24.Restart: Time Leaper

1.7K 160 25
                                        

Takemichi terlihat berjalan di samping Mikey yang sedang mendorong motornya yang rusak.

"Hm? Itu... saat kita pergi ke pantai, kan?" Baji menatap layar dengan satu alis terangkat, berusaha mengingat saat-saat itu.

"Bisa-bisanya kau menendang motormu sendiri." Baji mendengus pelan. Dia menatap Mikey yang hanya mengangkat kedua bahunya acuh.

"Biarkan aku membantu mendorong motornya, Mikey," pinta Takemichi. Mikey menggeleng.

"Sudah kubilang tidak perlu, Mitchy. Kau terluka, aku tidak ingin membuatmu kelelahan karena mendorong motor."

"Apa itu? Takemitchy terluka?" Mikey menatap Hime, menuntut jawaban.

"Ingat saat kalian bertemu dengan anggota geng lain saat Toman pertama terbentuk?" Mikey mengangguk menjawab pertanyaannya.

"Singkatnya, kalian bertemu lagi. Dan yah, ada pertarungan kecil, dengan Takemichi yang melindungi motormu. Tapi semuanya berakhir seperti dulu, kau membereskan sisanya."

Mikey tak menjawab, tapi dia tersenyum puas dalam hati. Mungkin, dia harus memukul mereka lebih banyak lagi nanti.

"Tapi 'kan aku baik-baik saja "

"Tidak tetap tidak, Takemitchy!"

Takemichi mencebikkan bibirnya kesal. Setelah membereskan orang-orang yang mengganggu mereka sebelumnya, Mikey memilih untuk kembali. Dia meminta Baji untuk memberitahu yang lain tentang semua yang terjadi.

Mereka terus berbincang satu sama lain sampai akhirnya mereka tiba di bengkel Shinichiro. Mikey meletakkan motornya di depan, lalu masuk bersama Takemichi.

"Itu kan...."

Shinichiro bergumam sembari menatap layar. Wakasa di sebelahnya mengangkat satu alisnya penuh tanya.

"Ada apa?"

"Tidak, itu...." Shinichiro menjeda kalimatnya.

"Ingat tentang yang kuceritakan padamu? Kalau tidak salah, itu adalah harinya."

Wakasa berkedip. Lolipop di mulutnya berhenti dia mainkan. Wakasa menatap kawannya itu lekat, tapi dia tidak mengatakan apapun.

Shinichiro menghela nafas panjang. Ada sedikit rasa takut di hatinya, juga rasa penasaran.

Penasaran tentang apa yang akan terjadi, jika sampai ada dua pelompat waktu di satu garis waktu yang sama.

"Shinichiro, aku tidak sengaja merusak motorku. Apa kau bisa memperbaiki ini?"

Mikey terlihat tertegun saat melihat Shinichiro berbalik, ada air mata yang mengalir di wajahnya.

"Manjiro?"

Sebuah pelukan yang tiba-tiba mengagetkan Mikey. Dia menatap Takemichi yang juga kebingungan.

"Ada apa, Shin? Kenapa kau menangis?"

Shinichiro tak menjawab. Dia terus menangis, memeluk Mikey dengan erat. "Syukurlah. Syukurlah kau baik-baik saja."

Sanzu mengerutkan keningnya saat menatap adegan di layar. Rasanya, aneh. Dia tidak tahu bagaimana perasaannya saat melihat Shinichiro menangis, setelah dia melihat pria itu melompat dari jembatan.

Tapi Sanzu juga tahu bahwa ada perasaan lega di hatinya saat dia melihat Shinichiro itu, lega karena Shinichiro baik-baik saja. Bahkan jika dia harus mengorbankan wajahnya karena karma itu.

Mikey terbelalak saat dia mengingat sesuatu. Dia membalas pelukan Shinichiro erat, bertanya padanya untuk memastikan sesuatu. "Shin, apa kau baru saja kembali?"

Watching; RestartCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang