Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Trap

5.1K 514 24
                                        

"Apa yang kau lakukan? Kak?" Ucap Tiffany dingin pada gadis itu.

"Woo, kenapa kau dingin pada kakakmu ini? Tiffy?" Ucap gadis itu sembari memiringkan bibirnya.

"Tiffany, dia.. kakakmu?" Tanyaku langsung, Tiffany tanpa menoleh hanya mengangguk pelan.

"Ya, Riany Nebula, apapun yang ia katakan, jangan pernah mempercayai ular bermuka dua itu.." ucap Tiffany dingin tanpa memalingkan pandangannya dari kakaknya itu.

"Woo menyeramkan sekali kau ini ya, Tiffy.. hahaha!."

Kakak Tiffany yang bernama Riany itu kemudian menghentikan tawanya dah menghela nafas panjang.

"Kupikir bisa mengelabui kalian dengan cara halus, namun sepertinya kita harus menggunakan cara kasar ya.." ucap Riany, ia tidak lagi tersenyum seperti sebelumnya dan menatap kami tajam.

"Jatuhkan mereka.." ucap Riany pelan.

Seketika itu, tiba-tiba Koyuki, Fransisca dan Tiffany terjatuh ke lantai.

Belum sempat aku dan Alfian melakukan apa-apa, aku merasakan sebuah jarum menancap di pundakku, seketika pandanganku menjadi kabur, tubuhku amat lemas dan aku jatuh seketika.

***

Kalvie's PoV

"Alfian?! Alfian?! Kau mendengarku? Apa yang terjadi? Kenapa kalian tak bergerak?" Ucapku panik ketika melihat mobil mereka tidak bergerak sama sekali pada layar monitorku.

"Tidak mungkin.. Alfian..."

"Hei Kalvie! Jangan berpikir negatif! Banyak kemungkinan lain yang bisa terjadi, pelacak mereka terjatuh? Atau mungkin mereka meninggalkan mobil?" Ucap Leon menenangkanku

"Ta.. tapi.." perasaanku sangat kacau, namun tetap aku berharap tidak terjadi apapun pada mereka.."

Kriiing..

Handphone-ku berdering, dengan segera kuambil handphoneku itu, dan aku terkejut bukan main ketika melihat siapa yang menelpon..

"Pa.. paman?.." ucapku lirih.

***

Volanum's PoV

Aku membuka mataku perlahan, aku berada di sebuah ruangan dengan pencahayaan seadanya, kepalaku terasa amat berat dan pusing, apa yang terjadi sebenarnya?

"Kau sudah bangun rupanya.." terdengar suara gadis yang tidak asing, aku langsung menoleh dan melihat Riany duduk diatas sebuah sofa sembari tersenyum licik ke arahku.

"Kau.." ucapku kesal, aku mencoba mendekatinya, namun baru kusadari kedua tangan dan kakiku diikat, dan semua senjataku.. sudah tidak ada di tempatnya..

"Sialan! Apa yang kau lakukan padaku?! Dimana yang lain?!" Ucapku kesal sembari meronta-ronta.

Senyuman Riany semakin lebar, ia kemudian mengambil sesuatu dari belakang tubuhnya.

Itu.. Sebuah senapan Desert Eagle silver, tidak mungkin.. dia..

"Ya, kau benar sekali, aku sudah melucuti semua persenjataan kalian, kalian ini benar-benar bodoh ya? Jatuh dalam perangkap sederhana semacam itu? Hahaha!"

"Perangkap?.."

"Hoo, kau bahkan sepertinya lebih bodoh dari yang kukira ya? Hahaha! Apa yang kau pikirkan? Sebuah apartemen sebesar ini sudah aman dari Zombie dengan pintu yang tidak terkunci dan kalian tidak curiga sedikitpun? Sungguh bodoh sekali.." ucapnya dengan wajah yang amat puas itu, namun sejenak kemudian ia memasang wajah serius.

Vegetarian Zombie?! (On Revision)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang