Malam terasa dingin di atas laut yang tak bergerak,Angin berhembus membawa aroma laut dan terasa sunyi, tanaman liar tumbuh di tebing tinggi dan Di puncak tebing itu, berdiri seorang perempuan tinggi dengan ransel di punggungnya
Eunseo,gadis yang berdiri memandangi air laut dan ombak.
Ia baru saja tersesat saat perjalanan hiking, GPS-nya mati, sinyal hilang, dan matahari tenggelam lebih cepat dari dugaannya,Tapi... bukannya panik, Eunseo justru terpaku.
Sebab ia mendengar sesuatu, sesuatu yang sangat asing namun terdengar Tidak menyeramkan,aneh memang karna ia yakin disini cuma hanya ada ia seorang diri.
tapi suara itu,Sebuah suara.
Lagu,Lembut, manis… seolah datang dari dalam dada seseorang yang sedang mencintai dan merindukan pada saat yang sama.
seperti Seseorang sedang menunggu, di balik dinginnya laut, seseorang bernyanyi seperti merindukan seseorang, seseorang yang seperti merasa kesepian di luasnya lautan, seseorang yang hanya berdiam diri menunggu seseorang yang ntah siap Itu.
perlahan Langkah Eunseo tak sadar maju,Kakinya menyusuri rerumputan lembut di tebing itu, menuju suara yang melayang-layang seperti embun lalu Di balik batu tinggi, dia melihat sesosok perempuan.
Rambut peraknya panjang, matanya bening seperti air dalam,Kakinya telanjang,Bajunya seperti tenunan kabut malam namun Dia… terlalu cantik untuk manusia,Dan ia tahu itu
siren,yang menurut banyak orang hanya legenda,atau dongeng semata,
namun sekarang di sunyinya malam dan hembusan angin eunseo melihatnya,bukan karangan semata mereka nyata,ada,dan berwujud.
"Apakah kau… yang menyanyi tadi?" tanya Eunseo wajahnya tampak sangat ingin tau.
siren itu tersenyum“Aku menyanyi hanya jika hatiku sepi,Tapi tampaknya kau mendengarnya Mungkin, karena kau ditakdirkan untukku.”
Eunseo mengerutkan dahi,sedikit bingung. Tapi suara itu seperti terasa hangat,menghapus semua logikanya, perlahan Ia duduk di samping siren itu,seolah mereka sudah saling mengenal sejak lama,
“Kau manusia, bukan?” tanya Bona, lirih,mata indahnya menatap eunseo terasa damai seperti laut di depannya.
Eunseo mengangguk. “Memangnya… kau bukan?”tanyanya walaupun sudah tau,
Alih-alih menjawab, Bona menoleh, menyelidik wajah Eunseo tangannya perlahan menyentuh pipinya dengan lembut,dan pelan.
“Kadang manusia terlalu mudah percaya Terlalu mudah terjebak... hanya karena sebuah lagu.”jelasnya dengan menatap eunseo.
Eunseo berkedip,jantungnya mulai berdebar tak wajar,Bukan karena cinta,Tapi karena… sesuatu terasa aneh,Pikirannya melambat, Tubuhnya terasa berat.
“...Kau…” gumamnya pelan, mulai gemetar.
“aku Bona,dan Aku siren,” bisiknya,di telinganya. “Dan kau seharusnya sudah pingsan.”lanjutnya membuat eunseo terdiam,Tapi Eunseo tidak pingsan. Walau detak jantungnya berantakan, ia menatap mata bona dengan ketakutan yang tulus.
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Bona ragu, pertama bertemu seseorang,ia sudah hapal nama orang menatapnya dengan nafsu,atau ketertarikan,namun eunseo manusia di depannya terasa tulus.
karna tidak ada orang yang biasanya bisa menatap matanya tanpa keinginan,dan Tidak ada yang bisa menahan nyanyiannya,Apalagi manusia biasa.
"Apa kau takut padaku?"tanya Bona, suaranya retak, entah kenapa,ia Tidak mau menakuti eunseo,dan merasa tidak mau ditinggalkan.
Eunseo menelan ludah"Aku… lebih bingung,Tapi… kau tidak terlihat jahat."ucapnya pelan terdengar seperti bisikan namun sangat jelas.
Bona,siren itu tertawa suara indah dan getir bercampur jadi satu
"aku tidak jahat?aku Licik,suka Memanipulasi lewat lagu,Sudah puluhan dan,m ratusan orang terjun ke laut setelah mendengar nyanyianku."jelasnya mengungkapkan siapa ia sebenarnya
pada eunseo.
"Kalau begitu kenapa aku belum kau dorong?"tanya eunseo polos,seolah belum percaya atau masih ragu jika memang Bona sejahat itu.
Bona mematung,Hatinya sakit karena pertanyaan itu terlalu sederhana namun penuh makna,karena...
Karena dia tidak ingin Eunseo pergi
meninggalkannya,tidak ingin eunseo jauh dan hilang dari pandangannya.
Diam-diam,Bona mengamati mata gadis itu,Ada sesuatu di sana,sesuatu yang lembut, polos, tidak terganggu oleh kebencian atau ketakutan, Justru... ada ketertarikan,Dan itu membuatnya lemah.
"Kau tahu… bintang jatuh tidak jatuh ke laut, tapi ke hati orang yang mendengarkan lagu yang salah"
bisik Bona tiba-tiba, mencoba menyihir lagi.
Tapi Eunseo hanya tersenyum tipis. "Lalu apakah aku baru saja mendengarkan lagu yang salah?"
Bona tidak bisa menjawab,Karena malam itu, untuk pertama kalinya, seorang manusia tidak jatuh ke laut. Tapi Bona-lah yang jatuh ke dalam mata seseorang yang tak bisa dia kendalikan,mata yang terlihat tenang, tulus,damai,dan nyaman.
Dan saat Eunseo, dengan ringan dan lembut, menyentuh tangan siren itu dan berkata
"Aku tidak tahu siapa kau, atau lagu apa yang kau nyanyikan... tapi malam ini, aku tidak merasa sendirian."
saat inilah,Bona pun tahu… nyanyiannya tak lagi berfungsi seperti dulu,Karena ia akhirnya bernyanyi bukan untuk menjebak. Tapi untuk didengar,oleh seseorang yang membuatnya tidak merasa kesepian, sendiri,untuk pertama kalinya ia ingin bernyanyi untuk eunseo dengan suara yang lembut dan arti untuk menenangkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
"oneshoot eunbo"
Short Story____ONE SHOOT_____ "EUNBO" Son juyeon x kim jiyeon Eunseo x bona
