Berkali kukatakan,
tentang siklus.
Berkali kuulang,
pernah kusaksikan.
Tiga kali sudah kulihat,
Dengan mata nanap di masa lalu.
Dengan mata lena nyenyak sejenak lalu.
Dengan mata kututup sekarang ini.
Enggan kuakui,
mimpiku lagi-lagi menjadi nyata.
Nyali manusia selalu menyala-nyala.
Penuh jumawa ansih tak tertentang.
Sombongnya setara Si Terbuang sekarang.
Mencuri warna hidup Sang Hayat.
Bau karat amis menguar samar-samar dari segala penjuru.
Terang-terangan seperti dulu terjadi di Altar-altar sesat Penyihir Agung.
Jiwa-jiwa yang tidak akan pernah tenang melayang sudah.
Menusuk hati bertubi-tubi.
Langit di atasku selalu kelam ikut bermuram durja.
Tak berani kutaksir waktunya berubah murka.
Lagi-lagi manusia berdurjana,
kacau kembali riak sungai takdir.
Pada Bumi kembali segenap raga,
namun merahnya merah yang basahi Tanah Tua,
gegarkan dunia.
Telah dimulai,
pesta pora angkara,
gegap gempita kesedihan untuk masa ke lima.
***********************************************************************************************
#prayforSudan
Prayan
PM 21:16
06.11.2025
KAMU SEDANG MEMBACA
Fruits & Seeds
OverigKumpulan puisi -juga, cerita pendek -bahkan mikro, yang tercecer di Sweek dan gwp.co.id. Cocok untuk readers yang tidak suka dengan works lain saya yang punya bab gemuk-gemuk. cover frame from pinthemAll. @sayapwaktu
