"Setiap manusia pernah melakukan kesalahan, namun yang benar-benar berarti adalah usaha mereka untuk berubah, bukan terus terjebak pada masa lalu."
*****
"Bangun.... bukalah matamu, nak."
Suara lembut yang terus menerus memanggilnya,membuat Asher perlahan membuka kedua matanya. Namun ia malah terkejut mendapati sekitarnya gelap dengan hanya ada satu cahaya terang jauh di depan sana.
"Kemarilah," suara itu memanggil lagi, lembut tapi tegas, seolah mengundangnya mendekat. Tanpa sadar, tubuh Asher bergerak, mengikuti asal suara seperti ditarik oleh kekuatan yang tak terlihat. Ketika ia melewati cahaya tersebut, entah bagaimana fragmen-fragmen masa lalu muncul di hadapannya bagaikan film yang terputar.
"Ash..."
Suara lembut itu terdengar lagi, dan kali ini ia berbalik, terkejut. Napasnya tercekat ketika ia melihat sosok yang membuat hatinya seketika penuh dengan kerinduan dan kesedihan.
"Mama?" Panggil Asher dengan suara parau, nyaris tak percaya.
senyuman yang penuh kehangatan dan kasih sayang, senyuman yang telah lama hilang dari hidupnya. Tanpa ragu, Asher mendekat dan memeluknya erat. Tubuh yang dulu selalu memberinya rasa aman kini berada dalam pelukannya lagi.
Seperti anak kecil yang menemukan perlindungan, Asher menangis tersedu-sedu, air matanya mencurahkan seluruh kerinduan dan rasa sakit yang selama ini ia simpan. Kata "Mama" terus keluar dari bibirnya, penuh kepedihan, seakan ingin mengadukan semua beban yang telah ia tanggung. Pelukan itu adalah tempat di mana Asher bisa kembali menjadi dirinya yang rapuh, tanpa perlu menyembunyikan luka-lukanya.
Tepukan di punggungnya membuat Asher kembali tenang, di lepasnya pelukan itu, dan ia pandang lamat-lamat wanita paruh baya yang ada di hadapannya ini.
"Ash, saya bukan ibumu, saya hanya memilih wujud yang paling kau rindukan dalam hatimu." Ucap wanita itu.
Asher menghapus air matanya, "Saya tahu,"
Ya, Asher tahu, bahwa yang berdiri dihadapannya bukanlah ibunya. Tapi, ia tak bisa menahan diri untuk tak memeluk wanita itu. Setidaknya, untuk sekali, Asher bisa diberi kesempatan untuk memeluk ibunya.
"Terus Anda siapa? saya ada dimana?" Tanya Asher.
Wanita itu tersenyum, ia menggerakkan jarinya seolah mengontrol semua fragmen-fragmen masa lalu itu berubah menunjukkan hal-hal yang belum pernah Asher lihat atau rasakan.
"Saya adalah salah satu bentuk keajaiban yang diciptakan Tuhan untuk mengendalikan sistem paralel dunia hingga tidak saling bertolak belakang dan menyebabkan kekacauan. Tapi saya membuat satu kesalahan."
Sosok wanita itu berbicara dengan nada penuh penyesalan, sementara Asher berdiri membisu, menyimak setiap kata yang terucap.
"Dunia yang kau anggap sebagai dunia pertama, bukanlah dunia yang pertama. Dunia ini hanyalah satu dari sekian banyak pecahan yang tercipta dari pilihan-pilihan manusia. Setiap keputusan yang dibuat menciptakan jalur dunia baru. Misalnya, ketika orang tuamu memutuskan untuk bercerai dan ayahmu gagal memenuhi dendamnya, kau di dunia itu menjadi seorang profesor di universitas ternama tanpa pernah mengenal teman-teman yang kau miliki sekarang."

KAMU SEDANG MEMBACA
MEMORIA (COMPLETE)
FantasyIni semua adalah tentang memoria (ingatan) dari kehidupan sebelumnya. Tapi bukan cerita pengulangan waktu, biasa. Tak pernah terpikirkan oleh Lily bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup. Seumur hidupnya, hanya ia habiskan un...