Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

36 || I Love You

315 15 2
                                        

haloo, aku balik lagiigimana kabar kalian?? baik kan??

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

haloo, aku balik lagii
gimana kabar kalian?? baik kan??

maaf banget jarang up, udah jarang nulis🥲
gada ide lagii

jangan lupa votenya juga ya gayss, siapa tau aku makin semangat nulisnyaa🔥🔥

🐻🐻🐻

Seorang perempuan duduk di tepi kasur rumah sakit, tepat di samping brankar tempat suaminya terbaring lemah. Jemari Kila tak pernah lepas menggenggam tangan Gama yang bebas dari selang infus, seakan sentuhan itu menjadi satu-satunya cara untuk tetap kuat.

Ruangan putih itu terasa begitu sunyi. Hanya bunyi monitor detak jantung yang terdengar pelan, menusuk kesunyian.

"Kamu gak kangen sama aku, Gam?" bisik Kila lirih. Matanya menatap wajah pucat sang suami yang tak kunjung membuka mata. "Kamu gak kangen sama Gala dan Kyala?"

Suara perempuan itu bergetar. Ada rindu, takut, dan harapan yang bercampur jadi satu.

"Bangun, Gam... aku mohon..."

Air matanya jatuh perlahan, membasahi punggung tangan Gama. Kila menundukkan kepala, mencoba menahan sesak di dadanya. Pikirannya melayang pada kenangan-kenangan kecil bersama suaminya—tawa Gama saat bercanda dengan anak-anak, pelukan hangatnya setiap pulang kerja, hingga janji sederhana untuk menua bersama.

Lima menit berlalu dalam keheningan. Sampai tiba-tiba ... Kila merasakan jemari Gama bergerak kecil di genggamannya.

Perempuan itu langsung mengangkat kepala cepat-cepat. Napasnya tertahan saat melihat jari-jari Gama bergerak lagi, kali ini lebih jelas.

"Gama?" suaranya bergetar penuh harap. "Gam ... kamu dengar aku?"

Kelopak mata laki-laki itu bergerak perlahan. Sangat pelan, seolah berat untuk terbuka. Hingga akhirnya sepasang mata sayu itu benar-benar terbuka meski hanya sedikit.

"Sa ... yang ...," bisik Gama nyaris tak terdengar.

Seketika air mata Kila jatuh lebih deras. "Gama!" serunya sambil tersenyum dan menangis bersamaan. "Iya, ini aku, Gam. Ini aku!"

Kila buru-buru menoleh ke arah pintu. "Dokter! Sus! Tolong ke sini! Suami saya sadar!" teriaknya panik sekaligus bahagia.

Pintu ruangan segera terbuka. Dokter bersama dua suster masuk dengan langkah cepat.

"Tolong ibu tunggu di luar dulu, kami akan memeriksa keadaan pasien," ucap salah satu suster dengan lembut.

Kila mengangguk gugup, tetapi sebelum keluar ia sempat menggenggam tangan suster itu erat. "Tolong selamatkan suami saya, Sus ... tolong ...," ucapnya lirih penuh harap.

Suster itu tersenyum menenangkan. "Kami akan berusaha semaksimal mungkin, Bu."

Dengan langkah berat, Kila berjalan keluar. Sebelum pintu tertutup, ia sempat menoleh sekali lagi ke arah Gama yang kembali memejamkan mata setelah pemeriksaan dimulai.

GAMAKILACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang