chafter 39

257 23 3
                                        

قراءة ممتعة أيها القرا
Jangan lupa vote🥰

" Kenapa dia lakuin itu sama aku hiks aku slah apa hiks hiks ".potong khanza, Gus arsya langsung membawa Khanza ke pelukan nya. Ini lah alasannya ia tidak ingin menceritakan yang sebenarnya pada istri nya, ia tidak mau melihat istri nya menangis.

Khanza terus menangis, air matanya mengalir deras sementara tangannya meremas baju kemeja suami nya. "Aku benci dia! Aku benci!"ucap nya dengan suara yang terguncang oleh tangisan.

Gus Arsya terus mengusap punggung istri nya sesekali ia mengecup kepala istri nya, mencoba menenangkannya. "Sayang, kamu tenang aja dia udah mempertanggung jawabkan semua kesalahan nya," katanya dengan lembut.

Khanza terus menangis, emosinya meluap-luap karena rasa sakit dan marah yang dia rasakannya. Gus Arsya terus memeluknya, membiarkannya mengeluarkan semua emosi yang terpendam. "Shutt Udah yahh nanti kepala kamu sakit" kata Gus Arsya dengan suara lembut nya

"Aakhh".keluh khanza sambil memegang kepala nya yang terasa sakit

"Tuh kan kepala nya sakit, untuk sekarang nurut dulu sama mas yah." Ucap nya lembut sambil membantu istri nya menidurkan nya

"Ini yang Mas takutkan,Mas gak mau kamu kenapa², sekarang kamu istirahat yah jangan mikirin hal²lain dulu".khanza pun hanya pasrah tidak bisa berbuat apa²lagi

Khanza perlahan-lahan menutup matanya, masih terisak-isak sambil mencoba menahan rasa sakit dan marahnya. Gus Arsya terus memeluknya erat, membantunya untuk menenangkan diri sambil mengelus Kepala istri nya dengan sangat lembut.

"Mas akan selalu ada di sini untuk kamu, sayang. Mas tidak akan biarin orang lain menyakiti kamu lagi cukup ini yang terakhir," kata Gus Arsya dengan suara yang lembut dan menenangkan

Setelah beberapa saat, Khanza akhirnya tertidur karena kelelahan. Gus Arsya memandang wajah istrinya dengan penuh kasih sayang, "maafin mas ya sayang, mas gagal jagain kamu. Mas tidak akan biarin sesuatu apa pun terjadi lagi sama kamu mas janji," katanya dengan suara yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.

•••

Sore hari nya sekitar 05:56 Khanza sedang duduk sendirian di kamar karena tadi suami nya sempat bilang ada urusan di luar pesantren.

Khanza merasa kesepian, ia pun memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan membaca buku atau menonton film untuk mengisi kebosanan nya.

Tiba-tiba, Khanza mendengar suara pintu rumah dibuka. Khanza menyerngit bingung Apa mungkin suami nya sudah pulang? Tapi perasaan baru sebentar suami nya pergi

"Mas?" Panggil Khanza dengan sedikit keras. Namun tidak ada jawaban sama sekali. Khanza pun memutuskan untuk memeriksa siapa yang membuka pintu.

Dia perlahan-lahan berjalan menuruni anak tangga menuju pintu, namun langkah nya terhenti saat melihat ada sosok orang yang berpakaian serba hitam sedang membelakangi nya

Khanza terkejut ketika melihat Ustadzah Muna berdiri di depan pintu dengan senyum sinis di wajahnya. Khanza merasa jantungnya berdebar kencang, dia sangat trauma dengan kejadian waktu itu

"Hai ning Khanza,gimana kabar kamu? Udah lama gak ketemu yah." katanya dengan suara yang manis namun mengancam.

Khanza tidak menjawab dan memutuskan untuk pergi dari sana menuju kamar nya dan mengunci pintu nya. Dia sekarang benar²ketakutan, kemana ia harus meminta pertolongan? Kemana semua orang rumah?

Tok tok tok

Khanza semakin panik, Ustadzah Muna terus mengetuk pintu dan berbicara dengan suara yang semakin keras, "Khanza, saya tahu kamu ada di dalam, keluar sya cuman mau ngobrol aja kok sama kamu".ucap nya

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 13 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ARKANZACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang