41. TAMATTT

43 2 0
                                        

sekarang sudah jam 05:30 faza masih menunggu dokter keluar, hampir 1 jam dokter blm kunjung keluar.

tak lama dokter pun datang, keluar dari ruangan icu, faza yang melihat nya pun langsung menghampiri dokter itu dengan wajah panik dan bahagia.

"dok gimana keadaan naren?" tanya faza

"naren tidak apa apa hanya saja ada banyak luka di badannya, akibat pukulan yang keras, dan ada sedikit goresan, dan darah dari hidungnya pun kini sudah tidak mengalir"ucal dokter itu, membuat faza lega.

sekeras itu kah pukulan jack sampai² membuat naren terluka seperti ini.

"kalo gitu makasih ya dok, saya boleh melihat naren dok?"

" boleh jika nak naren sudah di pindah kan ke ruangan lain "

" baik dok kalo gitu makasih"

beberapa menit kemudian naren sudah di pindahkan ke ruangan vip, oleh sang dokter, itu perintah faza.

faza sudah di depan pintu ruangan naren, dari kaca pintu faza melihat naren yang sedang melamun memandangi langit² ruangan itu. faza pun masuk.

"naren" panggil faza

naren yang mendengarnya pun langsung menoleh ke arah faza dan tersenyum tipis, "eh faza" ucap naren yang ingin bangun, namun dengan cepat faza menghentikannya agar naren tetap terlentang dan tidak boleh duduk.

"naren ga usah duduk tiduran aja, ga papa"

"hmm"

"gimana enakan ga?" tanya faza

" sedikit" ucap naren

" bagus deh"

" kenapa jack bisa mukul kamu kaya gini?" tanya faza

naren langsung menoleh, " aku juga ga tau, dia tiba² masuk dan minta uang ke aku, dan aku ga mau ngasih, karna aku ga kenal, dia juga ngancem bakal habisi aku" ucap naren dengan mata berkaca kaca. namun ia masih bisa menahannya.

faza yang mendengar itu pun langsung mengeratkan tangannya, rahang nya mengeras tanda tanda kalo faza sekarang sedang menahan amarah nya.

" lain kali kalo berangkat sekolah bareng aku, jadi aku bisa lindungi kamu, dan jika kamu pengen pagi berangkat nya kamu harus tetep kasih tau aku, nanti aku jemput kamu" ucap faza

" iyaaa nanti aku kasih tauuu"

jam 06:49, faza tertidur di sisi naren begitu pun naren yang tidur sambil memeluk faza. tanpa mereka sadari aksa dan gibran datang untuk mengunjungi naren, namun mereka malah di buat baper sama pemandangan di depannya.

"romantis banget mereka"

"iyaa kaya kita dulu, haha"

"ih kamu"

"ya udah kita nunggu mereka bangun aja di sofa"

" iya ayo"

gibran dan aksa pun duduk, dengan aksa yang menyenderkan kepalanya ke pundak gibran dan gibran menyenderkan kan kepalanya ke kepala aksa. tak lama mereka pun ikut tertidur.

pukul 08:00 faza bangun dari tidur nya di ikuti naren, "hey kenapa ikut bangun?" tanya faza yang melihat naren bangun.

"laper" ucap naren yang sedari tadi perit nya keroncongan.

faza pun bangun dari berankar dan hendak keluar namun faza menoleh ke arah sofa, faza melihat aksa dan gibran sedang tertidur.

"kak aksa kak gibran, ngapain mereka tidur di sini" gumam faza.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 05, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AKSA CHAIDEN [ONGOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang