Angin malam bertiup lembut dari jendela terbuka,Lilin-lilin di atas meja makan hampir habis,meninggalkan cahaya temaram yang bergetar menemani makan malam mereka.
Bona berdiri perlahan dari kursinya, langkahnya nyaris tak bersuara,gaun hitamnya mengikuti setiap gerakan tubuhnya yang anggun,sedangkan
Eunseo masih duduk… sampai ia menyadari Bona berjalan mendekat. Terlalu dekat.
"Bona."
"Hmm?"
"Aku pikir kita selesai."
"Belum.Belum ada ciuman selamat malam."
Wajah Bona mendekat,satu tangannya menyentuh meja, mencondongkan tubuh ke arah Eunseo,Bibirnya tinggal beberapa inci,namun Eunseo berdiri dan mundur selangkah,Bona sempat membeku, lalu senyum tipis muncul.
"Kau malu?"
"Tidak," jawab Eunseo datar,"Aku terlatih menghindar."
Bona tertawa santai lalu mencondongkan diri lagi,langkahnya elegan,suara sepatunya berdetak pelan di lantai marmer.
Eunseo kembali mundur kali ini menyentuh sisi meja,Bona mengangkat dagunya,melangkah searah,Kini mereka mulai mengitari meja makan panjang itu.
"Kau tahu, ini menyenangkan," kata Bona sambil tetap melangkah perlahan,seperti kucing yang mengejar mangsa dengan santai.
Eunseo di seberang meja,tetap tenang, tapi bibirnya mulai menahan senyum.
"Aku tentara,Aku tidak terbiasa dikejar oleh wanita dengan gaun malam dan di serang dengan bibir"
"Kau harus mulai membiasakan. Karena aku tidak suka berhenti di tengah jalan."jawab Bona tatapannya tidak lepas dari eunseo.
Langkah mereka terus bergeser,Satu menghindar,satu mendekat
Tak ada yang berlari,Tapi ritmenya berubah menjadi kejar-kejaran tanpa berlari dan tanpa kata.
Tangan Bona sempat menyentuh ujung kursi,mencoba mempercepat gerak, membuat Eunseo nyaris terpojok,tapi berbalik arah
Kini meja jadi sekat permainan,Dua sosok saling melingkar,saling baca gerak mata.
"Berhenti menghindar."
"Berhenti mencoba mencium"
"Kalau aku berhenti, kau pasrah?"tanya Bona wajahnya menantang.
"Kalau aku pasrah, kau menang?"
jawab eunseo,Bona terkekeh pelan.
"Aku selalu menang."ucapnya santai.
Tiba-tiba Bona mengubah arah, melangkah cepat memotong sudut meja,Refleks, Eunseo juga berbalik
Tapi kali ini,tangan Bona lebih dulu menangkap pergelangan tangannya.
Langkah mereka terhenti,Jaraknya nyaris nol,Bona mendekat perlahan.
"Terakhir kali saat kita berpisah setelah kau menyelamatkan ku,kau pergi begitupun saja,Jadi sekarang,aku ingin sesuatu yang pasti."
lalu Bibirnya nyaris menyentuh,
Eunseo menunduk,menghindar ke samping… tapi kali ini tidak mundur.
Senyum muncul di wajah Bona.
"Bagus, Kau tidak lari,Sekarang tinggal aku yang menang."
Dan akhirnya,satu kecupan mendarat di sudut bibir Eunseo,Lembut,Pelan, Tapi panasnya menjalar sampai ke leher.
Eunseo tetap diam,Tapi pipinya memerah sedikit."Kau licik," gumamnya.
"ya,Aku kaya,Cantik,Licik,Dan sekarang,"ujar Bona,mencubit dagu Eunseo pelan,"kau milikku, tentara"
ucapannya membuat Udara terasa lebih panas dari sebelumnya,meski lilin-lilin mulai padam,Bona masih berdiri begitu dekat,menatap wajah tentara dingin yang tak menunjukkan reaksi setelah dicium,Tangannya masih mencengkeram ringan pergelangan Eunseo,tapi kini jarinya naik perlahan ke leher,ke garis rahang yang tegas itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
"oneshoot eunbo"
Short Story____ONE SHOOT_____ "EUNBO" Son juyeon x kim jiyeon Eunseo x bona
