penyelamatan

75 14 3
                                        

Suara senapan otomatis dan gelegar bom menggema di udara malam yang pengap,Eunseo berlari menyusuri lorong bawah tanah dengan napas teratur, senapan terangkat, mata fokus.

"Target berada di Ruang Penahanan 4. seorang Perempuan, selamatkan dia," suara di earcom-nya mengingatkan.

sampai eunseo berhenti di depan pintu lalu mengeluarkan sisa tenaganya menendang pintu besi yang karatan itu,Di dalam ruangan  sempit,duduk seorang wanita dengan gaun mahal yang kusut dan wajah yang nyaris tak menunjukkan ketakutan hanya kebosanan.

"cukup lama" gumam wanita itu memiringkan kepala menatap Eunseo

Eunseo sempat terpaku,Matanya menangkap wajah  yang dingin dan berbahaya itu.

"Bona?"tanyanya memastikan.

"Ya,Dan kamu agak lambat"jawabnya santai.

"ayo Bangun kita pergi dari sini"eunseo berbicara tenang matanya mengawasi sekitar.

"Apa kamu biasa berbicara seperti itu ke semua wanita yang kamu selamatkan?"

"Biasanya mereka tidak menyilangkan kaki seperti sedang duduk santai"kata eunseo serius.

Bona hanya  tersenyum tipis lalu mengangguk"Dan biasanya mereka tidak sekaya aku."ucapnya bangga.

lalu Ledakan mengguncang dinding Eunseo menarik tangan Bona, menyelinap di balik lorong Rahasia sempit,Bona tetap diam dan menurut,  sesekali matanya memperhatikan wajah serius di depannya di sampingnya.

"Kenapa kau tak tampak gugup?" tanya Eunseo saat mereka berjalan di lorong sempit,Bona tidak menunjukkan ketakutan apapun.

"karna Aku tahu kau akan datang,
Tentara seperti kamu selalu punya kode moral yang menyedihkan menyelamatkan wanita tak bersalah."

mendengar itu Eunseo mengerutkan kening"menyedihkan?Kamu yakin kamu tak bersalah?"

Bona menatapnya tajam"Kau ingin tahu sekarang,atau setelah kita keluar hidup-hidup?"tanyanya ada nada menggoda di dalamnya.

"Setelah ini" balas Eunseo cepat tetap fokus,lalu mencondongkan tubuh, hampir menyentuh wajah Bona,"tapi kalau kau terus bicara seperti itu,aku bisa lupa kau target atau kau salah satu penjahat"eunseo berkata tanpa melihat Bona, sedangkan wanita itu tertawa pelan, seperti mendapatkan hiburan di tengah bahaya.

sampai mereka bisa menghirup udara segar lalu helikopter datang menerbangkan rambut panjang Bona,
tidak lama setelah helikopter mendarat mereka naik, perlahan
Helikopter mengangkat mereka ke langit malam,Di dalam kabin,Eunseo duduk berhadapan dengan Bona
Gaun Bona kotor, rambutnya acak-acakan, tapi tatapan itu masih sombong dan memikat.

"Jadi... apa kau akan menginterogasiku sekarang?" katanya sambil menyandarkan diri di kursi, senyum licik di bibir,matanya menatap wajah eunseo lekat.

"Aku cuma tentara,Tugasku menyelamatkan, bukan bertanya."eunseo menjawab sambil bersandar santai merilekskan diri.

"Tapi kamu penasaran?"tanya Bona mencondongkan tubuhnya.

"Sedikit."jawab eunseo sambil memejamkan mata.

Bona tertawa pelan lalu mendekat tubuhnya hampir menempel
"Kalau aku bilang aku bukan korban... kau akan lempar aku keluar sekarang?"

Eunseo memiringkan kepala,lalu dengan senyum tipis, menjawab
"tidak,... karna kupikir aku akan tetap membiarkan mu disini dan yang mengurus mu nanti bukan aku,tapi polisi"

Bona menertawakan itu,rendah dan hangat"Aku suka kamu, tentara"
ucapnya pelan namun jelas,
eunseo mengerutkan kening
merasa aneh dengan wanita di depannya ini, terlalu santai dan penuh rahasia,Bona bangkit dan duduk di sebelahnya menatap wajah eunseo yang ada beberapa debu ledakan.

"kau beruntung"kata Bona menopang dagu menatap eunseo.

"maksud mu?"eunseo menoleh,Bona tersenyum aneh,lalu sedikit mencondongkan tubuhnya semakin dekat.

"lihat saja nanti,kau akan tau"
bisiknya sengaja nafasnya masuk ke telinga eunseo membuat eunseo merinding lalu bergeser.

__________

Bona melangkah masuk ke dalam rumah bergaya Eropa di bukit, lampu gantung kristal menyala hangat menyambutnya,Seorang pelayan buru-buru menyambut,tapi Bona hanya melambaikan tangan tanpa bicara,Wajahnya masih menyimpan sisa luka kecil dan debu tapi matanya sudah sibuk berpikir.

Ia duduk di ruang kerjanya,melepas anting, melepas heels, dan menyilangkan kaki di atas meja
begitu santai dan penuh rencana.

"Ada berita dari tentara itu?" tanyanya pada asistennya,seorang wanita muda yang mengenakan setelan hitam.

"Eunseo,kembali ke pangkalan,Tidak menerima wawancara,Tidak berbicara pada siapa pun"

"Begitukah?"senyum tipis muncul di sudut bibir Bona Ia mengambil ponselnya dan mulai mengetik.

To: Eunseo
From: Bona

> “Kau menyelamatkanku. Sekarang izinkan aku mengundangmu makan malam,jangan pakai seragam”

Setelah mengirim,Bona menatap ponsel sambil mengangkat alis.
"Asal tahu saja,tentara… aku tidak pernah berhutang budi terlalu lama."
bisiknya pelan,mengulas senyum mengingat kejadian tadi.

hampir dua jam Eunseo berdiri di depan pintu vila pribadi,Tanpa seragam,hanya jaket hitam dan sepatu tempur lama yang entah kenapa masih ia pakai, perlahan Ia mengetuk pintu dengan ragu,dan
Bona yang membuka,ia mengenakan gaun hitam halus yang menggoda dan rambutnya kini digerai.

"Bisa masuk sendiri,atau kau mau aku tarik masuk juga?" katanya ringan.

Eunseo menghela napas"Kau selalu seperti ini?"eunseo heran dan aneh pada wanita di depannya ini
setelah kejadian membahayakan nyawa tadi ia masih santai bahkan sangat santai.

"kau tentara tapi aku tidak hanya menganggap mu sebagai tentara"lanjutnya,eunseo menghela nafas,ia menyerah pada kata kata aneh Bona.

"ayo"ajak Bona,mereka perlahan masuk eunseo mengamati setiap sudut,lalu Mereka duduk berhadapan di meja makan panjang Lilin-lilin menyala, dan musik jazz pelan mengisi suasana.

Makan malam berjalan... tegang Tapi bukan karena ketakutan,tapi Karena ketertarikan.

"Aku tahu siapa kau,Bona.

"kau tahu yah,"

"yah dan Kau bukan korban"

"Aku juga tahu itu,tapi tetap saja aku korban,kau lihatkan bagaimana keadaan ku tadi dan tanpa sengaja kau yang menyelamatkan ku, itu sebabnya aku memilihmu"

Eunseo menatapnya tajam"Kenapa aku?"

Bona mengangkat bahu pelan,lalu berbisik seperti rahasia,
"Karena kau satu-satunya yang datang menyelamatkan... tanpa ada ketertarikan,tapi walaupun kau tertarik atau pura pura,aku akan tetap memilihmu.

Jari-jarinya menyentuh permukaan meja,lalu berdiri menghampiri eunseo yang baru saja meneguk air

"kau tau?"tanyanya sambil berjalan perlahan sangat pelan seolah mengulur waktu.

"aku sudah mengenalmu sebelum kejadian tadi,jadi aku membiarkan diriku sendiri menjadi korban,untuk membuat pertemuan kita terlihat berbeda"

"berbeda?itu bahaya"kata eunseo
Bona tersenyum santai lalu dengan gerakan santai duduk di pangkuan eunseo.

"kau....."

"aku,ya aku memang merencanakan ini, membuat aku berhutang Budi padamu,dan aku ingin membalasnya dengan cara berbeda,yaitu...."
Bona tersenyum semakin aneh lalu berbisik"mengikatmu dalam hidupku.


"oneshoot eunbo"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang