kenapa Tuhan menganugrahkan ingatan kehidupan masa lalu kepada gue berulang kali. Awalnya, gue pikir ini adalah kesempatan yang diberikan untuk gue membalas dendam, untuk ngelunasin semua rasa sakit yang gue rasain. Gue pikir dengan mengingat semua itu, gue bisa membalaskan setiap ketidakadilan yang gue alami. Tapi sekarang, gue mulai berpikir, mungkin sebenarnya Tuhan hanya ingin gue merubah diri. Mungkin kesempatan itu bukan untuk membalas dendam, tapi untuk gue belajar dan tumbuh, agar akhirnya gue bisa bahagia. Sayangnya, yang gue lakukan malah sebaliknya. Gue justru gunakan kesempatan itu untuk menyakiti orang lain, termasuk Lily dan lo.

KAMU SEDANG MEMBACA
MEMORIA (COMPLETE)
FantasyIni semua adalah tentang memoria (ingatan) dari kehidupan sebelumnya. Tapi bukan cerita pengulangan waktu, biasa. Tak pernah terpikirkan oleh Lily bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup. Seumur hidupnya, hanya ia habiskan un...