Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

AZT

5.1K 507 30
                                        

Author's PoV

Keadaan di helikopter itu masih canggung setelah kejadian yang menimpa Volanum..

Alfian yang terlihat paling kehilangan, dan Fransisca terlihat amat bersalah.

"Hei hei heii... syukurlah kalian tidak apa-apa.. ayolah bersemangatlah sedikit.. kalian susah berhasil kabur dari para zombie itu bukan?" Ucap Kalvie mencoba mencairkan suasana.

Namun, tak ada yang menanggapinya, mereka semua sibuk dengan pikirannya masing-masing.

Kalvie menghela nafasnya pasrah, sudah tak ada yang bisa dilakukan untuk sementara waktu.

"Yo, kau ini tak pernah bisa membaca situasi ya, Kalvie.." ucap pria yang tengah mengemudikan helikopter ini dengan mulusnya.

"Ya, aku hanya mencoba mencairkan suasana, paman.. kau tahu kan aku membenci suasana seperti ini?" Timpal Kalvie.

Pria itu tersenyum kecil.

"Yooh Alfian, kau tak akan menyapa pamanmu ini setelah bertahun-tahun tidak bertemu haah?" Ucapnya sembari menoleh sekilas pada Alfian yang berada di paling belakang.

Alfian hanya meliriknya sekilas.

"Hai, paman Oliver, lama tak bertemu.. terima kasih sudah menolong kami.." ucap Alfian dingim sebelum ia kembali larut dalam lamunannya.

Pria bernama Oliver itu menghela nafas panjang sembari menyunggingkan bibirnya.

"Ya, aku tahu kalian semua memiliki seribu pertanyaan untukku, namun melihat kondisi kalian sekarang, nampaknya tak mungkin jika harus menunggu kalian bertanya.."

"Jadi, aku akan menjelaskan semuanya pada kalian.." ucap Oliver memulai ceritanya.

"Keadaan dunia sekarang, lebih kacau dari sebelumnya.."

"Kemarin sore, ketika kalian tengah mencoba survive dari para Zombie itu, Prof. Charlie mengajak ke seluruh negara yang ada di dunia untuk bekerja sama, namun.. tentu saja ada pro dan kontra.."

"Negara yang tidak menerimanya, seketika itu juga langsung dilanda hujan besar yang merubah penduduknya menjadi Zombie.."

"Apa?!" Ucap semua yang ada disana terkejut kecuali Alfian.

"Aku tahu, itu mengejutkan.. yang pasti dalam air hujan itu ia memasukkan virus-virus itu, namun.. bagaimana cara membuat hujan buatan maupun menyusupkan virus kedalamnya, masih belum diketahui.. namun yang pasti.. teknologi yang OSTSBI miliki itu amat sangat canggih, kita tak tahu apalagi yang akan mereka munculkan.."

"Tunggu dulu, paman! Kau bilang.. negara yang tak mau bekerja sama dengan OSTSBI akan dilanda wabah Zombie ini.. kalau begitu.. sekarang.. berapa jumlah negara yang masih belum terkena wabah Zombie ini?" Tanya Kalvie.

Oliver terdiam sejenak.

"25.. 25 negara yang masih clear untuk saat ini.."

Semua yang ada disana terlihat amat terkejut, dalam waktu 2 hari.. organisasi gila itu bersama pemimpinnya melakukan ini semua..

"Dari 25 negara itu.. 8 diantaranya masih belum memutuskan, jadi mereka belum benar-benar aman.."

"Ja-jadi.. hanya.. 17 negara yang setuju untuk bekerja sama dengan OSTSBI?" Ucap Leon memastikan, Oliver mengangguk pelan.

"Ya, 17 negara itu diantaranya adalah Amerika Serikat, Jepang, Korea Utara, Jerman, dan beberapa negara lainnya.."

"Itu.. negara-negara besar, bukan?" Ujar Tiffany.

"Jadi, kita akan pergi mengungsi ke salah satu negara itu?" Tanya Fransisca yang sudah mulai tenang itu.

Oliver menggeleng kecil.

Vegetarian Zombie?! (On Revision)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang