Part 20

47 11 4
                                        

Dikala langit mendung dengan hujan deras membahasi bumi. Dua pasang muda-mudi sedang duduk berhadapan di sebuah ruangan, mereka adalah sang Pemeran utama, Raja dan Diana. Diana duduk sambil meremat tangannya kasar, bahkan buku-buku jarinya yang panjang melukai punggung tangannya. Raut cemas sangat ketara di wajah cantiknya.

"Apa yang mau di tanya?" Ucap Diana to the point, wajahnya gugup.

"Siapa ayah dikandungan itu?" Tembak Raja, dengan wajah mencemooh.

Raja jelas tau siapa ayah dari anak yang dikandung gadis di depannya, ia hanya ingin bermain peran untuk mendapatkan Diana tanpa menurunkan harga dirinya. Wajah Diana menegang, bahkan tubuhnya sempat tersentak tadi.

"Sebagai salah satu anak donatur di sekolah ini, dampak gue sangat besar buat bisa keluarin siswi hamidun dari sekolah ini." Ucap Raja datar.

Diana menatap benci Raja. Tangannya mengepal.

"Berhenti usik hidup aku." Ucapnya menatap benci Raja.

"Ga bisa bayangin gue image bokap lo, atau bahkan lo disini, di cap wanita murah!"

PLAK..

Satu tamparan keras diberikan Diana pada wajah Raja, wajah gadis itu telah berlinang air mata. Tubuh Diana bergetar luar biasa, ingatan-ingatan buruk itu masuk ke dalam ingatan. Ia menjerit kencang. Respon diluar perkiraan Raja.

Diana mundur kebelakang dengan wajah linglung, hingga tubuh itu menabrak lemari kayu, sebelum kemudian tubuh itu terjelembab tak berdaya, Diana menutup wajahnya sambil menjerit.

"AKU GA MURAH, aku ga mau anak ini, aku masih mau sekolah!" Jerit Diana.

Raja buru-buru menghampiri, kemudian memeluk tubuh Diana walau gadis itu meronta. Dengan lembut ia mengelus surai gadis itu hingga perlahan tenang.

"Kalo lo mau gue akan tanggung jawab." Ucap Raja dengan wajah dibuat sedikit iba.

Perlahan wajah Diana mendongak, ia menatap pria tampan dihadapannya.

"Sorry buat perkataan gue barusan, atas apapun yang lo lewatin pasti lo ada trauma, kalau bapak dari anak ini ga mau tanggung jawab biar gue aja. Gue akan sembunyiin ini rapat-rapat, gak ada yang akan berani bocorin ini kalo menyangkut gue. Setelah anak ini lahir ayo kita nikah." Ucap Raja dengan tatapan lembut.

Diana terdiam seolah sedang berpikir, tolong bangunkan Diana dari mimpi buruk ini, kenyataan tentang selama ini ia diperkosa oleh ayahnya sendiri dan mengandung anak lelaki biadab itu sungguh-sungguh membuatnya hampir gila. Akankah ada lelaki yang mau menerima keadaannya saat ini, sementara lelaki di depannya dengan sukarela menolongnya. Seingat Diana dulu Raja tak menyukainya namun entah kenapa lama kelamaan lelaki itu berubah, lelaki itu mulai suka menganggu dirinya tercondong ke arah suka.

"Niat kamu apa sebenernya?" Tanya Diana.

Raja mampautkan bibirnya menahan senyumannya.

"Cuma mau nolong aja, temtu ga mungkin cuma-cuma." Jawab Raja.

"Apa yang kamu cari dari aku?"

Raja menaruh telapak tangannya di puncak kepala Diana, kemudian mengelusnya disana lembut tapi perlahan lalu tangan itu turun menangkup wajah Diana.

"Jadi pacar gue." Ujar Raja.

Mata Diana Membelalak kaget mendengar perkaraan itu.

"jauhin Hugo." Perintah Raja pada Diana.

~Figuran Bar-bar~

Yuki berjalan gontai ke arah gerbang sekolah, hujan deras sejak ia dari rumah bahkan sampai ia pulang sekolah tak ada tanda-tanda langit akan terang. Itu membuat moodnya buruk, ia suka hujan dulu, tapi itu dulu sudah tidak lagi sejak ia di bunuh oleh ayahnya sendiri dikala hujan di malam hari itu. suara bising-bising terdengar dari kejauhan, suasana sudah lumayan sepi sebab para siswa sudah pada pulang, semakin dekat langkahnya dengan suara itu semakin ia tau suara siapa itu, itu suara Hugo dan Diana yang sedang bertengkar, dengan tatapan malas Yuki melanjutkan jalannya mencoba menghindari tatapan dengan mereka.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 25 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

FIGURAN BAR-BARCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang