Extra Chapter (1)

25.5K 780 7
                                        

Lily dan Asher

~Selamat Membaca~

Hujan mengguyur Kota Jakarta hingga udara yang biasanya dipenuhi polusi terasa lebih bersih. Intan yang baru saja tiba di Kota Jakarta beberapa saat lalu buru-buru memasuki sebuah cafe sambil membersihkan sisa-sisa air yang menempel di sweater merahnya.

"Beb! Cepetan, udah ditungguin nih." Ucap Intan saat melihat Davis tertinggal jauh dibelakangnya.

"Intan!" Sahut Selin saat melihat Intan yang celingak-celinguk tak jauh dari tempatnya duduk.

Intan segera menghampiri Selin yang telah duduk bersama Lily, "Hai guys, kangen banget!" Intan memeluk kedua sahabatnya erat, ia merindukan mereka setahun belakangan ini.

"Gue juga kangen banget!" balas Lily, "Lo lama banget sih baru ke Indonesia."

"Iya nih! Lo betah banget di negeri orang, laki lo aja di sini." sahut Selin sambil menujuk ke arah Davis menggunakan dagunya, "Eh, pis, lo duduk situ dulu ya. Gue pengen duduk sampingan sama sahabat gue ini." lanjutnya lalu menggandeng tangan Intan untuk duduk disampingnya.

Davis menurut ketika mendapatkan kode dari Intan untuk mengikuti keinginan Selin. Setelah mereka duduk di tempat masing-masing, tak lama Fian datang membawa beberapa cemilan yang telah di pesannya.

"Loh, Davis sama Intan udah sampe, dari tadi bro?" Tanya Fian lalu mengambil tempat kosong di samping Davis.

"Barusan."

"Eh, Asher mana?" Tanya Intan namun tak ada yang menjawab.

Mereka secara kompak menoleh kearah Lily untuk mendapat penjelasan dari kekasih pria itu, tetapi raut wajah Lily tiba-tiba berubah menjadi sangat serius. Lalu mereka beralih menatap Davis, yang mereka tahu adalah rekan kerja Asher.

Davis menggeleng tanda tak tahu.

"Ly, kenapa?" Tanya Selin khawatir.

"Asher gak akan dateng." Jawab Lily yang merubah gestur tubuhnya menjadi lebih tegang.

"Kenapa?"

"Karena, hari ini gue ngumpulin kalian untuk bicarain sesuatu."

Davis mengernyit bingung, setahunya tidak ada yang terjadi apa-apa pada bos nya itu tetapi mungkin saja ada hal lain yang tidak diketahuinya.

Intan menatap Lily dengan serius, sedangkan Selin mulai meneguk segelas air di depannya, entah kenapa tenggorokannya terasa sangat kering dengan keadaan yang menegangkan ini.

"Asher kenapa Ly?" Kini Fian yang bersuara.

"Gue mau ngelamar Asher."

"Oh." Seru mereka kompak, "HAH?!"

"Pffftttt..." Semburan air pun tak terelakkan akibat keterkejutan yang mendadak, Selin tersedak air.

"Makasih loh, Sel." Fian mengelap wajahnya yang basah sambil melayangkan tatapan kesal kepada Selin.

"So-sorry yan." Selin buru-buru berdiri mengambil Tisu dan membantu membersihkan wajah Fian dari air yang telah tercampur oleh salivanya.

"Bentar, lo tadi mau apa Ly?" Tanya Intan yang mengabaikan situasi kecoh akibat semburan maut Selin.

"Gue mau ngelamar Asher." Jawabnya dengan mantap.

Intan, Selin, dan Fian saling melempar pandang sebelum akhirnya kembali menatap Lily. Sebenarnya, mereka tak seharusnya terkejut lagi-Lily memang dikenal sebagai gadis yang sejak SMA tak pernah berhenti mengejar cinta Asher. Sementara itu, Davis tampak tenang-tenang saja, wajar, dia satu-satunya yang tahu sejarah panjang hubungan mereka. Tak heran Lily seberani itu-karena pada dasarnya dia memang cewek gila.

MEMORIA (COMPLETE) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang