Baca bab ini baik-baik ya. Semoga kalian gak skip dan nanti malah bingung sama ceritanya. Okey bestie?
******
Kamu yang sebenarnya.
******
Sudah 5 tahun Ash. Kamu harus menepati janjimu.
Pesan singkat yang ia terima seminggu lalu membuat Asher berakhir di markas ini lagi. Ia tahu, kepergiannya ke markas ini sama saja seperti bunuh diri. Tapi Asher tidak bisa lagi mengelak.
Setelah bertemu terakhir kali dengan Lily malam itu, Asher pergi berbincang dengan adiknya setelah sekian lama. Ia pun sudah melunasi pengobatan Anya untuk beberapa tahun ke depan di rumah sakit.
Lalu, Asher pergi menemui orang itu.
Dan akhirnya ia kembali berakhir di ruangan ini. Ruangan yang meninggalkan bekas mendalam seumur hidupnya.
"Hahh..." Suara helaan napas yang berat terdengar dari laki-laki itu.
Bayang-bayang 5 tahun lalu, saat ia pertama kali meninggalkan Intan di panti asuhan kembali muncul dalam ingatannya.
Saat itu, Asher yang berumur 13 tahun mengambil sebuah keputusan yang berat. Ia cukup stres memikirkan cara bertahan hidup dengan memikirkan ibu dan adiknya yang juga harus ia rawat. Sementara tidak ada satupun orang yang ingin memperkerjakan anak dibawah umur, kecuali sebuah tempat Dojo di daerah terpencil. Namun, gaji dari tempat itu tidak cukup untuk membayar biaya rumah sakit Anya dan sangat kurang untuk membiayai hidup mereka.
Asher mengambil secarik kertas yang selalu ia bawa kemana-mana. Pada kertas itu tertulis sebuah alamat. Alamat yang tertera pada sebuah paket yang selalu dikirim ke rumahnya untuk Prana.
Sejujurnya Asher tidak tahu alamat itu menuju kemana. Asher hanya sering melihat Prana menerima paket dari pengirim yang berasal dari alamat tersebut. Awalnya, Asher tidak pernah menaruh curiga namun jika Prana sering menerima paket dari orang ini, maka pasti orang ini adalah orang penting.
Pada saat itu, Asher tidak memiliki pilihan. Jika ia seperti ini terus, maka suatu saat ia akan tumbang tanpa bisa memberikan perlindungan pada Anya dan Intan. Oleh karenanya, Asher memutuskan untuk menemui orang itu. Entah orang itu berbahaya atau tidak, meski Asher merasa takut tapi setidaknya Asher harus mencoba.
Lalu Asher memutuskan untuk meninggalkan Intan di sebuah panti asuhan tanpa memberikan penjelasan apapun pada adiknya itu. Ia memberi pesan pada Intan agar berpura-pura menjadi anak yatim piatu dan tidak memiliki saudara seperti Asher. Ia takut, jika terjadi sesuatu padanya nanti, Intan tidak akan terlibat. Setidaknya saat ini, Prana masih menanggap mereka sudah meninggal.
Pada saat itu...
Setiap langkah yang diambil Asher saat meninggalkan panti asuhan terasa sangat berat. Air matanya yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh, takut bahwa ia takkan bisa bertemu lagi dengan adik dan ibunya. Namun, Asher telah membulatkan tekadnya, dan dia tahu bahwa dia tidak bisa menyerah.
Namun, ternyata keputusannya mendatangi alamat tersebut adalah kesalahan besar.
Asher ternyata telah memasuki kandang harimau, sarang dari hewan-hewan buas di kota ini, yaitu markas mafia.
Saat di depan gerbang, Asher dihadang oleh beberapa mafia yang berjaga. Karena sepertinya Asher tidak akan menemukan orang yang dicarinya, ia pun hanya menyebutkan bahwa ia sedang mencari ayahnya.
Lalu, Prana muncul setelah salah satu mafia itu masuk untuk memanggilnya.
Prana tersenyum miring, "Masih hidup ternyata."
KAMU SEDANG MEMBACA
MEMORIA (COMPLETE)
FantasyIni semua adalah tentang memoria (ingatan) dari kehidupan sebelumnya. Tapi bukan cerita pengulangan waktu, biasa. Tak pernah terpikirkan oleh Lily bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup. Seumur hidupnya, hanya ia habiskan un...
