Layar kembali menyala, menampilkan sosok Kazutora yang masih menatap terkejut pada Takemichi. Sementara itu, Takemichi di sana berdiri di depan Kazutora, menggeram rendah.
Layar berganti, menunjukkan sosok Mitsuya yang tengah berusaha untuk bangun, lalu pada orang-orang di depan sana yang masih mematung.
"Benar-benar seperti hewan." Mucho mengerutkan keningnya menatap layar.
"Memang." Hime tertawa.
"Kalian juga pasti pernah melihatnya, kan? Lihat saja contoh terdekat, kucing. Saat ada musuh, dia akan mengeong dengan suara keras untuk menakuti lawan."
"Terdengar seperti alam liar, haha!" South, yang sejak tadi bosan kini terlihat semangat. Dia merasa, tempat baru itu terdengar lebih menyenangkan.
"Itu baru menyenangkan! Yang kuat, yang akan menang!"
"Tutup mulutmu, South!" Mikey berguman rendah. Matanya menatap South tajam, membawa perasaan ngeri yang masih tersisa akibat pertarungan sebelumnya. Tapi South tetaplah South, dia tidak takut namun semakin bersemangat.
Laki-laki besar itu menyeringai, tertawa keras menatap Mikey. "Ayo bertarung lagi nanti, Mikey! Tempat itu, lebih menyenangkan dari sebelumnya!"
Mikey menggertakkan giginya marah. Dia hampir bangun menghampiri South, akan tetapi dihentikan oleh Hime.
"Cukup, South!" Hime menatap South dan Mikey bergantian.
"Kau bahkan belum tahu bagaimana nasibmu di sana."
"Aku tidak peduli selama aku bisa bertarung!" South menyeringai, menatap Hime dengan ekspresi semangat.
"Hah... Dasar orang-orang gila." Hime bergumam, menggeleng pelan.
"Ayo kita lanjutkan."
"Mi-key, kau harus ... menenangkan dia," Suara Mitsuya sedikit terbata-bata.
Mikey menoleh, menatap Mitsuya yang tengah mengatur nafasnya. "Kau baik-baik saja, Mitsuya?"
"Ya."
Mikey bernafas lega. Dia menatap Takemichi yang masih menghajar orang-orang itu, bahkan para Alpha juga tak lolos dari pukulannya. "Jika kalian bisa mendekat pada Takemichi, ikutlah denganku. Jika tidak, tetaplah disini."
Yang lain saling menatap. Draken dan Baji segera membantu Pah yang sedang berusaha berdiri, lalu mulai mengikuti Mikey yang sudah berjalan menghampiri Takemichi.
Mikey mendekat perlahan, keningnya berkerut saat hidungnya mencium aroma marah Omega yang semakin kuat saat dia menghampirinya. Mikey itu menyebarkan feromonnya untuk menyadarkan Takemichi sembari memukuli beberapa Alpha dan Beta yang menghalangi jalannya. Empat orang lainnya berusaha membantu sebisa mereka agar Mikey lebih cepat sampai.
"Feromon bisa digunakan untuk itu juga?" Shinichiro mengelus dagunya. Dia masih belum terlalu mengerti sejujurnya.
"Bisa." Hime menghentikan video sebelum kembali menjelaskan.
"Feromon itu, bisa untuk mengintimidasi musuh, menenangkan pasangan, juga untuk menandai wilayah mereka. Itulah sebabnya feromon setiap orang berbeda-beda."
"Aku mengerti," Shinichiro mengangguk, berterimakasih padanya.
Mikey sedikit berlari saat melihat Takemichi hampir memukul Junpeke yang tengah terduduk mematung. Dia menahan tangan Takemichi, mengelusnya pelan sembari mencoba menenangkannya.
"Cukup, Takemitchy."
Takemichi menoleh, menatap Mikey dengan mata birunya yang terlihat kosong.
KAMU SEDANG MEMBACA
Watching; Restart
RandomSemua orang dibuat bingung saat mereka tiba-tiba berada di sebuah ruangan luas dengan puluhan kursi berjejer menghadap ke sebuah layar yang sangat lebar. 📍Reaction to my fanfict; Restart (Omegaverse) 📍Karakter diambil dari Arc Tiga Dewa(saat per...
