Heyhooo!!!
Woaah, sori sori banget baru sempet apdet, udah seminggu lebih (ampir dua minggu) ya? Maaf ada beberapa hal yg menghambat apdet VZ belakangan #SokSibuk #PadahalLastChap T_T
Ok d, tanpa panjang lebar lagi. enjoy the story!
-------------------------------------------------------------
Volanum's PoV
"Siapa kau sebenarnya?!" tanyaku.
"Kalahkan aku, maka aku akan memberitahumu jawabannya!" jawabnya menantang.
Cih! Sok kuat sekali dia. Aku dengan segera bangkit, namun--.
Swiitz.
Sebelum sempat aku benar-benar bangkit, ia sudah berada beberapa senti dariku.
Bamm!! Brakk!!
Lengannya mendorong tubuhku menabrak dinding kembali, ia lalu mengangkat cakarnya. Mengarahkannya pada kepalaku.
Slassh! Cleb!!
Darah mengalir dari telapak tanganku yang tengah menggengam tinju orang ini, cakarnya menembus telapakku hingga ke punggungnya, hampir mengenai wajahku.
"Hooo, kuat juga kau."
Aku sudah mengepalkan tinjuku, siap untuk menghantamnya, namun-
Swiitz.
Ia kembali menjauh, cih! Ia terlalu cepat, selain itu serangannya juga cukup kuat untuk menghentikkan pergerakanku.
Walaupun aku tak merasakan sakit sama sekali, hampir tak mungkin aku menyentuhnya.
Aku harus melakukan sesuatu, sesuatu yang dapat membuatnya mendekat.
Tunggu, jika aku tak dapat melemahkannya dengan fisik, kenapa tidak kucoba dengan--
Ah! Itu dia!
Aku menatapnya mantap sembari tersenyum kecil.
"Hyaaaakkh!!" teriakku sambil berlari ke arahnya.
"Hmm, bagus juga semangatmu,"
Swiitz.
Dengan cepatnya ia sudah bergerak ke hadapanku. Cakarnya itu sudah melesat ke arah kepalaku.
Slassh!! Cpratt!!
Ck! Gerakannya amat cepat. Untung saja aku sempat mundur untuk menghindari serangannya.
Clak.
Setetes cairan berwarna hijau menetes ke lantai. Sial, ia mengenai leherku.
"Test ... test .... "
"Apa yang kau lakukan?"
"Ah tidak, kukira tadi kau mengenai Tromotor-ku ini. Jika kalung ini rusak aku takkan bisa berbicara, kau tahu?"
"Hoo, begitu .... "
Swiitz.
Dalam sepersekian detik, ia sudah kembali berada di hadapanku.
"Kau pikir aku peduli?!"
Bamm!! Brakk!!
Ia meninjuku dengan tangannya itu hingga tubuhku menabrak dinding kembali.
"Akkh!" erangku, sejumlah darah hijau keluar dari mulutku. Pada perutku terdapat bekas luka tusuk yang cukup dalam.
Orang dalam balutan mesin itu menatap ke arahku. Aku tak dapat melihat wajahnya, namun ... aku yakin di balik topengnya itu, ia tengah tersenyum penuh kemenangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vegetarian Zombie?! (On Revision)
Bilim KurguAku tengah memakan salad kesukaanku di atap sekolah ketika kejadian itu terjadi. Kejadian yang sering disebut- 'Zombie Apocalypse.' Aku dengan beberapa teman sekelasku mencoba survive dari para Zombie ini, namun.. Satu per satu dari kami mulai berja...
