Senandungkanlah lagi lagu yang pernah kau nyanyikan dulu,
sekarang kumerindunya.
Senandungkanlah,
sebagaimana pertama kau lantunkan,
tanpa sitara pun seruling.
Senandungan lirih yang kau bisikan dahulu,
sejenak di telinga,
pada satu malam tenang,
kala Bulan lembut bersinar,
dengan angin bertingkah sopan.
Sejenak sederhana tulus jujur,
sungguh meraup segala rasa semua indera yang kupunya.
Hangatnya kuyakin,
demikianlah cinta.
Nyanyikanlah lagi,
sebentar saja.
Agar kutahu rinduku tidak ketinggalan di masa lalu.
Kau,
rinduku yang selamanya kucinta,
tidak ketinggalan di masa lalu.
Sebab kutahu,
kerap aku,
kelewat cepat berlarian arungi segala waktu.
******
Kali Petir
PM 22:22
08.11.2025
KAMU SEDANG MEMBACA
Fruits & Seeds
RandomKumpulan puisi -juga, cerita pendek -bahkan mikro, yang tercecer di Sweek dan gwp.co.id. Cocok untuk readers yang tidak suka dengan works lain saya yang punya bab gemuk-gemuk. cover frame from pinthemAll. @sayapwaktu
